Rabu, 18 Oktober 2023

SEMANGAT KOPDAR SAHABAT PENA KITA (SPK)

 

        Setelah sekian lama dinanti akhirnya terlaksana juga kopdar Sahabat Pena Kita Tulungagung, yang awalnya merupakan sebuah Komunitas Literasi dan bermertamorfosis menjadi sebuah group yang keberadaannya sudah diakui di dunia penulisan tingkat nasional. Tepatnya hari Minggu, tanggal 15 Oktober 2023 merupakan momentum bersejarah adanya kopdar perdana SPK Tulungagung. Banyak kendala yang dihadapi para pengurus dalam mewujudkan kopdar tersebut, selain beberapa waktu yang lalu adanya pandemi Covid-19  menjadi penghalang terwujudnya kopdar anggota SPK Tulungagung, juga kesibukan dari para anggotanya juga para pengurus SPK Tulungagung.

Intinya kopdar menurut Prof. Naim ya makan-makan, ada benarnya juga apapun dan dimanapun ada pertemuan sepengetahuan saya pasti ada makan-makannya. Namun sejatinya banyak pengetahuan dan juga pemikiran baru yang muncul dengan adanya kopdar SPK ini, jadi bukan hanya sekedar ketemu dan makan saja. Selain membahas tentang program masa depan SPK Tulungagung juga menunjuk secara aklamasi ketua baru yaitu; sdr. Roni Ramlan, M.Ag sebagai Ketua SPK Tulungagung, menggantikan sdr. Thoriqul Aziz, M.Ag. Reorganisasi adalah hal yang wajar dalam dinamika kepengurusan sebuah komunitas. Dengan terpilihnya ketua baru harapannya SPK Tulungagung akan lebih maju dan berkembang.

Program yang segera dapat direalisasikan adalah melakukan MOU dengan lembaga-lembaga Pendidikan untuk membumikan SPK Tulungagung menjadi lebih eksis dan dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Para pengurus maupun anggota bisa menjadi nara sumber atau mentor untuk lembaga tersebut, membimbing dan juga menerbitkan karya-karya dari mereka baik berupa, cerpen, puisi, artikel, buku-buku, dan karya tulis lain seputar dunia literasi. SPK Tulungagung berupaya untuk dapat menerbitkan sendiri dan memiliki percetakan yang dapat membantu para penulis untuk dapat menyalurkan hasil karyanya. Mencoba melakukan pemasaran hasil karya dari para anggota dan para penulis secara komersial meskipun sebenarnya itu bukan menjadi tujuan pokok. Tujuan terpenting adalah bangaimana ide, gagasan pengalaman dan karya kita dapat dibaca oleh orang lain, syukur-syukur bisa jadi referensi dan sumber inspirasi untuk khalayak umum.

Dalam kopdar ini, sifatnya tidak seremonial melainkan dilakukan dengan santai dan banyak diselingi dengan canda tawa, meski begitu banyak hal yang disepakati dan akan segera diwujudkan dalam waktu dekat seperti halnya pendataan kembali anggota SPK Tulungagung, melakukan MOU dengan lembaga lain, dan penerbitan buku solo karya dari para anggota, kalaupun ada yang karya bersama maksimal 3 orang. Anggota aktif dalam sebulan wajib setor minimal satu tulisan untuk sunanahnya tak terbatas sesuai dengan kemauan penulis. Melakukan rekruitmen anggota baru dengan syarat mau setor tulisan dan aktif menulis. Ngomong omong penulis sendiri sebenarnya juga sebagai anggota lama, juga jarang menulis karena banyaknya kesibukan. Kopdar SPK ini membangkitkan kembali jiwa literasi saya yang sudah lama mati suri, bangkit kembali dan semoga bisa istiqomah terus menghasilkan karya tulisan yang lebih banyak dan beragam.

Kopdar perdana ini cukup unik menurut saya, karena begitu acara sudah selesai, ternyata berlanjut lagi, dan seterusnya, sampai dirasa cukup, akhirnya di tutup dengan foto bersama dan pamitan pulang, tapi setelah pada pamit pulang masih duduk kembali dan melanjutkan obrolan sampai suara Adhan Dzuhur berkumandang, setelah itu masih juga dilanjut lagi, sepertinya asyik sekali dan agak berat untuk menyelesaikan acara kopdar SPK Tulungagung ini. Rencana kopdar berikutnya 3 bulan kedepan (bulan Januari 2024) semoga acara selanjutnya beberapa program sudah mulai berjalan, dan anggota semakin semangat menulis.

Terima kasih kepada Prof. Ngainun Naim yang sudah memberikan fasilitas tempat untuk dijadikan  basecamp Sahabat Pena Kita Cabang Tulungagung, juga saran, motivasi dan bimbingan agar para anggota lebih produktif dalam menulis dan menghasilkan karya tulisan dalam rangka merawat dan melestarikan literasi di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.

Salam Literasi…

 

 

Tulungagung, 15 Oktober 2023

@Intokowati

#SahabatPenaKita

#Komunitas Literasi

Selasa, 01 November 2022

KEMAH MODERASI BERAGAMA KEMENAG KAB. TULUNGAGUNG DI UIN SATU TULUNGAGUNG

 


Bertempat di lapangan timur UIN Satu, kegiatan Kemah Moderasi Beragama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung diselenggarakan. Dalam kemah tersebut diikuti oleh seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dari berbagai unsur pemeluk agama, yaitu; Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha sekitar seribuan peserta. Acara tersebut berlangsung selama dua hari mulai hari Sabtu, tanggal 29 Oktober sampai dengan hari Minggu, tanggal 30 Oktober 2022. Kegiatan pembukaan kemah moderasi bertempat di aula gedung Arif Mustaqim lantai 6 yang dibuka secara langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur sekaligus pembinaan ASN dan launching aplikasi SIMPEL Kemenag Tulungagung dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat secara online melalui program digitalisasi layanan.

Sambutan selamat datang, selaku tuan rumah disampaikan oleh bapak Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag. selaku Rektor UIN SATU Tulungagung kepada bapak Kakanwil dan seluruh peserta Kemah Moderasi. Belian sangat senang dan berterima kasih dapat berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dalam mengawal dan mensukseskan kegiatan Moderasi Beragama yang sudah dicanangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam menjaga keutuhan menjaga persatuan NKRI, agar jangan sampai terpecah belah karena perbedaan agama, suku, ras, keyakinan dan kepercayaan. Sambutan berikutnya dari bapak Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, dalam kata sambutannya beliau menyampaikan apresiasi yang luar biasa dan bangga kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, yang dalam hal ini sebagai penyelenggara pertama kegiatan Kemah Moderasi untuk tingkat Kabupaten/Kota di Wilayah Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. 

Rangkaian Acara Kemah Moderasi di isi materi tentang moderasi beragama oleh Kabag TU  Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, bapak Dr. Nawawi, M.Fil.I. dengan mengambil judul Penguatan Moderasi Beragama. Kemudian dilanjutkan materi kedua dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, bapak Dr. Muhajir, S.Pd, M.Ag., dengan judul Moderasi Beragama di Era Disrupsi dan materi terakhir disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, bapak Drs. Masngut, M.Pd.I. dengan mengambil judul Rencana Tindak Lanjut Program Moderasi Beragama di Lingkungan Kerja. Pada intinya materi tentang moderasi beragama bukan hanya sekedar materi belaka namun perlu adanya tindak lanjut dan bukti nyata bahwa program ini harus dijalankan demi merawat keutuhan, persatuan dan kerukunan antar umat beragama, dengan menghargai perbedaan yang ada agar jangan sampai terjadi disintegrasi bangsa.

Kegiatan kemah pada malam harinya, dilanjutkan dengan acara doá bersama dari semua pemeluk agama yang dipandu oleh Prof. Dr.Akhyak, M.Ag selaku Direktur Pascasarjana UIN SATU. Setelah selesai doá dilanjutkan dengan acara api unggun dan pentas seni dari masing masing kelompok peserta kemah. Pagi harinya seluruh peserta mengikuti senam masal dan outbond dengan berbagai permainan yang lucu dan seru tentunya. Tujuan permainan adalah disesuaikan dengan tema moderasi yaitu menjalin kekompakan dan kerjasama tim. Selesai outbond dilanjutkan dengan upacara penutupan, yang dalam hal ini secara langsung ditutup oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Dalam kata sambutannya beliau merasa sangat terharu dengan kegiatan kemah moderasi ini, karena acara di luar espektasi beliau yang ternyata sangat luar biasa, penutupan diakhiri dengan doá yang dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Tulungagung bapak Moh. Wafi, M.Ag dengan penuh haru dan tetesan air mata, sungguh kegiatan ini sangat membekas di hati seluruh peserta. Sayonara….


 

Tulungagung, 30 Oktober 2022

#Intokowati_Sahabat Pena Kita

Selasa, 07 Juni 2022

PENGUATAN MODERASI BERAGAMA SEBAGAI PROGRAM PRIORITAS KEMENTERIAN AGAMA

 


Hadir dalam pembinaan moderasi beragama di Aula Gedung PLHUT Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung pagi ini, Senin, 6 Juni 2022 Tenaga Ahli Menteri Agama bapak Hasanudin Ali yang menyampaikan beberapa hal terkait dengan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia. Penguatan moderasi beragama menjadi program prioritas Kementerian Agama karena program tersebut masuk dalam RPJMN dan yang ditunjuk sebagai leading sector adalah Kementerian Agama. Tujuan moderasi beragama adalah untuk menghadirkan kehidupan beragama yang harmonis dan damai.

Kesalahan program moderasi beragama adalah dianggap sebagai progam dari luar dan kesalahan kedua dianggap sebagai moderasi agama. Agama tidak perlu di moderasi karena agama itu sendiri telah mengajarkan prinsip moderasi, keadilan dan keseimbangan. Moderasi beragama yang menjadi subyek adalah cara pandang kita dalam memahami perilaku beragama yang moderat. Kaitannya dengan ASN Kementerian Agama bahwasannya Kementerian Agama menjadi contoh dalam hal moderasi beragama. Adapun ciri atau indikator sesorang yang sudah memiliki pengetahuan moderasi beragama antara lain:

  1. Mereka memiliki kominten kebangsaan yang tinggi, nasionalis, patriotis, membela UUD, Pancasila dan mencintai NKRI.
  2. Toleransi yaitu menghargai dan menerima perbedaan tidak memandang suku, ras, agama dll.
  3. Seorang yang moderat itu memilih jalan menghindari kekerasan, dalam hal ini bisa kekerasan dalam bentuk verbal, kekerasan fisik ataupun menanggapi berita hoax.
  4. Menerima dan menghargai budaya lokal yang tidak bertentangan dengan agama.

program moderasi beragama adalah program jangka panjang, yang nantinya akan kita wariskan kepada anak cucu kita untuk tetap menjaga kerukunan.

Point berikutnya yaitu program ketiga adalah program Revitalisasi KUA

KUA menjadi ujung tombak Kemenag yang bersentuhan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat. Ada 3 hal dalam revitalisasi yaitu;

  1. Kemenag berkeinginan membenahi fasilitas, front office
  2. Memperbaiki dari sisi program dan layanan
  3. Memperbaiki tata Kelola dan budaya kerja agar pelayanan di KUA bisa gercap

Posisi KUA sangatlah strategis, sampai saat ini Kementerian Agama masih menggodok terkait dengan tata Kelola yang ada di KUA, termasuk usulan perbaikan honorarium bagi penyuluh agama non PNS yang sampai saat ini masih dalam pembahasan ditingkat pusat.

Program selanjutnya adalah Program Kemandirian Pesantren fungsinya antara lain:

  1. Pendidikan
  2. Dakwah
  3. Pemberdayaan

Sumberdaya ekonomi pesantren itu dari mana saja, biasanya dari Kyainya, SPP, swadaya masyarakat, bantuan pemerintah, pengusaha dan bantuan sosial. Bantuan sosial tersebut yang rawan dimasuki oleh kepentingan kepentingan tertentu sehingga pesantren menjadi tidak berdaya. Menelaah dari permasalahan tersebut maka pemerintah meluncurkan program pemberdayaan pesantren yang mencakup 3 hal:

  1. Bantuan inkubasi modal usaha
  2. Pelatihan manajemen bisnis
  3. Dan pendampingan

Agar tujuan kemandirian pesantren dapat terwujud maka pesantren harus mempunyai badan usaha milik pesantren, bisa dalam bentuk PT,CV, atau Koperasi akan tetapi pengasuh pesantren tidak boleh menjadi direktur yang menjalankan badan usaha yang dimiliki oleh pesantren tersebut. Harapannya pada tahun 2024 ada beberapa pesantren yang sudah bisa mandiri, khusunya Jawa Timur mendapatkan kuota 80 pesantren yang menjadi pilot projek, dan diharapkan nantinya seluruh pesantren akan dapat mandiri tanpa banyak bergantung dari bererapa sumber yang awalnya menjadi penghidupan pesantren.


Sebelum menutup kegiatan pembinaan Bapak Hasanudin Ali berpesan kepada para ASN Kemenag, karena saat ini sedang musim haji hendaknya kita dapat menyampaikan informasi dengan baik dan menolak berita hoax yang beredar di masyarakat, demekian pungkasnya mengakhiri acara.

 

Tulungagung, 6 Juni 2022

@intokowatiSahabatPenaKita

Kamis, 12 Agustus 2021

The Spirit Of The Writers

 


Sudah cukup lama tidak menulis bukan hanya malas mendera namun karena fisik kurang mendukung sehingga apa yang sekiranya pingin dicatat ataupun ditulis terasa hanya sebatas dalam pikiran dan angan-angan belaka. Malam sabtu tanggal 6 agustus ada pesan masuk dari mbak Anis Zuna yang menanyakan apakah ibu sudah daftar Webinar Literasi Nasional, dan saya balas belum daftar mbak, karena belum mengetahui tentang kabar tersebut. Memang seharian belum sempat buka WA group Sahabat Pena Kita tentunya ada beberapa informasi yang belum terbaca. Dengan mengikuti arahan dari Anis memalui chat akhirnya bisa mendaftar kegiatan Webinar tersebut yang diselenggarakan pada tanggal 7 Agustus 2021 pukul 08.00 wib dengan melalui zoom meeting yang linknya sudah dikirim sebelumnya. Seperti mendapat suntikan spirit sebelum jam 08.00 langsung buka link dan join via zoom yang ternyata sudah banyak anggota yang hadir pada pertemuan tersebut. Acara dimulai dengan diawali sambutan dari ketua umum Sahabat Pena Kita dilanjutkan sambutan ketua IGI (Ikatan Guru Indonesia), dilanjutkan sambutan dari Pembina Sahabat Pena Kita yaitu bapak Prof. Dr. Imam Suprayogo.

Ada beberapa hal yang bisa ditangkap dari apa yang disampaikan oleh beliau bapak Pembina bahwasanya agar tulisan kita itu enak, maka jangan menulis dengan pikiran tapi menulislah dengan yang punya pikiran dan yang punya pikiran itu adalah ruh yang ada di hati maka menulislah dengan memakai hati atau perasaan, bukannya mengabaikan pikiran dalam menulis tapi menulis dengan rasa jauh lebih enak ketika orang membacanya. Jadikanlah menulis sebagai hobby karena kita akan lebih merasa senang ketika menulis bukan malah sebaliknya menjadi beban. Dan jangan menulis hanya semata-mata untuk mendapatkan keuntungan secara materi saja, karena sejatinya katika kita menulis maka umur kita akan menjadi panjang, meski kita sudah mati namun tulisan kita akan selalu hidup dan dikenang orang. Sebagai Pembina Sahabat Pena Kita ketika beliau sering memberikan komentar maupun kritikan pada tulisan anggota namun jangan dianggap memusuhi karena namanya sahabat itu harus saling mengisi dan melengkapi bukan malah dibully ketika memberikan masukan atau kritikan terhadap suatu tulisan. Beliau mengapresiasi dua buah buku yang terbit dengan judul “Intuisi Mata Elang” dan Kitab Kehidupan” dengan harapan kita hendaknya bisa mengambil pelajaran dalam kehidupan.

Dalam bahasan Webinar kopdar ke 7 Sahabat Pena Kita menghadirkan dua orang narasumber yang cukup aktif dalam dunia penulisan yaitu; Prof. Dr, Rd, Mulyadhi Kartanegara dan Heri Hendrayana Harris atau biasa dipanggil dengan Gol A Gong sang Duta Baca Indonesia 2021-2026. Moderator memberikan kesempatan kepada nara sumber pertama yaitu Bapak Mulyadhi Kartanegara untuk menyampaikan beberapa pengalaman sebagai writer tentunya sangat menarik dan menjadi pelajaran sekaligus spirit bagi para penulis pemula yang masih labil dalam dunia tulis menulis. Menurut bapak Mulyadhi motivasi beliau dalam menulis diantaranya adalah untuk mengabadikan hidup, beliau mencontohkan seorang Plato meskipun oarangnya sudah meninggal berabad abad yang lalu, namun tulisannya tetap hidup. Kemudian motivasi menulis berikutnya adalah menyampaikan kebenaran, dalam hal ini kalau perlu juga dengan mengkritik. Menulis itu mengalir tidak ada tekanan karena menulis itu membahagiakan selain itu juga mengabadikan hidup dan menjadikan lentera hidup kita. Menulis itu dengan apa yang kita mengerti jangan menulis dengan apa yang tidak kita mengerti.

Lebih lanjut Prof. Mulyadhi menyampaikan bahwa menulis itu jangan menjadikan beban dan jangan pula mengharapkan sesuatu, ketika menulis ingin menjadi kaya maka ketika tidak bisa kaya dengan menulis maka dia akan berhenti menulis. Begitupula dengan menulis untuk menjadi terkenal maka ketika kita tidak terkenal maka kita akan berhenti menulis. Menurut beliau, menulis itu hanya transenden maksudnya bebas dalam menyampaikan ide dan gagasan secara alamiah dan mampu melampaui batas. Jangan lagi ada beban mental ketika menulis, karena ketika dengan beban mental maka akan terasa sulit untuk menulis, dan ketika menulis harus mampu mengukir kata dan harus juga menguasai grammar, kepekaan grammar sangat dibutuhkan dalam menulis agar tulisannya mudah di pahami orang. Dan jangan menunggu terkenal untuk menulis karena sesungguhnya manusia itu diberikan Allah beberapa potensi yang dapat dikembangkan.

Saat pemateri kedua sayapun tidak dapat mengikuti karena listrik padam dan hp secara kebetulan baterainya drop, sehingga malamnya baru dapat mengikuti lewat youtube yang linknya sudah dibagikan melaui group WhatsApp. Pemateri kedua yaitu dari bapak Gol A Gong sang Duta Baca Indonesia menggantikan Najwa Shihab, ada yang menarik dari beliau meskipun dengan keterbatasan secara fisik namun beliau mampu mengukir prestasi lewat tulisan dan karya-karyanya. Sebagai penggiat literasi Gol A Gong menyuarakan gerakan Indonesia menulis dengan Gempa Literasi. Dalam menulis gunakan metode jusrnalistik 5 W + 1 H ( What, Who, Where, When, Way) + (How) yaitu apa, siapa, dimana, kapan dan mengapa ditambah dengan bagaimana. Penulisan melalui riset akan menghasilkan sesuatu yang faktual selanjutnya membuat outline sekiranya rencana apa yang akan kita tuangkan dalam tulisan. Bapak Gol A Gong dan istri mendirikan Rumah Dunia dengan uang pribadi berupa sebagian dari honor dan penghasilan mereka digunakan untuk membangun dan membiayai Rumah Dunia. Di dalam rumah dunia dihuni oleh beberapa mahasiswa yang tidak punya tempat tinggal hanya numpang di mushola untuk dididik dan diarahkan menjadi seorang penulis.

Gol A Gong menyampaikan kepada anak asuhnya bahwa jangan membuat proposal tapi buatlah Money Follow Program karena dengan kita membuat program akan mendatangkan uang. Dalam rumah dunia ada beberapa program yang dijalankan antara lain berupa bisnis travel agen, Penyusunan naskah film pendek, Sinema TV atau video, orasi literasi, bazar buku, sembako buku, diskusi, pelatihan menulis dll. Dari travel yang beliau kelola mengajak jalan-jalan ke luar negeri seperti ke Singapura, Thailand, Philipphines, Kamboja dan India. Namun jalan-jalan yang dilakukan ya memang benar-benar jalan bukan naik kendaraan dan para traveler tidak diperbolehkan membawa hp karena memang dimaksudkan untuk lebih mengenal lebih dekat suasana di lokasi tersebut, yang nantinya akan dibuat bahan untuk menulis pengalaman selama dia mengikuti perjalan. Sepertinya sangat menyenangkan bisa traveling sambil menghasilkan karya tulis. Dan ada kata-kata yang paling berkesan dari beliau yaitu; “carilah pasangan seorang penulis” dan juga bukan seberapa banyak buku yang anda baca tapi seberapa banyak apa yang kita tulis.

Demikian kegiatan Webinar Literasi Nasional kali ini, apa yang bisa penulis tangkap dan pahami dari beberapa penyampaian para tokoh dan penggiat literasi sekiranya dapat menambah spirit literasi kita agar gempa literasi akan benar-benar terjadi di negeri ini. Semoga bisa istiqomah dalam menulis, dan janganlah menulis dijadikan sebagai beban namun jadikanlah menulis sebagai hobby karena dengan kesenangan menulis maka akan menjadi terbiasa. Salam Literasi

 

Tulungagung, 10 Agustus 2021/ 01 Muharram 1443 H

@Intokowati

#SahabatPenaKita

Jumat, 06 Agustus 2021

IN MEMORIAM Dr. H. ALI ROKHMAD, M.Pd

 


Tepatnya hari Ahad, tanggal 25 Juli 2021 pukul 16.15 wib. Bapak Dr. H. Ali Rokhmad, M.Pd Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI telah berpulang ke rahmatullah dengan tenang di RS Haji Jakarta. Tentunya kami merasa sangat kehilangan dengan wafatnya beliau yang cukup mengejutkan karena sebelumnya tidak mendengar kabar terkait sakit yang dideritanya. Penulis ingin menulis tentang sosok kepala Biro Perencanaan di blog ini bukan semata-mata karena sebagai pimpinan kami namun lebih jauh dari itu, sosok Pak Ali ini adalah inspirator kami dalam dunia tulis menulis, Beliau sering berpesan bahwa seorang planner harus dapat menulis, dengan dibuktikan bahwa setiap ada Perencana di Kementerian Agama akan  naik jenjang ke Perencana Madya maka wajib hukumnya untuk mengikuti uji kompetensi dengan memaparkan tulisan atau karyanya dibidang perencanaan, Beliau sendiri ikut menguji langsung dan ingin mengetahui apakah anak buahnya ini mampu untuk menulis dan mampu untuk mempresentasikannya di depan orang lain.

Di dalam setiap kesempatan untuk mengisi acara atau pembinaan pasti tidak lupa selalu mengingatkan untuk gemar membaca, sampai bilang kalau pingin baca-baca buku silahkan ke rumah saya karena di rumah saya punya perpustakaan yang cukup lumayan banyak koleksi bukunya. Kalian bisa baca buku apapun yang kalian suka. Spirit literasinya sangat tinggi dan mampu membuat banyak perubahan dalam barisan yang beliau pimpin. Renstra Kementerian Agama tahun 2015-2019 menurut beliau nggak nyambung antara satu dengan yang lain maka ada review perubahan Renstra dengan mengubah beberapa Indikator Kinerja Utama dalam Kementerian. Sebagai seorang penulis juga seorang editor buku atau majalah pasti untuk mengetahui kejanggalan sebuah tulisan atau karya akan terasa lebih mudah karena naluri alamiahnya memang sudah terlatih dan peka dengan tulisan yang dibaca. Maka dari itu ajakan untuk gemar membaca dan menulis selalu dikumandangkan dalam setiap kesempatan.

Publik speaking pak Ali sangatlah bagus dalam membangun kinerja di Kementerian Agama sehingga banyak anggaran-anggaran baik dari APBN maupun SBSN dan yang lain bisa didapatkan. Sebuah bentuk pembangunan citra Kementerian Agama agar tidak dipandang sebelah mata oleh Kementerian lain utamanya Kementerian Keuangan dalam mengawal tersalurkannya APBN untuk pembangunan infra struktur di bidang pendidikan juga bidang-bidang yang lain demi mewujudkan perbaikan pelayanan kepada masyarakat. Ketika kampus dan madrasah-madrasah infrastrukturnya terbangun dan tempatnya representative maka secara langsung masyarakat akan banyak melirik untuk menyekolahkan dan mengkuliahkan putra-putrinya di lembaga keagamaan karena selain mempersiapkan pembentukan manusia yang unggul juga memiliki karakter dan etika dalam bermasayrakat setidaknya begitu yang dipikirkan oleh masyarakat umum mengenai perbaikan dibidang pendidikan. 

Dan masih banyak lagi gebrakan-gebrakan pak Ali untuk mendongkrak popularitas Kementerian Agama yang tidak dapat penulis ceritakan secara keseluruhan. Jelasnya penulis ingin mengenang sosok beliau dengan tulisan ini, karena suatu saat ketika membuka memory tulisan di blog akan mengingatkan bahwa ada pimpinan kami yang bisa menjadi teladan bagi anak buahnya untuk menjadi lebih maju dan lebih baik dalam bekerja dan berkarya. Kapanpun punya kesempatan diingatkan untuk sering membaca dan menulis. Demikian sekelumit kisah tentang Kepala Biro Perencanaan kami, selamat jalan semoga Allah SWT menerima semua amal kebaikannya dan mengampuni dosa-dosanya.

 

Tulungagung, 27 Juli 2021

#intokowati

#SahabatPenaKita

Kamis, 24 Juni 2021

JEMAAH HAJI SABAR MENANTI

Keputusan pembatalan pemberangkatan jemaah haji tahun 2021 memang terasa sangat berat, padahal pemerintah sudah mengantisipasi dengan membuat beberapa sekenario proses mulai dari pemberangkatan sampai dengan kepulangan ke tanah air. Berbagai dokumen sudah dipersiapkan termasuk dokumen perjalanan paspor jemaah sudah dikumpulkan ke kantor wilayah sesuai dengan embarkasi masing-masing, termasuk juga perlengkapan jemaah haji dan petugas penyelenggara ibadah haji seperti gelang identitas jemaah haji, buku manasik dan perlengkapan petugas penyelenggara ibadah haji pada tahun 1441 H/ 2020 M. Semua dokumen dan perlengkapan nantinya akan digunakan pada waktu pemberangkatan jemaah haji tahun 2022. Persiapan manasik haji juga sudah dipersiapkan manakala sewaktu-waktu ada pemanggilan mendadak semua sudah siap namun begitu kepastian akan kuota jemaah haji Indonesia tak kunjung turun hingga mendekati prosesi pemberangkatan.

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan jumlah kuota pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada bulan Mei 2021 sebanyak 60.000 orang, dengan batas usia yang diperbolehkan yaitu 18 – 60 tahun, dan memenuhi standar protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi melalui Surat Edaran Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Penerapan stadar protokol yang ketat disertai dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam masa proses pelaksanaan haji di Arab Saudi menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemerintah RI jika akan benar-benar memberangkatkan jemaah haji tahun 2021 selain kendala tehnis dengan rentang waktu yang sangat dekat dengan prosesi pelaksanaan juga kesehatan jemaah menjadi prioritas penting dalam rangka perlindungan terhadap jemaah haji yang berangkat. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor tersebut akhirnya Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/ 2021 M.

Dengan batalnya pemberangkatan jemaah haji tahun 2021 banyak rumor yang yang berkembang di masyarakat dengan berbagai asumsi dan persepsi yang seolah-olah gagalnya pemberangkatan Jemaah haji karena anggaranya tidak mencukupi karena dana haji dipergunakan untuk pembangunan infrastuktur. Dalam hal ini penulis akan mengutip jawaban dari 9 pertanyaan dana haji dengan fakta dan data dari Badan Pengelola Keuangan Haji yang dirilis pada tanggal 7 juni 2021 Pertanyaan pertama adalah apakah pembatalan haji tahun 2021 karena keuangan haji..? dan jawabannya adalah tidak, alasan pembatalan haji yaitu Kesehatan, keselamatan dan keamanan Jemaah haji dasarnya (KMA 660/2021). Pertanyaan kedua apakah pemerintah/Kemenag/BPKH memiliki utang pembayaran pelayanan (akomodasi) di Arab Saudi..? tidak ada, dalam laporan keuangan (LK) BPKH s.d LK 2020 tidak ada catatan hutang dalam kewajiban BPKH kepada pihak penyedia jasa perhajian di Arab Saudi. Laporan Keuangan BPKH (2019 audited dan 2020 unaudited) bisa dibuka website BPKH http://bpkh.go.id/catagory/publikasi/laporan-tahunan/  Pertanyaan ketiga Apakah BPKH mengalami kesulitan keuangan dan gagal investasi..? jawabannya adalah tidak ada kesulitan dan gagal investasi, pada tahun 2020 BPKH membukukan surplus keuangan sebesar > Rp. 5 Triliun dan dana kelolaan tumbuh >15 % Laporan Keuangan BPKH 2020 (Unaudited BPKH). Pertanyaan keempat Apakah Investasi BPKH dialokasikan ke Pembiayaan Infrastuktur...? tidak ada, alokasi investasi ditujukan kepada investasi dengan profil resiko low moderate, 90 % adalah dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara dan sukuk korporasi. Pertanyaan kelima apakah ada fatwa MUI terkait dengan investasi infrastruktur BPKH..? jawabannya Tidak ada, yang ada adalah Ijtima Ulama 2012 Fatwa tentang pengembangan Dana Haji di instrumen perbankan syariah dan sukuk. Hasil ijtima ulama MUI 2012. Ke enam apakah BPKH melakukan investasi dana haji dengan ijin pemilik..? Benar, sudah ada ijin dalam bentuk surat kuasa (akad wakalah) dari Jemaah Haji kepada BPKH sebagai wakil yang sah dari Jemaah untuk menerima setoran, mengembangkan dan memanfaatkan untuk keperluan Jemaah haji melakukan perjalanan ibadah haji dan Surat Wakalah/Surat Kuasa Jemaah Haji. Pertanyaan ke tujuh apakah dana haji di bank syariah dijamin oleh LPS..? Jawabannya adalah Dijamin. Dana Haji milik Jemaah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan jadi terlindungi dari gagal bayar Surat LPS nomor S-001/DK01/15 Januari 2020. Pertanyaan kedelapan apakah dana lunas tunda Jemaah haji mendapatkan nilai manfaat BPKH..? Jawabannya adalah Benar, Jemaah mendapatkan nilai manfaat dari dana lunas tahun 2020 dan 2021. Cek di VA.BPKH.GO.ID mengenai alokasi dana ke rekening virtual. Pertanyaan kesembilan atau terakhir apakah BPKH sudah diaudit BPK..? Sudah, dana haji di BPKH diaudit oleh BPK untuk LK BPKH 2018 & 2019 dengan opini WTP.LK BPKH 2020 dalam proses audit oleh BPK.

Jumlah calon Jemaah haji kabupaten Tulungagung sebanyak 982 orang yang tertunda keberangkatannya pada tahun 2021dan nantinya akan menjadi prioritas pemberangkatan Jemaah haji tahun 2022. Disitulah kesabaran dari para calon Jemaah haji yang batal berangkat pada tahun 2020 dan tahun 2021 di uji. Sejauh mana mereka semua mau menerima dan menyikapi kebijakan pemerintah tersebut, agar nantinya dapat dengan ikhlas menerima bahwasannya namanya ibadah haji memang benar-benar panggilan dari Allah SWT. Meskipun secara finansial, maupun secara jasmani mereka mampu menjalankan namun ada penghalang lain yang dapat membatalkannya tentulah niatan dan tekat yang bulat itu juga belum dapat terealisasi. Meski banyak isu dan juga rumor yang berkembang di masyarakat namun seyogyanya alangkah lebih bijak jika semuanya itu diserahkan kepada sang penguasa alam semesta, agar dalam menjalaninya menjadi lebih ikhlas dan ridho. Tidak ada niatan pemerintah RI dengan sengaja membatalkan pemberangkatan jamaah, karena semua sudah melalui proses yang panjang untuk membuat sebuah kebijakan yang menyangkut kepentingan umat. Selanjutnya yang dapat dilakukan hanyalah dengan berdo’a semoga pandemi segera berakhir dan dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Wallahu a’lam bisshowab.

Salam Literasi

 

Tulungagung, 22 Juni 2020

Intokowati

#SahabatPenaKita

Kamis, 06 Mei 2021

SILATURRAHMI YANG TERTUNDA


Eforia menyambut hari raya sudah mulai nampak dengan banyaknya masyarakat yang sudah memenuhi pusat perbelanjaan dan toko-toko yang menjual kebutuhan pokok dan juga pakaian. Ramadhan kali ini tidak seperti tahun lalu dengan pembatasan kegiatan masyarakat untuk keluar rumah. Pemerintah melakukan pembatasan yang sifatnya masih longgar dan toleran dengan mengijinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah namun tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari munculnya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 di tempat ibadah dan fasilitas umum, dengan menerapkan kebijakan PPKM Mikro skala nasional. Selain itu larangan mudik juga diterapkan agar pergerakan masyarakat masih dapat dipantau dan dikendalikan. Penyekatan wilayah diterapkan agar pergerakan penduduk dari wilayah satu ke wilayah lain bisa dibatasi semaksimal mungkin.

Sepertinya manusia sudah mampu berdamai dengan situasi, entah karena sudah jenuh dan merasa lelah dengan kondisi akibat virus corona yang menyebar dan meluas tanpa terkendali, atau mungkin karena telah terbiasa dengan kehidupan di tengah-tengah pandemi. Sebagian masyarakat sadar bahwa melindungi diri sendiri adalah bagian dari jihad yang nyata. Berperang melawan mahluk Tuhan yang tidak tampak membutuhkan keberanian dan juga nyali yang tinggi layaknya menghadapi bom dan jenis senjata yang sangat mematikan. Vaksin yang konon katanya mampu membentengi diri dari serangan virus ternyata mampu pula menjebol pertahanan fisik seseorang. Orang yang telah menerima vaksin ternyata masih rentan terhadap serangan virus Covid-19. Sebenarnya tidak ada yang sanggup menghentikan ini semua kecuali hanya kehendak Allah SWT semata. Selama masih punya iman kita harus yakin bahwa ujian ini akan segera berakhir. 

Bagi keluarga kami mungkin dampak secara ekonomi tidak begitu terasa karena kami mempunyai penghasilan tetap, tapi bagi kehidupan lain diluar sana ada sebagian yang justru mendapatkan berkah akibat pandemi namun ada juga yang menjadi hancur gulung tikar tak terkendali akibat mata pencahariannya hilang tak dapat terselamatkan sama sekali. Dilema kebijakanpun ikut mewarnai dalam setiap pengambilan keputusan satu sisi dalih pemulihan dan pertahanan ekonomi tapi sisi lain bahaya kesehatanpun juga menjadi pertimbangan yang sulit untuk bisa disatukan persepsinya. Upaya yang dilakukan pemerintah hanya sebatas mampu mengendalikan selebihnya membutuhkan kecerdasan individu dalam mengambil keputusan. Alih-alih masyarakat mestinya sadar bahwa mencari nafkah juga beribadah itu wajib dan penting namun memperhatikan kesehatan juga jauh lebih penting dalam melindungi jiwa.

Sudah dua lebaran keluarga kami tidak melakukan ritual mudik dan selama pandemi ini belum pernah bersilaturrahmi secara fisik. Rasa kangen yang mebuncah sementara harus kami pendam dalam-dalam, menunggu adanya rambu-rambu hijau menyala dengan jelas dan terang. Kami harus sadar dan harus bisa berdamai dengan situasi, patuh pada anjuran pemerintah memang sudah seharusnya diikuti, meski ada kepentingan pribadi yang belum dapat terpenuhi yakni bersilaturrahmi dengan keluarga sendiri. Sabar dan tawakal menjalani semua ini, dengan harapan bahwa pada suatu hari nanti pasti kami akan dapat kumpul dan dipertemukan kembali dalam suasana yang penuh dengan harmoni saling menyayangi dan mencintai.

Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/2784/SJ tertanggal 4 Mei 2021 tentang Pelarangan Kegiatan Buka Puasa Bersama Pada Bulan Ramadhan Dan Kegiatan Open House/ Halal Bihalal Pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ Tahun 2021. Kegiatan buka bersama dimaksud adalah kegiatan buka bersama yang melebihi dari jumlah keluarga inti ditambah 5 (lima) orang selama bulan Ramadhan 1442 H/ Tahun 2021. Bagi Pejabat/ ASN di daerah untuk tidak melakukan open house/ halal bihalal dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ Tahun 2021 M. Ternyata bukan hanya mudik yang dilarang namun pemerintah juga membatasi mobilitas masyarakat untuk berkumpul dalam rangka menerapkan 5 M sebagai upaya pencegahan penularan virus agar tidak sampai terjadi lonjakan akibat perayaan hari keagamaan seperti halnya di India. Semoga kita semua sanggup dan mampu menjaga agar penularan dan penyebaran Covid-19 dapat terkendali selama bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan tentunya kesadaran kita juga masyarakat yang selayaknya perlu ditingkatkan agar bangsa kita cepat keluar dari pandemi.

Meskipun kegiatan silaturrahmi tertunda, tidak jua mengurangi nikmat dan hikmah dari Ramadhan dan perayaan Idul Fitri pada tahun ini. Apapun yang kita hadapi patut kita syukuri bahwa ternyata raga ini masih dapat menjalankan ibadah puasa dan sholat dengan baik adalah merupakan berkah tersendiri, berarti saat ini kita semua masih diberikan nikmat berupa kesehatan yang tidak ternilai harganya. Salam Sehat… Salam Literasi…


Tulungagung, 4 Mei 2021

#Intokowati

#SahabatPenaKita