Jumat, 14 November 2025

WUJUD CINTA MELALUI DONOR DARAH

Dalam mendukung Asta Protas Kemenag Berdampak pada point pertama yaitu, *Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan* Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung bekerjasama dengan PMI Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Donor Darah Massal yang diselenggarakan pada tanggal 12 November 2025 di Aula Kantor Kemenag Tulungagung, di ikuti oleh 71 orang perdaftar, masuk dalam daftar google form yang di share oleh panitia seksi Bakti Sosial Hari Amal Bhakti Kementerian Agama yang ke-80 dan pendaftar secara langsung di lokasi pelaksanaan kegiatan.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti donor pagi ini, sebelum pukul 08.00 wib mereka sudah mengisi daftar hadir dan mengikuti seremonial pembukaan acara. Hadir dalam acara pembukaan Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Dr. Masngut M.Pd.I) bertindak atas nama Kepala Kantor yang berkenan untuk membuka acara secara resmi, di dampingi oleh Ketua Panitia HAB Kemenag ke-80 (Suryani, M.Ag) dan Koordinator Seksi Bakti Sosial Dra. Lutfi Sua’idah.

Kegiatan donor darah ini sebagai bentuk perwujudan dari ASN Kemenag Tulungagung dan seluruh peserta dalam mengungkapkan rasa syukur dan  cinta kasih serta kepedulian kepada sesama, guna mendukung Program Prioritas Menteri Agama yakni Cinta Kemanusiaan. Rasa cinta terhadap saudara kita yang membutuhkan darah untuk menyambung nyawa sangatlah berarti, sebagaimana slogan PMI bahwa setetes darah yang kita sumbangkan akan menyelematkan ribuan nyawa.

 Selaras dengan tema HUT PMI ke-80 pada tanggal 17 September 2025 adalah "Tebarkan Kebaikan, Bantu Sesama Melalui Palang Merah Indonesia". Memiliki kesamaan Hari Ulang Tahun antara Kementerian Agama dan Palang Merah Indonesia yang dalam hal ini juga berulang tahun ke-80 maka kegiatan donor darah saat ini bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar melakukan tindakan kebaikan, sekecil apa pun kontribusinya, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kemanusiaan dan memperkuat solidaritas untuk masa depan kemanusiaan yang lebih baik.

Donor darah selain untuk kemanusiaan juga dapat bermanfaat bagi tubuh kita antara lain:

  1. Sebagai deteksi dini kesehatan, donor darah dapat memantau kondisi kesehatan secara berkala
  2. Merangsang regenerasi sel darah, tubuh akan merangsang produksi sel darah baru setelah sebagaian darah diambil yang akan membantu peremajaan sel darah
  3. Mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker karena membantu menjaga kadar zat besi dalam tubuh tetap normal
  4. Meningkatkan kesehatan mental, karena melalui donor darah dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan memberikan rasa bahagia karena telah membantu sesama.

Mari kita manfaatkan sebagian rezeki yang tidak ternilai berupa kesehatan dengan penuh rasa syukur dan kita manfaatkan usia kita untuk sesuatu yang bermanfaat khususnya bagi diri sendiri dan umumnya bagi sesama manusia.   

 

Tulungagung, 12 November 2025

@intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi

Kamis, 24 Juli 2025

KISAH PERJALANAN KE PULAU LOMBOK

 


Liburan kali ini mencoba menggunakan moda transportasi Laut, mengenang 26 tahun yang silam terakhir naik KM Dobonsolo milik PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) dari Pelabuhan Tenau, Kupang NTT ke Tanjung Perak Surabaya. Perjalanan naik kapal laut durasi waktunya memang  lebih lama dibading dengan naik pesawat terbang, bagi mereka yang berlibur menikmati keindahan alam tidak masalah, namun bagi yang punya kepentingan harus segera sampai tujuan, naik pesawat adalah pilihan yang tepat. Tujuan berlibur kami adalah pulau Lombok yang mana banyak destinasi wisata laut yang bagus dan masih terjaga keasriannya.

Kapal yang kami tumpangi adalah KM. Kirana 7 milik PT. Dharma Lautan Utama, berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat. Saya mengajak anak yang kebetulan baru merasakan naik kapal laut, setelah 26 tahun yang lalu pernah naik kapal Dobonsolo, waktu itu dia masih bayi, jadi belum tau bagaimana rasanya naik kapal yang mengapung di lautan berhari hari, akan tetapi sekarang baru merasakan sendiri bahwa naik kapal itu bisa banyak pengalamannya, antara lain dapat melihat Sunset dan Sunrise di anjungan kapal yang dikelilingi oleh lautan luas bak lukisan alam yang indah. Saat kami berlabuh cuaca cukup cerah sehingga pengambilan gambar maupun vidio sangatlah jelas.


Ketika pengambilan vidio dan gambar sunrise kami sudah memasuki selat lombok, arus air laut di selat cukup lumayan bergelombang, mengakibatkan kepala menjadi pusing dan mabuk laut. Kami kembali ke tempat duduk, anak saya mengeluh pusing sekali buk, akhirnya saya minta obat di bagian informasi, dikasih Antimo, langsung saya suruh segera di minum, tidak berselang lama dia buru buru lari ke kamar mandi, ternyata muntah muntah, berarti ini beneran mabuk laut, padahal perjalanan masih kurang beberapa jam lagi. Perjalanan dari Surabaya tanggal 26 Juni sampai ke Lombok tanggal 27 Juni, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 22 jam, kapal mulai labuh pukul 12.00 wib siang dan sampai tujuan pukul 10.00 wita besuknya.

Setelah sampai di Pelabuhan Gili mas begitu turun, guncangan di kapal seperti belum hilang rasanya, padahal sudah di daratan. Setidaknya anak saya sudah merasakan perjalanan naik kapal laut yang waktunya lumayan lama, karena biasanya cuma naik kapal Ferry penyeberangan Ketapang sampai Gilimanuk dan sebaliknya, penyeberangan yang agak jauh lagi dari Padang bai ke Lembar sekitar 5 jam perjalanan. Kami melanjutkan perjalanan dari Lembar ke Kota Mataram kurang lebih setengah jam sudah sampai pusat kota Mataram. Sampailah di penginapan langsung istirahat. Sorenya kami dijemput keponakan untuk menikmati Sut Set di bukit Malimbu daerah Senggigi, bagus banget viewnya, betapa agung ciptaan Tuhan semesta alam.

Paginya kami melanjutkan traveling ke beberapa tempat wisata, antara lain Ke desa Sukarara, desa Sade, Pantai Kuta Mandalika, Pantai tanjung Aan, dilanjutkan gala dinner di Lombok Exotic. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, padahal rencana awal pingin ke desa Sembalun menginap di sana baru lanjut naik ke puncak Rinjani, apalah daya hari Senin anak saya sudah masuk kerja karena ijinnya cuma 1 hari. Hari minggu pagi sudah meninggalkan penginapan menuju bandara Praya untuk kembali ke Surabaya dengan naik pesawat, sampai di Juanda sudah di jemput anak pertama saya dan langsung menuju ke stasiun Pasar Turi mengantar anak saya pulang ke Semarang. Agak lama juga menunggu keberangkatan Kereta Api yang ke Semarang jadwal keberangkatan keretanya jam 15 lebih. Setelah boarding tiket kami pulang ke Tulungagung lewat tol Dupak lanjut Tol Waru dan sampai Tulungagung selepas Maghrib. Demikian sekilas perjalanan cuti liburan Tahun Baru Islam, lain waktu dilanjut petualangan baru yang lebih berkesan.



Salam Literasi…

 

Tulungagung, 22 Juli 2025

#@intokowati

#SahabatPenaKita

#Komunitas Literasi

Kamis, 13 Maret 2025

BUKA PUASA DI MASJID AL MUSLIMUN

 

Berbuka puasa bersama di masjid menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama Muslim. Kita bisa bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Dengan berbuka puasa bersama di masjid akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, menghidupkan suasana masjid, menumbuhkan kepedulian sosial dan mendapatkan berkah waktu berbuka.

Masjid Besar Al Muslimun lokasinya sangat strategis karena letak masjid ada di sebelah barat perempatan jalan yang lalu lintasnya cukup ramai dan padat dengan kendaraan setiap harinya. Dengan lokasi yang sangat strategis ini, maka banyak pengguna jalan yang mampir untuk melaksanakan sholat dan sekedar beristirahat sepulang kerja atau dalam perjalanan. Pada bulan Ramadhan setiap harinya takmir masjid menyediakan menu untuk berbuka puasa di masjid.

Pada Ramadhan kali ini takmir mencoba menyajikan menu buka puasa dengan piringan bukan lagi nasi kotak, dengan harapan akan dapat menjangkau semua jamaah untuk dapat menikmati menu buka yang sudah disajikan. Menu yang disajikan setiap hari selalu berganti ganti mulai dari rawon, sop ayam, soto, lodho, sayur bobor, sayur lodeh, dsb, dengan harapan agar para jamaah tidak bosan menikmati hidangan buka puasa, dan menjadi tambah semangat pergi ke masjid untuk beribadah.

Sebelum kegiatan berbuka puasa ada kegiatan kajian kitab dari Kyai setempat yang termasuk takmir masjid juga, Pak Yai Dahlan namanya, kajian kitab dimulai dari pukul 17.00 wib sampai menjelang berbuka, setelah itu di pandu oleh ketua takmir untuk berdo’a bersama dengan membaca istighfar dan syahadat diharapkan segala hajat-hajat para jamaah dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam sebuah riwayat hadits bahwa Rasulullah bersabda: "Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang sedang dalam perjalanan." (HR. Tirmidzi). Hadits ini menunjukkan bahwa doa orang yang berpuasa, khususnya menjelang waktu berbuka, memiliki keutamaan yang besar dan sangat dianjurkan.


Saat Adzan maghrib berkumandang para jamaah terlebih dahulu berbuka dengan air putih dan 3 butir kurma yang sudah di bagikan oleh remaja masjid setempat, untuk menggugurkan puasanya. Kegiatan dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah di dalam masjid, setelah selesai sholat berjamaah bisa menikmati makan bersama di serambi masjid, tidak diijinkan makan di dalam masjid, supaya tidak mengotori tempat sholat. Panitia sudah menyiapkan tempat piring kotor, setelah selesai makan piring kotor bisa ditaruh di tempat yang sudah disediakan.

Takmir sudah berupaya untuk perbaikan pelayanan kepada jamaah namun masih banyak kekurangan. Karena jumlah jamaah di Masjid Al Muslimun pada saat berbuka puasa tidak dapat di prediksi jumlahnya, maka ketika jamaah penuh terkadang porsi makan orang yang datang belakangan menjadi berkurang, supaya cukup ibu ibu membagi nasi dengan porsi yang sedikit agar bisa kebagian semua. Persediaan porsi makan yang disajikan antara 250 sampai 300 porsi tapi kalau jamaah sedikit sisanya juga banyak. Hal seperti ini menjadi seni tersendiri bagi kami para ibu ibu penyaji makanan. Dalam hati kecil terkadang merasa tidak enak dengan jamaah yang datang belakangan dan menerima porsi menu yang kurang.


Begitulah gambaran berbuka puasa di Masjid Besar Al Muslimun, apapun kekuranggannya semoga bisa menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan untuk perbaikan kegiatan selanjutnya. Hal yang terpenting dari adanya kegiatan ini adalah dapat menggambil hikmah dari ibadah puasa di bulan Ramadhan. Semoga apa yang dilakukan dicatat menjadi amal yang khasanah dan menjadi penyemangat kita agar hidup ini lebih bermakna dan bisa membawa manfaat bagi sesama.

Kamis, 14 November 2024

KICK OF MEETING RAKERNAS KEMENAG 2024

          


Pemerintahan baru yang dipimpin oleh presiden Prabowo Subiyanto memulai babak baru dengan membentuk Kabinet Merah Putih. Para Menteri diambil sumpahnya di Jakarta pada hari Senin, 21 Oktober 2024. Perombakan kabinet membawa dampak besar khususnya bagi Kementerian Agama. Pembentukan Badan Baru yaitu Badan Penyelenggara Haji yang menangani masalah Haji dan berfungsi sebagai pemberi dukungan penyelenggaraan haji yang ditangani oleh Kementerian Agama. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal yang semula di dibawah Kementerian Agama beralih fungsi menjadi badan tersendiri termasuk seluruh perangkat, komponen, anggaran serta aset yang dimiliki dialihkan semuanya ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.

Acara Kick Off Meeting Rakernas Kemenag 2024 dilaksanakan pada hari selasa, 12 November 2024 di Auditorium HM. Rasjidi Gedung Kementerian Agama RI Jl. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat dan dihadiri oleh seluruh pimpinan tinggi sampai dengan kepala Madrasah dan kepala KUA, baik secara luring maupun daring. Jumlah peserta yang ikut sebanyak 10.857 peserta menurut laporan dari Sekretaris jenderal Kemenag RI bapak Muhammad Ali Ramadhani. Adapun tema yang di angkat pada kegiatan kick off meeting ini yaitu; Menyatukan Langkah, Mewujudkan Daya Saing Umat untuk Kemaslahatan masa depan”.

Turut hadir dari Komisi VIII DPR RI yaitu bapak Marwan Dasopang, beliau menyampaikan beberapa hal terkait dengan Kementerian Agama. Pertama tentang nomenklatur Kementerian. Meskipun ada badan baru tapi masih terkait dengan Kementerian Agama karena masih tidak terlepas dari urusan agama. Perumusan program yang ada di Badan masih dibicarakan di komisi VIII. Kemeterian Agama merasa masih tidak sebanding dengan Kementerian lain terkait dengan masalah pendidikan. Ada sebagian pendidikan yang diambil alih oleh pihak lain akan tetapi tidak diperhatikan terkait dengan anggaran. Ada suatu lembaga pendidikan yang memiliki guru dan tenaga kependidikan yang masih menerima insentif sebesar Rp. 200.000,- perbulan itupun tidak mesti setiap bulan mereka menerima, padahal mereka mengabdi dan mendedikasikan seluruh tenaganya untuk kemajuan pendidikan di pelosok negeri. Kenapa pemerintah tidak mengalihkan anggaran yang ada di sekolah yang tidak memiliki siswa kepada lembaga pendidikan yang membutuhkan.  Langkah-langkah yang kita ambil dalam Rakernas ini adalah memprioritaskan anggaran di bidang pendidikan, KIP dan PIP harus kita dapatkan dari pemerintah. Komisi VIII akan mendukung hasil Rakernas Kementerian Agama.

Sambutan dari bapak Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA


Kementerian Agama adalah Kementerian yang luar biasa. Kehadiran Kementerian Agama secara historis ada berkaitan dengan kemerdekaan RI dan dimulai dari Piagam Jakarta. Kemenag menjembatani dua kepentingan pada waktu itu dipimpin oleh HM Rosyidi. Kementerian Agama sudah mengalami beberapa perampingan.

Pertama adalah pisahnya Pengadilan Agama dari Kementerian Agama mengikuti Mahkamah agung. Adapun dampak dari pemisahan tersebut adalah tingginya angka perceraian yang di dominasi dari pasangan muda. Jangan menganggap enteng tentang peceraian ini. Kalau keluarga berantakan akan berkontribusi pada lemahnya keluarga, dan ketika keluarga berantakan maka akan melemahkan ketahanan negara. Berikutnya adalah Badan Litbang Kemenag yang masuk ke BRIN itu adalah kelemahan kita karena kita tidak  dapat mengambil kebijakan yang tepat tanpa melalui adanya penelitian. Badan Zakat dan Wakaf melalui BWI, dan Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Bicara tentang strategi harus ada visi dan misinya. Kita jadikan Kementerian Agama sebagai stabilisator Negara. Agama bisa sebagai nuklir yang mana bisa memberi manfaat yang besar, akan tetapi juga dapat menghancurkan yang lebih dahsyat. Target Kementerian Agama ke depan bukan untuk mencari penghargaan akan tetapi bagaimana umat itu menyatu dengan agamanya, supaya semua pemeluk agama dapat memahami dan menghayati serta mengamalkan sesuai dengan agama yang dipeluknya masing-masing. Kalau pemeluk agama memahami agamanya, maka tidak akan ada konflik, terorisme, dan kekerasan dalam beragama. Bagaimana mendekatkan antara agama dengan pemeluknya. Lingkungan kita seolah ditantang untuk beberapa tahun ke depan. Bicara agama adalah bicara kontektual. Nilai-nilai agama harus berani menunjukkan. Guru kadang mengajarkan kepada muridnya bahwa agama kita paling baik. Hal seperti ini yang nantinya akan menimbulkan masalah. Negara yang paling aman adalah Indonesia, inflasi di negara Indonesia adalah paling kecil dibandingkan dengan negara negara lain seperti Mesir, Turki, Spanyol dll. Sudah saatnya Indonesia GO Internasional. Kita jauh dari negara Israil sangatlah beruntung karena dampak dari inflasi sangatlah rendah dibandingkan dengan negara di sekitar Israil.

Kekuatan yang paling besar di Indonesia adalah umat Islam dan mayoritas dari kalangan Sunni. Umat Islam di Indonesia sangatlan paternalistik. Kita jangan kalah untuk membuat produk-produk yang unggulan seperti Tim Ekonominya pak Prabowo. Kementerian Agama harus memiliki visi yang tajam, Tim releginya Kementerian Agama harus solid. Kita harus bisa mengeleminir perbedaan yang ada, kita mulai lembaran baru Kementerian Agama yang solid. Kita wujudnya go clean dengan mulai melakukan pembersihan di Kementerian, praktek-praktek yang pernah dilakukan dimasa lampau jangan sampai terulang. Jangan memberikan kepada Mentri apa yang bukan haknya, sedikit tetapi berkah dan halal dari pada banyak tapi dikejar kejar. Demikian sekilas yang disampaikan oleh bapak Menteri Agama pada acara kick off meeting Rakernas meskipun singkat tapi bermakna cukup mendalam. Semoga Kementerian Agama ke depan semakin solid dan benar benar GO Internasional.

 


 

 

Kamis, 13 Juni 2024

SANG PROMOVENDUS

Sidang Terbuka diraihnya gelar Doktor di Pasca Sarjana UIN SATU Tulungagung, tanggal 11 Juni 2024 terlihat begitu semarak dan meriah, papan ucapan selamat berjejer di sepanjang jalan menuju gedung Pasca Sarjana UIN SATU Tulungagung, hadir para tim hore dari Kemenag Tulungagung yang ikut menyimak jalannnya sidang terbuka tersebut. Sidang di mulai pukul 10.00 wib yang dipimpin oleh Rektor UIN SATU Tulungagung Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I. Sang Promovendus berdiri di tempat podium yang sudah disediakan oleh panitia sidang. Menyanyikan lagu Indonesia Raya di ikuti semua yang hadir di tempat sidang aula lantai 5 gedung pasca sarjana UIN SATU Tulungagung. Pembawa acara mempersilahkan kepada pimpinan sidang terbuka untuk memimpin jalannnya sidang sampai selesai.


          Selama jalannya sidang ujian terbuka terkesan seperti pembinaan di kantor, karena sang promovendus (bapak Masngut) saat ini menjabat sebagai Plh. Kepala Kemenag Tulungagung. Pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada penguji untuk bertanya seputar desertasi yang ditulis oleh promovendus, dimulai dari penguji utama (Prof. Dr. Yatim Riyanto, M.Pd.) dari UNESA beliau adalah guru besar manajemen pendidikan yang telah banyak menyumbangkan pemikirannya untuk kemajuan UIN SATU Tulungagung. Beliau mempertanyakan seputar output dan outcome serta indikator dari desertasi yang ditulis oleh promovendus. Prof. Yatim memberikan apresiasi yang bagus kepada promovendus, bahwa selama beliau menguji baru kali ini seorang promovendus memberikan paparan secara langsung tanpa melalui media seperti paparan pada slide atau power point di layar monitor. Sang promovendus juga sangat menguasai materi serta permasalahan yang diangkat dalam desertasinya.

            Berikutnya pak Rektor juga mempertanyatan masalah Gen Z yang menjadi obyek dari penelitian sang promovendus, Gen Z sebagai kepala dari desertasi malah tidak dimunculkan sebagai congornya, sambil tertawa pak Rektor memberikan ilustrasi dari keseluruhan hasil penelitian  secara utuh itu pasti ada kepala, leher, badan dan buntut (ekor). Dalam hal ini ekor lebih dimunculkan dari pada congor. Dengan jawaban yang santai promovendus dapat menjawab semua pertanyaaan yang juga mengundang banyak gelak tawa oleh para hadirin semua. Salah satu dari profesor juga mempertanyakan terkait dengan kebijakan dan kebijaksanaan, yang pada intinya bahwa sang promovendus punya peran penting untuk memberikan kebijakan kepada seluruh pegawai untuk segera mendaftar dan kuliah di UIN Satu Tulungagung, bagi yang sudah lulus S1 bisa mendaftar S2 dan bagi yang sudah S2 bisa mendaftar S3. Selanjutnya pertanyaan demi pertanyaan dilanjut oleh tim penguji yang lain, dan sidang dinyatakan selesai.  Pimpinan sidang mengumumkan bahwa sidang di skors sementara untuk menentukan hasil nilai dari seluruh tim penguji.

Hasil akhir dari kesepakatan tim penguji menetapkan bahwa promovendus saudara Masngut M.Pd.I berhak menyandang gelar Doktor dan lulus dengan nilai memuaskan Cloumlaude. Suara  tepuk tangan bergemuruh di ruang sidang, evoria para anak buah terlihat jelas di sana. Ucapan selamat dan pemberian kalung bunga, buket bunga dan foto bersama menjadi momen yang indah atas keberhasilan bapaknya telah meraih gelar Doktor. Meski tidak dihadiri oleh anak anak kandungnya karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, namun kami para anak buahmu selalu mendukung bapak untuk kesuksesan pencapaian yang telah diraih dan semoga dapat bermanfaat untuk institusi khususnya Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan umumnya Masyarakat luas. Selamat bapak Dr. Mangut, M.Pd.I.

 




 

Tulungagung, 11 Juni 2024

@Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasPenulis


Selasa, 02 April 2024

BALASAN ALLAH ITU NYATA

Pagi itu kebetulan saya lewat Jl. Panglima Sudirman, di trotoar jalan raya depan SMPN 2 Tulungagung ada nenek tua yang jualan keripik dan rengginang, dibungkus di plastik kecil kecil, terbersit dipikiran ingin membeli sepulang dari ATM. Ternyata ketika kembali, laju kendaraan sudah lewat sampai lampu merah, baru teringat nenek tua itu, akhirnya saya putar balik sepeda motor untuk membeli rengginang tadi. Melihat dari tampilan fisik memang kurang menarik untuk sebuah penawaran produk yang dapat menarik minat konsumen untuk membeli, namun saya menilainya dari sisi lain yakni semangat nenek itu untuk tetap mendapatkan penghasilan yang halal, tanpa harus meminta-minta pada orang lain, itu yang perlu dihargai.

Semangat kerja nenek tadi perlu dijadikan contoh yang baik bagi kita, yang masih diberikan kesehatan dan kebugaran untuk dapat melakukan aktifitas normal, fisik dan tenaga masih kuat. Namun terkadang kurang merasa bersyukur atas apa yang sudah kita dapatkan dan miliki. Senyampang kita lihat di beberapa tempat, biasanya yang banyak di perempatan lampu merah, orang minta-minta, padahal terlihat masih muda dan kuat, bisa melakukan pekerjaan lain yang dapat menghasilkan uang tanpa mengganggu pengguna jalan. Mereka melilih cara yang mudah untuk menghasilkan uang dengan cara meminta. Sepertinya agak susah juga menghapus orang orang jalanan itu, karena sudah dijadikan mata pencaharian oleh mareka. Dalam menghasilkan uang, adakalanya orang memilih hal yang mudah, tidak mengeluarkan biaya tapi mendapatkan hasil, beda dengan sang nenek tua itu, meski sudah tua masih mampu untuk berkarya.

Sepanjang jalan pulang, saya terus memikirkan perihal tentang nenek itu, salut banget dengan semangat kerjanya, walaupun sang nenek tidak beranjak dari tempatnya, hanya duduk saja ditempat. Akhirnya saya tersadar belum belanja kebutuhan untuk masak nanti sore buat berbuka puasa di warung langganan. Motor saya arahkan ke warung untuk berbelanja, ada beberapa barang yang saya pilih, sayur kluwih, kacang  panjang, ikan, bumbu dll. Setelah selesai dihitung sama penjual, saya bayar semua belanjaan. Ketika mau pulang ibu warung memberikan minyak goreng 2 botol, kaget juga, kok saya diberi minyak bu, iya buat goreng goreng krupuk menjelang lebaran kata ibu warung.

Di jalan saya berfikir lagi apa mungkin ini balasan Allah ketika saya membeli rengginang ke nenak tadi, yang langsung diganti minyak goreng, sungguh balasan itu tidak sebanding dengan nilai yang saya keluarkan, dan nikmat mana lagi yang harus didustakan. Secuil perbuatan baik, balasannya langsung dan nyata, dibayar kontan bahkan berlipat lipat. Dari peristiwa tersebut, bisa diambil hikmah dan pelajaran, bahwa hendaklah kita banyak melakukan kebaikan walaupun kecil, sekalipun juga tidak tampak secara kasat mata, karena balasan Allah itu nyata adanya, kalaupun tidak dibalas saat itu juga, mungkin dilain waktu akan dapat kita terima buah dari apa yang pernah kita tanam, meskipun dengan cara yang lain. Teruslah berbuat baik dan perbanyak bersyukur atas nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita semua.

Tulungagung, 2 April 2024

@intokowati

#SahabatPenaKita_Tulungagung

#Komunitas Literasi

Jumat, 10 November 2023

LOMBA KEBERSIHAN KUA DAN MADRASAH

 

Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-78 berbagai jenis kegiatan dan lomba-lomba di adakan oleh seluruh lembaga di lingkungan Kementerian Agama dari muli dari Pusat sampai ke daerah. Kegiatan yang diadakan cukup beragam bentuknya, antara lain; kegiatan yang sifatnya edukasi, kegiatan amal dan sosial, kegiatan olah raga, kesenian, kompetisi, pembinaan dan lomba kebersihan lingkungan, dll.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung juga melaksanakan serangkaian kegiatan terkait peringatan HAB Kemenag ke-78. Lomba yang penulis rasakan memakan waktu yang cukup panjang dan menguras energi adalah lomba Tata Kelola dan Kebersihan KUA dan Madrasah. Ada dua tahap penilaian yang pertama kali kunjungan adalah kondisi awal pada saat lembaga itu di kunjungi, yang sifatnya pembinaan untuk perbaikan lembaga tersebut. Perbaikan bidang administrasi dan tata kelola, perbaikan pelayanan yaitu pelayanan public yang lebih diutamakan, kebersihan, kerapian dan keindahan kantor.

Penilaian dilakukan oleh Tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor yang beranggotakan para pejabat dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Penilaian dilakukan sebanyak dua kali penilaian, penilaian tahap awal sudah dilakukan bulan September 2023 dengan terjadwal dan masing-masing lembaga diberikan surat pemberitahuan berikut instrument penilaian. Selanjutnya pada penilaian tahap ke dua, lembaga tidak diberikan jawal kunjungan secara terinci, karena sewaktu waktu tim dapat terjun langsung untuk menilai kondisi dilapangan pasca penilaian tahap pertama.

Mulai hari ini tanggal 9 November adalah kunjungan penilaian pada tahap ke dua, berharap untuk semua lembaga akan tampak adanya perubahan, atas saran dan masukan dari rekomendasi tim pada kunjungan sebelumnya, apakah sudah ada tindak lanjut dan mengalami peningkatan atau bahkan malah terjadi penurunan. Harapan dari Tim Penilai bukan hanya sebatas lomba, namun akan menjadi pembiasaan dilingkungan kerja lembaga yang berada di wilayah kerja binaan Kemenag Tulungagung, untuk lebih tertib administrasi, baik dalam melayani  masyarakat, lingkungan KUA dan madrasah bersih, rapi dan indah sehingga para penghuninya merasa aman dan nyaman tinggal dilingkungan tersebut.

Budaya bersih harus selalu dibiasakan dilingkungan kita, bersih dalam pelayanan termasuk bagian dari pembangunan zona integritas, bersih lingkungan tempat kerja akan meningkatkan performa lembaga. Menjaga lingkungan kantor tetap asri adalah tanggung jawab bersama bukan hanya semata-mata dibebankan pada tenaga kebersihan saja, namun seluruh pegawai yang berada di lembaga tersebut harus selalu menjaga agar suasana tetap bersih, indah, terawat dan sejuk dipandang. Bersih lingkungan kita bersih pula penghuninya.

 

Tulungagung, 9 November 2023

 

@intokowati

#Kemenag_Tulungagung