Kamis, 24 Juli 2025

KISAH PERJALANAN KE PULAU LOMBOK

 


Liburan kali ini mencoba menggunakan moda transportasi Laut, mengenang 26 tahun yang silam terakhir naik KM Dobonsolo milik PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) dari Pelabuhan Tenau, Kupang NTT ke Tanjung Perak Surabaya. Perjalanan naik kapal laut durasi waktunya memang  lebih lama dibading dengan naik pesawat terbang, bagi mereka yang berlibur menikmati keindahan alam tidak masalah, namun bagi yang punya kepentingan harus segera sampai tujuan, naik pesawat adalah pilihan yang tepat. Tujuan berlibur kami adalah pulau Lombok yang mana banyak destinasi wisata laut yang bagus dan masih terjaga keasriannya.

Kapal yang kami tumpangi adalah KM. Kirana 7 milik PT. Dharma Lautan Utama, berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat. Saya mengajak anak yang kebetulan baru merasakan naik kapal laut, setelah 26 tahun yang lalu pernah naik kapal Dobonsolo, waktu itu dia masih bayi, jadi belum tau bagaimana rasanya naik kapal yang mengapung di lautan berhari hari, akan tetapi sekarang baru merasakan sendiri bahwa naik kapal itu bisa banyak pengalamannya, antara lain dapat melihat Sunset dan Sunrise di anjungan kapal yang dikelilingi oleh lautan luas bak lukisan alam yang indah. Saat kami berlabuh cuaca cukup cerah sehingga pengambilan gambar maupun vidio sangatlah jelas.


Ketika pengambilan vidio dan gambar sunrise kami sudah memasuki selat lombok, arus air laut di selat cukup lumayan bergelombang, mengakibatkan kepala menjadi pusing dan mabuk laut. Kami kembali ke tempat duduk, anak saya mengeluh pusing sekali buk, akhirnya saya minta obat di bagian informasi, dikasih Antimo, langsung saya suruh segera di minum, tidak berselang lama dia buru buru lari ke kamar mandi, ternyata muntah muntah, berarti ini beneran mabuk laut, padahal perjalanan masih kurang beberapa jam lagi. Perjalanan dari Surabaya tanggal 26 Juni sampai ke Lombok tanggal 27 Juni, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 22 jam, kapal mulai labuh pukul 12.00 wib siang dan sampai tujuan pukul 10.00 wita besuknya.

Setelah sampai di Pelabuhan Gili mas begitu turun, guncangan di kapal seperti belum hilang rasanya, padahal sudah di daratan. Setidaknya anak saya sudah merasakan perjalanan naik kapal laut yang waktunya lumayan lama, karena biasanya cuma naik kapal Ferry penyeberangan Ketapang sampai Gilimanuk dan sebaliknya, penyeberangan yang agak jauh lagi dari Padang bai ke Lembar sekitar 5 jam perjalanan. Kami melanjutkan perjalanan dari Lembar ke Kota Mataram kurang lebih setengah jam sudah sampai pusat kota Mataram. Sampailah di penginapan langsung istirahat. Sorenya kami dijemput keponakan untuk menikmati Sut Set di bukit Malimbu daerah Senggigi, bagus banget viewnya, betapa agung ciptaan Tuhan semesta alam.

Paginya kami melanjutkan traveling ke beberapa tempat wisata, antara lain Ke desa Sukarara, desa Sade, Pantai Kuta Mandalika, Pantai tanjung Aan, dilanjutkan gala dinner di Lombok Exotic. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, padahal rencana awal pingin ke desa Sembalun menginap di sana baru lanjut naik ke puncak Rinjani, apalah daya hari Senin anak saya sudah masuk kerja karena ijinnya cuma 1 hari. Hari minggu pagi sudah meninggalkan penginapan menuju bandara Praya untuk kembali ke Surabaya dengan naik pesawat, sampai di Juanda sudah di jemput anak pertama saya dan langsung menuju ke stasiun Pasar Turi mengantar anak saya pulang ke Semarang. Agak lama juga menunggu keberangkatan Kereta Api yang ke Semarang jadwal keberangkatan keretanya jam 15 lebih. Setelah boarding tiket kami pulang ke Tulungagung lewat tol Dupak lanjut Tol Waru dan sampai Tulungagung selepas Maghrib. Demikian sekilas perjalanan cuti liburan Tahun Baru Islam, lain waktu dilanjut petualangan baru yang lebih berkesan.



Salam Literasi…

 

Tulungagung, 22 Juli 2025

#@intokowati

#SahabatPenaKita

#Komunitas Literasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar