Liburan
kali ini mencoba menggunakan moda transportasi Laut, mengenang 26 tahun yang
silam terakhir naik KM Dobonsolo milik PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni
(Persero) dari Pelabuhan Tenau, Kupang NTT ke Tanjung Perak Surabaya. Perjalanan
naik kapal laut durasi waktunya memang lebih lama dibading dengan naik pesawat
terbang, bagi mereka yang berlibur menikmati keindahan alam tidak masalah,
namun bagi yang punya kepentingan harus segera sampai tujuan, naik pesawat adalah
pilihan yang tepat. Tujuan berlibur kami adalah pulau Lombok yang mana banyak
destinasi wisata laut yang bagus dan masih terjaga keasriannya.
Kapal yang kami tumpangi adalah KM. Kirana 7 milik PT. Dharma Lautan Utama, berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat. Saya mengajak anak yang kebetulan baru merasakan naik kapal laut, setelah 26 tahun yang lalu pernah naik kapal Dobonsolo, waktu itu dia masih bayi, jadi belum tau bagaimana rasanya naik kapal yang mengapung di lautan berhari hari, akan tetapi sekarang baru merasakan sendiri bahwa naik kapal itu bisa banyak pengalamannya, antara lain dapat melihat Sunset dan Sunrise di anjungan kapal yang dikelilingi oleh lautan luas bak lukisan alam yang indah. Saat kami berlabuh cuaca cukup cerah sehingga pengambilan gambar maupun vidio sangatlah jelas.
Ketika
pengambilan vidio dan gambar sunrise kami sudah memasuki selat lombok, arus air
laut di selat cukup lumayan bergelombang, mengakibatkan kepala menjadi pusing
dan mabuk laut. Kami kembali ke tempat duduk, anak saya mengeluh pusing sekali
buk, akhirnya saya minta obat di bagian informasi, dikasih Antimo, langsung
saya suruh segera di minum, tidak berselang lama dia buru buru lari ke kamar
mandi, ternyata muntah muntah, berarti ini beneran mabuk laut, padahal
perjalanan masih kurang beberapa jam lagi. Perjalanan dari Surabaya tanggal 26
Juni sampai ke Lombok tanggal 27 Juni, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 22
jam, kapal mulai labuh pukul 12.00 wib siang dan sampai tujuan pukul 10.00 wita
besuknya.
Setelah
sampai di Pelabuhan Gili mas begitu turun, guncangan di kapal seperti belum
hilang rasanya, padahal sudah di daratan. Setidaknya anak saya sudah merasakan
perjalanan naik kapal laut yang waktunya lumayan lama, karena biasanya cuma
naik kapal Ferry penyeberangan Ketapang sampai Gilimanuk dan sebaliknya,
penyeberangan yang agak jauh lagi dari Padang bai ke Lembar sekitar 5 jam
perjalanan. Kami melanjutkan perjalanan dari Lembar ke Kota Mataram kurang
lebih setengah jam sudah sampai pusat kota Mataram. Sampailah di penginapan
langsung istirahat. Sorenya kami dijemput keponakan untuk menikmati Sut Set di
bukit Malimbu daerah Senggigi, bagus banget viewnya, betapa agung ciptaan Tuhan
semesta alam.
Paginya
kami melanjutkan traveling ke beberapa tempat wisata, antara lain Ke desa
Sukarara, desa Sade, Pantai Kuta Mandalika, Pantai tanjung Aan, dilanjutkan
gala dinner di Lombok Exotic. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, padahal
rencana awal pingin ke desa Sembalun menginap di sana baru lanjut naik ke puncak
Rinjani, apalah daya hari Senin anak saya sudah masuk kerja karena ijinnya cuma
1 hari. Hari minggu pagi sudah meninggalkan penginapan menuju bandara Praya
untuk kembali ke Surabaya dengan naik pesawat, sampai di Juanda sudah di jemput
anak pertama saya dan langsung menuju ke stasiun Pasar Turi mengantar anak saya
pulang ke Semarang. Agak lama juga menunggu keberangkatan Kereta Api yang ke
Semarang jadwal keberangkatan keretanya jam 15 lebih. Setelah boarding tiket
kami pulang ke Tulungagung lewat tol Dupak lanjut Tol Waru dan sampai
Tulungagung selepas Maghrib. Demikian sekilas perjalanan cuti liburan Tahun
Baru Islam, lain waktu dilanjut petualangan baru yang lebih berkesan.
Salam
Literasi…
Tulungagung,
22 Juli 2025
#@intokowati
#SahabatPenaKita
#Komunitas Literasi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar