Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Maret 2021

INTEGRITAS ASN KEMENTERIAN AGAMA DI UJI DI TENGAH PANDEMI

Tepatnya pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur memberikan pembinaaan kepada ASN dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung yang bertempat di aula MAN 2 Tulungagung sebagai sentral titik zoom meeting secara online dan offline, mengingat situasi masih dalam masa pandemi dan perpanjangan PPKM yang belum berakhir, maka kegiatan di lakukan secara daring. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya selanjutnya MC membuka acara dengan pembacaan surat Al-Fatehah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan do’a. Drs. Masngut, M.Pd.I selaku Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung memberikan ucapan selamat datang kepada bapak Kakanwil sekaligus memberikan kata sambutan secara singkat.

Kasubag TU selaku moderator memandu jalannya acara dengan menyampaikan prolog terkait dengan moderasi beragama. Dalam penyampaian materinya Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd dalam kata sambutannya menjabarkan tentang tiga hal dalam membangun integritas ASN di masa pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut:

  1. Memperkuat tali silaturrahmi
  2. Silatul Afkar
  3. Silatul A'mal

Menurut beliau kita ini harus menyatukan persepsi bahwa kita adalah satu entitas organisasi yang sama, menjadikan organisasi pembelajar. Dari silaturrahmi ditingkatkan menjadi silatul afkar dan pada tahap berikutnya silatul a’mal. Ada kata Agama yang selalu menempel atau melekat pada kita. Membangun Integritas itu harus bisa memahami proses dan ajaran agama. Kita menjadi konteks moderasi beragama yang didalamnya ada Salam, Islam, dan Istislam. Dari sisi Islam sebagaimana terletak diantara dua yaitu antara Salam dan Istislam. Salam adalah kedamaian dan kepasrahan dalam arti umum kemudian Islam dalam arti khusus. 

Yang perlu di moderasi adalah cara kita beragama, kecenderungan dari pemeluk agama dapat ke kiri atau ke kanan. Terkait dengan Islam yang sangat moderat ini mengandung moderasi beragama yang masuk dalam RPJMN. Hasil akhir dari moderasi beragama itu adalah kerukunan hidup umat beragama. Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap dan perilaku selalu bertindak adil dalam beragama. Ada kelompok minoritas liberal dan ada kelompok minoritas radikal dari keduanya diambil sikap moderat beragama yang senantiasa mengambil jalan tengah. Leading sector penguatan moderasi beragama adalah Kementerian Agama.

Indikator dari sikap yang moderat itu antara lain mempunyai toleransi, anti kekerasan (mampu melakukan mitigasi terhadap konflik), akomodatif dengan budaya lokal. Memperkuat tradisi keagamaan kita, karena inovasi secanggih apapun harus tetap menjaga tradisi dan budaya lokal. Substansi dari kholifatullah itu adalah kreatifitas. Esensi dari abdullah adalah tunduk setunduk-tunduknya dan patuh sepatuh-patuhnya. Kita perlu membekali karakter pada anak didik kita yaitu karakter moral dan karakter kinerja. Karakter moral kaitannya dengan kejujuran dan karakter kinerja kaitannya dengan ketangguhan.

Pandemi Covid-19 bukan menjadi penghalang dalam kita bekerja. Kebijakan kita masih dalam masa PPKM maka tentunya masih menerapkan WFH dan WFO untuk itu sebagai atasan langsung harus bisa mengawasi bawahannya terhadap setiap kinerjanya. Setiap ASN harus memberikan laporan kinerjanya kepada atasannya atas hasil kinerja yang sudah dilakukan selama penerapan masa WFH dan WFO. Disitulah integritas ASN dipertaruhkan untuk selalu bekerja dengan baik dan penuh dengan tanggungjawab. Demikian kurang lebih sambutan dan arahan dari bapak Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

 



Tulungagung, 23 Maret 2021

Intokowati

#SahabatPenaKita

Rabu, 17 Maret 2021

IKUT SERTA MENSUKSESKAN PROGRAM VAKSINASI COVID-19

Dua minggu yang lalu tepatnya hari selasa, tanggal 2 Maret 2021 melalui Puskesmas Kecamatan Kedungwaru para karyawan karyawati Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung ikut mensukseskan program pemerintah yaitu program vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kedungwaru. Seluruh karyawan karyawati mengikuti dengan penuh antusias dengan harapan setelah menerima vaksin para karyawan karyawati akan lebih terlindungi dari terinfeksi virus Corona. Karyawan perkantoran memang sangat rentan terkonfirmasi karena seringnya berinteraksi dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. 

Di mulai dari pukul 08.00 WIB antrian panjang sudah memenuhi ruang tunggu Puskesmas Kedungwaru untuk gelombang pertama sampai dengan pukul 09.00 WIB  dilanjutkan gelombang kedua selang satu jam sampai dengan gelombang ke empat yang berakhir sampai pukul 12.00 WIB. Setelah seluruh karyawan selesai melakukan vaksinasi giliran berikutnya acara tambah imun dengan makan siang bersama di aula kantor agar badan lebih vit setelah menerima vaksin. Menurut beberapa penuturan dari rekan-rekan bahwa efek dari vaksin menimbulkan rasa lapar dan mengantuk, rasanya memang cocok setelah divaksin langsung disediakan makan. Reaksi yang dialami akibat menerima vaksin Covid-19 mungkin sangat beragam ada yang demam, ada yang ngantuk, ada juga yang terasa lapar. 


antri menunggu panggilan

Menurut kabar yang beredar bahwa tingkat kekebalan tubuh setelah menerima vaksin baik tahap satu maupun vaksin tahap dua belum sepenuhnya mencapai 100% bisa kebal dan dapat terhindar dari serangan virus, namun setidaknya akan mampu menekan bekerjanya virus sehingga melemah tidak menimbulkan gejala yang serius terhadap pasien yang terinfeksi. Vaksin yang dimasukkan kedalam tubuh kita akan membentuk antibodi untuk menahan serangan virus dari luar yang menjadi benteng pertahanan didalam tubuh kita. Virus dengan varian baru juga bermunculan, kata para ahli virus mengalami mutasi gen sehingga membentuk varian jenis baru yang kinerja serangannya juga lebih ampuh dibading virus awalnya. Sebagai orang awam dan memang bukan ahlinya, sebenarnya kita hanya menerima informasi dari berbagai media massa baik media online, media cetak maupun media elektronik yang membahas tentang hal itu.

Sepertinya kita tidak perlu terlalu khawatir dengan berbagai isu yang berkembang, bahwasannya sebagai seorang muslim harus percaya bahwa Tuhan menciptakan penyakit pasti ada obatnya, dan juga menguji manusia sesuai dengan batas kemampuannya. Hanya saja manusia kadang lupa bersyukur ketika diberikan nikmat kesehatan, padahal sejatinya bahwa sehat itu mahal harganya. Sebagai hamba Allah diwajibkan untuk selalu berusaha, berdo’a dan tawakal agar kita tetap tenang dalam menghadapi setiap cobaan. Berusaha untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan, berdo’a agar senantiasa terhindar dari bencana dan malapetaka serta tawakal pasrah kepada Allah sang maha pencipta.


Setelah vaksinasi tahap pertama

Semestinya hari ini tanggal 16 Maret adalah waktunya kami para karyawan karyawati Kemenag untuk menerima vaksin tahap dua, berhubung dalam dua hari kedepan ada kegiatan maka kegiatan vaksin dilaksanakan tanggal 18 Maret 2021 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Mari kita sukseskan program vaksin semoga bangsa Indonesia segera dapat keluar dari bencana pandemi Covid-19 untuk menuju masyarakat yang sehat produktif. Salam sehat dan Salam Literasi.


Tulungagung, 26 Maret 2021


Intokowati

#SahabatPenaKita

Selasa, 12 Januari 2021

PERINGATAN HARI AMAL BAKTI KEMENTERIAN AGAMA KE-75

Setiap tanggal 3 Januari seperti biasanya Kementerian Agama memperingati hari ulang tahunnya yang dinamakan dengan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama. Usianya sama dengan Kemerdekaan Republik Indonesia yakni 75 tahun. Kalau dilihat dari usia manusia sepertinya sudah cukup umur bahkan bisa dibilang sudah tua, untuk itu Kementerian Agama selalu berbenah diri untuk menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. Isu yang berkembang di masyarakat dijawab dengan program-program kementerian yang dapat menyentuh langsung dan menjawab isu-isu tersebut. Kinerja yang dihasilkan juga harus jelas sehingga anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah outputnya jelas dan nyata, bukan fiktif.

Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati perayaan Hari Amal Bakti Kementerian Agama biasanya dilaksanakan dengan beragam acara dan kegiatan perlombaan. Mulai lomba yang sifatnya ringan, seperti permainan, olah raga, jalan sehat sampai lomba yang bersifat ilmiah. Namun khusus tahun 2021 terasa berbeda tidak ada perlombaan yang bisa dilakukan secara bersama dengan mengerahkan banyak orang, akan tetapi semua dari jenis perlombaan dilakukan secara daring. Panitia melakukan seleksi melalui kiriman yang disampaikan lewat chanel youtube yang sudah diunggah oleh masing-masing lembaga yang mengikuti ajang perlombaan tersebut. Khusus untuk Kemenag Tulungagung tidak terlalu banyak cabang yang dilombakan lewat daring hanya ada beberapa jenis perlombaan antara lain; lomba senam kreasi, dan lomba kreasi anak. Adapun peserta yang mengikuti ajang lomba tersebut adalah dari unsur lembaga pendidikan dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung mulai dari MAN, MTs.N, MIN dan RA se- Kabupaten Tulungagung.

Merasa menjadi bagian dari Kementerian Agama ungkapan rasa syukur sepertinya tidak akan pernah ada putusnya. Pengabdian yang tulus dari seluruh karyawan karyawati menjadi kebanggaan tersendiri, logo ikhlas beramal menjadi lambang dan cerminan bahwasannya seluruh insan yang bernaung dibawah Kementerian Agama hendaknya merasa jiwanya benar-benar ikhlas dalam bekerja dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Institusi yang mewadahi dari seluruh umat beagama dan beberapa keyakinan yang ada di masyarakat dan di belahan dunia ini, belum ada negara yang memiliki lembaga setingkat kementerian yang menangani semua agama, hanya ada satu yaitu di Republik Indonsesia. Beragaman perbedaan terus mewarnai dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan ber negara. Perbedaan adalah sebagai rahmatan lil alamin karena dengan menghargai perbedaan berarti kita semua sudah menjaga dan merawat toleransi dan kerukunan umat beragana. FKUB sebagai wadah yang mengurusi tentang kerukunan umat beragama di Indonesia. 

Di masyarakat arti kerukunan sangatlah penting dan menjadi isu yang krusial dan sangat sensitive karena ada kaitannya dengan keyakinan dan paham keagamaan. Timbulnya perpecahan karena antara umat dan para pemuka agama belum bersinergi dalam mewujudkan perdamaian. Masyarakat mejadi sangat rentan jika sudah menyangkut masalah agama. Kerukunan intern umat beragama dan extern umat beragama adalah hal penting yang harus disadari dan dilaksankan oleh seluruh umat beragama, karena perpecahan sering pula timbul dari dalam agama itu sendiri. Keyakinan dan kepercayaan dalam menjalankan ibadah menjadi pemicu awal perpecahan jika hal tersebut dalam skala besar sudah dapat dipastikan bahwa stabilitas keamanan negara sangat terganggu dengan munculnya beberapa aksi baik mendukung ataupun melawan. Kementerian Agama harus berada di garda paling depan dalam mewujudkan ketentraman dan kedamaian di bumi pertiwi. Dengan adanya latar belakang seperti terbesut diatas maka tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke- 75 mengambil tema “Indonesia Rukun” Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju.Tanpa adanya kerukunan akan sangat sulit mencapai cita-cita besar bangsa agar dapat sejajar dengan bangsa lain.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung juga melaksanakan upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke- 75 dengan sederhana tidak seperti biasanya upacara dilaksanakan dilapangan terbuka seperti lapangan BETA. Pelaksanaan upacara kali ini dipusatkan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dengan inspektur upacara Plt. Kepala Kantor dan di ikuti oleh para pejabat dan beberapa pegawai dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, adapun peserta yang lain mengikuti secara daring di lembaga masing-masing yang dilanjutkan dengan istighosah atau do’a bersama agar Indonesia tetap rukun dijauhkan dari perpecahan dan marabahaya serta masyarakat diberikan kesehatan dan keselamatan lahir batin. Semua rangkaian kegiatan upacara dan istighosah berjalan lancar dan hikmat tidak ada kendala apapun baik secara teknis maupun secara langsung. Selaku panitia kami semua mengucapkan terima kasih banyak kepada tim IT yang dinilai sukses dalam mengemban tugas atas terselenggaranya dua kegiatan penting tersebut. Semoga Kementerian Agama kedepannya lebih sukses dalam mengemban amanah.








Tulungagung, 05 Januari 2021

Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi


Jumat, 04 Desember 2020

FGD BEDAH DRAF RENSTRA KANWIL KEMENAG JATIM TAHUN 2020-2024

 

Bertempat di Hotel Harris Malang sejak hari senin tanggal, 23 november sampai dengan hari kamis tanggal, 26 novermber 2020 kami dari Kelompok Kerja Perencana Provinsi Jawa Timur mengikuti kegiatan Forum Group Diskusi bedah draf Rencana Stategis (Renstra) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur tahun 2020-2024. Kegiatan tersebut diikuti oleh para Perencana Kementerian Agama dari masing-masing Kabupaten/Kota dan Perguruan Tinggi  Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Jawa Timur. Nara sumber pendamping adalah Tim dari Universitas Brawijaya Malang. Trending topik yang paling hangat untuk dibahas adalah tentang Moderasi Beragama sebagai program nasional yang kemudian dijabarkan oleh Kementerian Agama RI yang termuat dalam Rencana Strategik dalam kurun waktu lima tahunan.

“Sasaran Strategis Kementerian/Lembaga (Outcome/Impact) merupakan kondisi yang akan dicapai secara nyata oleh Kementerian/Lembaga yang mencerminkan pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya hasil (outcome) dari satu atau beberapa program”. Sasaran Strategis Kementerian/Lembaga yang ditetapkan harus merupakan ukuran pencapaian dari Tujuan Kementerian/Lembaga. Sasaran strategis mencerminkan berfungsinya outcomes dari semua program dalam Kementerian/Lembaga. Sasaran Strategis K/L yang dirumuskan sama dengan sasaran pembangunan yang ada dalam RPJMN maupun RPJPN 2005-2025 sesuai dengan tugas fungsi K/L dan/atau setingkat lebih rendah dari sasaran pembangunan RPJMN. Memiliki sebab akibat (causality) secara logis dengan sasaran pembangunan dalam RPJMN maupun RPJPN.

Visi Misi Presiden 2020-2024 disusun berdasarkan arahan RPJPN 2020-2025. RPJMN 2020-2024 dilaksanakan pada periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan visi “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”. Visi tersebut diwujudkan melalui 9 Misi yang dikenal sebagai Nawacita kedua. Adapun 9 misi tersebut adalah:

  1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia
  2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing
  3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan
  4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan
  5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa
  6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya
  7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga
  8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya
  9. Sinergi Pemerintah Daerah dalam kerangka negara kesatuan.

Renstra Kementerian/Lembaga (K/L) itu merupakan operasional dari RPJM. Renstra Kanwil mengacu dan mempedomani Renstra Kementerian Agama pusat, adapun Rentra Kementerian Agama pusat adalah penjabaran dari RPJMN. Dari dokumen ini perlu adanya koordinasi dan singkronisasi dari Kementerian Agama pusat dengan Kantor Wilayah dan Kementerian Agama di Kabupaten/Kota. Dirjen harus satu kesatuan holistic, sehingga hubungan antar dirjen itu ada kesinambungan bukan secara parsial. Keterkaitan antar belanja bisa terbangun dan terintegrasi dalam satu arsitektur. Kanwil mengambil kerangka regulasi dan kelembagaan dari Renstra Kemenag Pusat Renstra Kanwil tidak memerlukan visi dan misi akan tetapi lebih memabahas kepada target dan pendanaan (RKAKL), Kabupaten/Kota lebih ke kegiatan, out put dan komponen. Impactnya lebih mengarah kepada Situasi dan kondisi yang bersifat kualitatif

Muatan dalam Renstra Kanwil bersumber dari Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1052 Tahun 2019. Renstra Kanwil Kementerian Agama Provinsi menjelaskan kondisi umum, potensi dan permasalahan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Renstra Kanwil Kementerian Agama Provinsi menjelaskan Tujuan Unit Eselon I di wilayahnya. Renstra Kanwil Kementerian Agama Provinsi menjelaskan Sasaran Kegiatan Unit Eselon I di wilayahnya. Menjelaskan hasil dan satuan hasil yang akan dicapai dari setiap indikator kinerja sasaran program dan indikator kinerja sasaran kegiatan. Target kinerja merupakan bagian dari target satuan kerja diatasnya. Menjelaskan kebutuhan pendanaan secara keseluruhan untuk mencapai target kinerja satuan kerja. Jadi mestinya Renstra Kanwil tidak memerlukan Visi dan Misi karena Renstra Kanwil mengambil kerangka regulasi dan kelembagaan dari Renstra Kemenag Pusat dan lebih memabahas kepada target dan pendanaan (RKAKL).

Selain itu, dijabarkan juga baik yang bersumber dari Rupiah Murni, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Badan Layanan Umum (BLU), Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Hibah Dalam Negeri (HDN), Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) serta sumber/skema lainnya seperti Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Corporate Social Responsibility (CSR). Menjelaskan simpulan secara singkat mengenai dokumen Renstra Satuan Kerja yang telah disusun dan arahan dari Pimpinan/Kepala Satuan Kerja dalam pelaksanaan perencanaan strategis, sehingga hasil pencapaiannya dapat diukur dan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan laporan kinerja tahunan Satuan Kerja.

Untuk menghasilkan keluaran yang bagus dan berkualitas dan dapat menyentuh kepentingan masyarakat secara umum dan menjawab isu yang berkembang dimasyarakat tentunya membutuhkan struktur dan pola perencanaan yang baik pula. Memerlukan adanya manajemen kinerja dari fungsional dengan kinerja Money follow program ; uang itu harus memberikan dampak, harus memnghasilkan perubahan sosial. Pengukuran kinerja Kanwil itu mengikuti kinerja eselon Dirjen atau mengikuti Renstra pusat. Kinerja di Kanwil adalah penggabungan atau akumulasi yang disebut dengan Managemen Kinerja. Dalam kegiatan sekretariat lebih mengarah pada layanan kesekretariatan. Program kegiatan mempunyai sasaran dan boleh memiliki satu atau lebih dari sasaran kegiatan. Jangan sampai ada kegiatan yang tidak mendukung sasaran induknya (sasaran Menteri). Didalam sasaran kegiatan perlu adanya sebab dan akibat. Kegiatan yang tidak menjadi sebab kegiatan yang lain harus dipengkas atau dilakukan penghematan. Kerangka kerja logis itu kegiatan yang mempunyai kerangka yang mempunyai implikasi kepada capaian program. Ada sasaran kegiatan dan ada output atau keluaran. Output itu menjelaskan bahwa sasaran kegiatan sudah dapat dilaksanakan.

Didalam Renstra Kanwil penuh dengan indicator dan semuanya dapat di ukur. Indikator strategis itu adalah Alat ukur yang mengindikasikan keberhasilan pencapain sasaran strategis K/L. Indikator Kinerja Program adalah ukuran kwantitatif  dan/atau kualitatif yang menggambarkan keberhasilan. Renstra ditingkat Kanwil harus mengedepankan isu dan yang akan menjawab isu tersebut adalah kegiatan. Adapun kegiatan di eselon tiga adalah kinerja kegiatan yang didalamnya memuat KRO ( Klasifikasi Rincian Output) dan RO ( Rincian Output). Isu itu berubah dari tahun ketahun sehingga tidak akan sampai mengulang lagi kegiatan yang sama pada tahun berikutnya. Perlunya pemetaan isu dan indikator Kinerja, targetnya apa dan merinci kegiatan menjadi rincian output sampai pada komponennya. Isu strategis seringkali berangkat dari data yang tidak jelas. Ketika data tidak dimiliki dari mana akan menghasilkan sasaran yang tepat. Organisasi pemerintah semestinya harus dapat lebih efektif dan efesien dalam penggunaan anggaran.

Merubah mainset itu penting, yakni Peningkatan kualitas pelayanan biasanya auditor dalam mengaudit lebih melihat pada serapan anggarannya, belum sampai mengarah lebih jauh kepada hasil yang didapat, apakah kegiatan dan anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran, atau hanya sebatas pada realisasi program dan kegiatannya saja, tanpa melihat esensi yang ada dalam rangka menjawab isu yang berkembang dan terjadi di masyarakat tersebut. Sebagai seorang Perencana mempunyai tugas dan kewajiban untuk memonitoring dan mengevaluasi hasil dan dana yang dibelanjakan apakah sudah tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan dari setiap program yang sudah direncanakan. Hasil dari monev anggaran dibuat rekomendasi untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan pada masa yang akan datang.

 

Tulungagung, 4 Desember 2020

Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi

Sabtu, 05 September 2020

BUBUR SURO WARISAN BUDAYA TURUN TEMURUN

Ketika memasuki tahun baru Hijriah atau tahun baru Islam, kalau orang jawa biasa menyebut adalah bulan Suro, sebagian masyarakat jawa biasanya memperingati malam pergantian tahun tersebut dengan mengadakan acara selamatan dan do’a bersama yang di laksanakan diperempatan jalan, atau di pinggir jalan, yang orang menyebutnya dengan nama “Baritan” berasal dari kata mbubarake peri dan setan. Do’a bersama dan selamatan nasi tumpeng ataupun ambengan oleh warga masyarakat merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta atas segala nikmat dan karunianya, serta sebagai permohonan agar dihindarkan dari musibah dan balak selama setahun mendatang.

Setelah acara do’a bersama selesai dilaksanakan, dilanjutkan dengan acara makan bareng dengan makanan yang sudah disediakan, seperti nasi dengan lauk ingkung ayam juga lauk pauk yang lain. Ada juga yang menyiapkan bubur Suro sebagai warisan tradisi dan sebagai ciri khas menu masakan bulan Suro. Bubur Suro sangat melegenda dikalangan orang jawa, cara masaknya tidak seperti layaknya membuat bubur biasa akan tetapi diberi bumbu-bumbu seperti sere, daun salam, daun pandan, jahe, kunyit, santan kelapa,  dan tak lupa dibubuhi garam sebagai penambah cita rasa masakan. Penyajian bubur Suro untuk acara Baritan ditaruh di dalam wadah takir atau piring yang bagian atasnya diberikan toping pelengkap lauk pauk antara lain kare tahu, kering tempe, pergedel, telur dan kacang kacangan yang digoreng.



Acara sepeti ini dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sebagai sebuah tradisi yang tidak lekang oleh waktu. Masyarakat masih banyak yang percaya dan melaksanakan tradisi budaya bangsa ini, karena dinilai masih relevan dengan keadaan sekarang. Memang peringatan upacara semacam ini tidak ada dalam ajaran Islam, namun adat istiadat atau budaya tetap dilestarikan dengan menjujung nilai luhur yang syarat dengan falsafah kehidupan. Dalam salah satu cabang hukum Islam menerangkan bahwa adat istiadat atau Urf itu bisa dijadikan dasar hukum meskipun pada level yang paling rendah, asalkan tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Hadits. Adat kebiasaan juga tidak berpotensi mengarah kepada kemusyrikan.

Peringatan menyambut 1 Muharram bukan hanya dilaksanakan di daerah Jawa saja namun di tempat lain juga menyambut datangnya 1 Muharram dengan kegiatan yang berbeda-beda. Seperti halnya di daerah Bengkulu penyambutan tahun baru Hijriyah dihubungkan dengan peristiwa Karbala di Iran, yang mana cucu baginda Nabi Muhammad SAW, putra Ali bin Abu Thalib yakni Husein yang telah gugur dalam medan pertempuran melawan Bani Umaiyah. Perayaan memperingati gugurnya Husein bin Ali bin Abu Thalib ini dinamakan upacara Tabut, perayaan ini dilakukan oleh Syeh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo. Dalam acara do’a dan dzikir juga terdapat sajian berupa bubur merah putih sebagai pelengkap dari acara ritual Tabut.

Seperti halnya di Bengkulu, tradisi menyambut bulan Muharram juga dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat yakni di daerah Tasikmalaya dan di daerah Garut. Sebagai bentuk peringatan atas wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, setiap tanggal 10 Muharram masyarakat di daerah Jawa Barat menyiapkan bubur merah dan bubur putih yang di sajikan terpisah yang dinamakan dengan bubur Suro, untuk dibawa ke masjid terdekat dengan beberapa makanan pelengkap lainnya. Bubur Suro ini disantap oleh para jamaah yang hadir dalam acara do’a bersama tersebut dengan harapan dapat membawa keberkahan bagi yang memakannya.

Di daerah Jawa Tengah, Jogyakarta dan Jawa Timur sebagian masyarakat juga masih membuat bubur Suro setiap memperingati datangnya bulan Muharram. Kami juga masih melanjutkan tradisi pembuatan bubur Suro pada 1 Muharram atau 10 Muharram sebagai bentuk pelestarian budaya dan warisan leluhur kami. Lingkungan di tempat tinggal juga masih mengadakan kegiatan do’a bersama dan makan bareng warga di sepanjang jalan di gang sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan kepada sang pencipta agar dihindarkan dari musibah dan balak.

Tulungagung, 01 September 2020
Intokowati
#SahabatPenaKita