Jumat, 14 November 2025

WUJUD CINTA MELALUI DONOR DARAH

Dalam mendukung Asta Protas Kemenag Berdampak pada point pertama yaitu, *Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan* Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung bekerjasama dengan PMI Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Donor Darah Massal yang diselenggarakan pada tanggal 12 November 2025 di Aula Kantor Kemenag Tulungagung, di ikuti oleh 71 orang perdaftar, masuk dalam daftar google form yang di share oleh panitia seksi Bakti Sosial Hari Amal Bhakti Kementerian Agama yang ke-80 dan pendaftar secara langsung di lokasi pelaksanaan kegiatan.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti donor pagi ini, sebelum pukul 08.00 wib mereka sudah mengisi daftar hadir dan mengikuti seremonial pembukaan acara. Hadir dalam acara pembukaan Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Dr. Masngut M.Pd.I) bertindak atas nama Kepala Kantor yang berkenan untuk membuka acara secara resmi, di dampingi oleh Ketua Panitia HAB Kemenag ke-80 (Suryani, M.Ag) dan Koordinator Seksi Bakti Sosial Dra. Lutfi Sua’idah.

Kegiatan donor darah ini sebagai bentuk perwujudan dari ASN Kemenag Tulungagung dan seluruh peserta dalam mengungkapkan rasa syukur dan  cinta kasih serta kepedulian kepada sesama, guna mendukung Program Prioritas Menteri Agama yakni Cinta Kemanusiaan. Rasa cinta terhadap saudara kita yang membutuhkan darah untuk menyambung nyawa sangatlah berarti, sebagaimana slogan PMI bahwa setetes darah yang kita sumbangkan akan menyelematkan ribuan nyawa.

 Selaras dengan tema HUT PMI ke-80 pada tanggal 17 September 2025 adalah "Tebarkan Kebaikan, Bantu Sesama Melalui Palang Merah Indonesia". Memiliki kesamaan Hari Ulang Tahun antara Kementerian Agama dan Palang Merah Indonesia yang dalam hal ini juga berulang tahun ke-80 maka kegiatan donor darah saat ini bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar melakukan tindakan kebaikan, sekecil apa pun kontribusinya, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kemanusiaan dan memperkuat solidaritas untuk masa depan kemanusiaan yang lebih baik.

Donor darah selain untuk kemanusiaan juga dapat bermanfaat bagi tubuh kita antara lain:

  1. Sebagai deteksi dini kesehatan, donor darah dapat memantau kondisi kesehatan secara berkala
  2. Merangsang regenerasi sel darah, tubuh akan merangsang produksi sel darah baru setelah sebagaian darah diambil yang akan membantu peremajaan sel darah
  3. Mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker karena membantu menjaga kadar zat besi dalam tubuh tetap normal
  4. Meningkatkan kesehatan mental, karena melalui donor darah dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan memberikan rasa bahagia karena telah membantu sesama.

Mari kita manfaatkan sebagian rezeki yang tidak ternilai berupa kesehatan dengan penuh rasa syukur dan kita manfaatkan usia kita untuk sesuatu yang bermanfaat khususnya bagi diri sendiri dan umumnya bagi sesama manusia.   

 

Tulungagung, 12 November 2025

@intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi

Kamis, 24 Juli 2025

KISAH PERJALANAN KE PULAU LOMBOK

 


Liburan kali ini mencoba menggunakan moda transportasi Laut, mengenang 26 tahun yang silam terakhir naik KM Dobonsolo milik PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) dari Pelabuhan Tenau, Kupang NTT ke Tanjung Perak Surabaya. Perjalanan naik kapal laut durasi waktunya memang  lebih lama dibading dengan naik pesawat terbang, bagi mereka yang berlibur menikmati keindahan alam tidak masalah, namun bagi yang punya kepentingan harus segera sampai tujuan, naik pesawat adalah pilihan yang tepat. Tujuan berlibur kami adalah pulau Lombok yang mana banyak destinasi wisata laut yang bagus dan masih terjaga keasriannya.

Kapal yang kami tumpangi adalah KM. Kirana 7 milik PT. Dharma Lautan Utama, berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat. Saya mengajak anak yang kebetulan baru merasakan naik kapal laut, setelah 26 tahun yang lalu pernah naik kapal Dobonsolo, waktu itu dia masih bayi, jadi belum tau bagaimana rasanya naik kapal yang mengapung di lautan berhari hari, akan tetapi sekarang baru merasakan sendiri bahwa naik kapal itu bisa banyak pengalamannya, antara lain dapat melihat Sunset dan Sunrise di anjungan kapal yang dikelilingi oleh lautan luas bak lukisan alam yang indah. Saat kami berlabuh cuaca cukup cerah sehingga pengambilan gambar maupun vidio sangatlah jelas.


Ketika pengambilan vidio dan gambar sunrise kami sudah memasuki selat lombok, arus air laut di selat cukup lumayan bergelombang, mengakibatkan kepala menjadi pusing dan mabuk laut. Kami kembali ke tempat duduk, anak saya mengeluh pusing sekali buk, akhirnya saya minta obat di bagian informasi, dikasih Antimo, langsung saya suruh segera di minum, tidak berselang lama dia buru buru lari ke kamar mandi, ternyata muntah muntah, berarti ini beneran mabuk laut, padahal perjalanan masih kurang beberapa jam lagi. Perjalanan dari Surabaya tanggal 26 Juni sampai ke Lombok tanggal 27 Juni, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 22 jam, kapal mulai labuh pukul 12.00 wib siang dan sampai tujuan pukul 10.00 wita besuknya.

Setelah sampai di Pelabuhan Gili mas begitu turun, guncangan di kapal seperti belum hilang rasanya, padahal sudah di daratan. Setidaknya anak saya sudah merasakan perjalanan naik kapal laut yang waktunya lumayan lama, karena biasanya cuma naik kapal Ferry penyeberangan Ketapang sampai Gilimanuk dan sebaliknya, penyeberangan yang agak jauh lagi dari Padang bai ke Lembar sekitar 5 jam perjalanan. Kami melanjutkan perjalanan dari Lembar ke Kota Mataram kurang lebih setengah jam sudah sampai pusat kota Mataram. Sampailah di penginapan langsung istirahat. Sorenya kami dijemput keponakan untuk menikmati Sut Set di bukit Malimbu daerah Senggigi, bagus banget viewnya, betapa agung ciptaan Tuhan semesta alam.

Paginya kami melanjutkan traveling ke beberapa tempat wisata, antara lain Ke desa Sukarara, desa Sade, Pantai Kuta Mandalika, Pantai tanjung Aan, dilanjutkan gala dinner di Lombok Exotic. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, padahal rencana awal pingin ke desa Sembalun menginap di sana baru lanjut naik ke puncak Rinjani, apalah daya hari Senin anak saya sudah masuk kerja karena ijinnya cuma 1 hari. Hari minggu pagi sudah meninggalkan penginapan menuju bandara Praya untuk kembali ke Surabaya dengan naik pesawat, sampai di Juanda sudah di jemput anak pertama saya dan langsung menuju ke stasiun Pasar Turi mengantar anak saya pulang ke Semarang. Agak lama juga menunggu keberangkatan Kereta Api yang ke Semarang jadwal keberangkatan keretanya jam 15 lebih. Setelah boarding tiket kami pulang ke Tulungagung lewat tol Dupak lanjut Tol Waru dan sampai Tulungagung selepas Maghrib. Demikian sekilas perjalanan cuti liburan Tahun Baru Islam, lain waktu dilanjut petualangan baru yang lebih berkesan.



Salam Literasi…

 

Tulungagung, 22 Juli 2025

#@intokowati

#SahabatPenaKita

#Komunitas Literasi

Kamis, 13 Maret 2025

BUKA PUASA DI MASJID AL MUSLIMUN

 

Berbuka puasa bersama di masjid menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama Muslim. Kita bisa bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Dengan berbuka puasa bersama di masjid akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, menghidupkan suasana masjid, menumbuhkan kepedulian sosial dan mendapatkan berkah waktu berbuka.

Masjid Besar Al Muslimun lokasinya sangat strategis karena letak masjid ada di sebelah barat perempatan jalan yang lalu lintasnya cukup ramai dan padat dengan kendaraan setiap harinya. Dengan lokasi yang sangat strategis ini, maka banyak pengguna jalan yang mampir untuk melaksanakan sholat dan sekedar beristirahat sepulang kerja atau dalam perjalanan. Pada bulan Ramadhan setiap harinya takmir masjid menyediakan menu untuk berbuka puasa di masjid.

Pada Ramadhan kali ini takmir mencoba menyajikan menu buka puasa dengan piringan bukan lagi nasi kotak, dengan harapan akan dapat menjangkau semua jamaah untuk dapat menikmati menu buka yang sudah disajikan. Menu yang disajikan setiap hari selalu berganti ganti mulai dari rawon, sop ayam, soto, lodho, sayur bobor, sayur lodeh, dsb, dengan harapan agar para jamaah tidak bosan menikmati hidangan buka puasa, dan menjadi tambah semangat pergi ke masjid untuk beribadah.

Sebelum kegiatan berbuka puasa ada kegiatan kajian kitab dari Kyai setempat yang termasuk takmir masjid juga, Pak Yai Dahlan namanya, kajian kitab dimulai dari pukul 17.00 wib sampai menjelang berbuka, setelah itu di pandu oleh ketua takmir untuk berdo’a bersama dengan membaca istighfar dan syahadat diharapkan segala hajat-hajat para jamaah dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam sebuah riwayat hadits bahwa Rasulullah bersabda: "Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang sedang dalam perjalanan." (HR. Tirmidzi). Hadits ini menunjukkan bahwa doa orang yang berpuasa, khususnya menjelang waktu berbuka, memiliki keutamaan yang besar dan sangat dianjurkan.


Saat Adzan maghrib berkumandang para jamaah terlebih dahulu berbuka dengan air putih dan 3 butir kurma yang sudah di bagikan oleh remaja masjid setempat, untuk menggugurkan puasanya. Kegiatan dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah di dalam masjid, setelah selesai sholat berjamaah bisa menikmati makan bersama di serambi masjid, tidak diijinkan makan di dalam masjid, supaya tidak mengotori tempat sholat. Panitia sudah menyiapkan tempat piring kotor, setelah selesai makan piring kotor bisa ditaruh di tempat yang sudah disediakan.

Takmir sudah berupaya untuk perbaikan pelayanan kepada jamaah namun masih banyak kekurangan. Karena jumlah jamaah di Masjid Al Muslimun pada saat berbuka puasa tidak dapat di prediksi jumlahnya, maka ketika jamaah penuh terkadang porsi makan orang yang datang belakangan menjadi berkurang, supaya cukup ibu ibu membagi nasi dengan porsi yang sedikit agar bisa kebagian semua. Persediaan porsi makan yang disajikan antara 250 sampai 300 porsi tapi kalau jamaah sedikit sisanya juga banyak. Hal seperti ini menjadi seni tersendiri bagi kami para ibu ibu penyaji makanan. Dalam hati kecil terkadang merasa tidak enak dengan jamaah yang datang belakangan dan menerima porsi menu yang kurang.


Begitulah gambaran berbuka puasa di Masjid Besar Al Muslimun, apapun kekuranggannya semoga bisa menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan untuk perbaikan kegiatan selanjutnya. Hal yang terpenting dari adanya kegiatan ini adalah dapat menggambil hikmah dari ibadah puasa di bulan Ramadhan. Semoga apa yang dilakukan dicatat menjadi amal yang khasanah dan menjadi penyemangat kita agar hidup ini lebih bermakna dan bisa membawa manfaat bagi sesama.

Kamis, 14 November 2024

KICK OF MEETING RAKERNAS KEMENAG 2024

          


Pemerintahan baru yang dipimpin oleh presiden Prabowo Subiyanto memulai babak baru dengan membentuk Kabinet Merah Putih. Para Menteri diambil sumpahnya di Jakarta pada hari Senin, 21 Oktober 2024. Perombakan kabinet membawa dampak besar khususnya bagi Kementerian Agama. Pembentukan Badan Baru yaitu Badan Penyelenggara Haji yang menangani masalah Haji dan berfungsi sebagai pemberi dukungan penyelenggaraan haji yang ditangani oleh Kementerian Agama. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal yang semula di dibawah Kementerian Agama beralih fungsi menjadi badan tersendiri termasuk seluruh perangkat, komponen, anggaran serta aset yang dimiliki dialihkan semuanya ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.

Acara Kick Off Meeting Rakernas Kemenag 2024 dilaksanakan pada hari selasa, 12 November 2024 di Auditorium HM. Rasjidi Gedung Kementerian Agama RI Jl. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat dan dihadiri oleh seluruh pimpinan tinggi sampai dengan kepala Madrasah dan kepala KUA, baik secara luring maupun daring. Jumlah peserta yang ikut sebanyak 10.857 peserta menurut laporan dari Sekretaris jenderal Kemenag RI bapak Muhammad Ali Ramadhani. Adapun tema yang di angkat pada kegiatan kick off meeting ini yaitu; Menyatukan Langkah, Mewujudkan Daya Saing Umat untuk Kemaslahatan masa depan”.

Turut hadir dari Komisi VIII DPR RI yaitu bapak Marwan Dasopang, beliau menyampaikan beberapa hal terkait dengan Kementerian Agama. Pertama tentang nomenklatur Kementerian. Meskipun ada badan baru tapi masih terkait dengan Kementerian Agama karena masih tidak terlepas dari urusan agama. Perumusan program yang ada di Badan masih dibicarakan di komisi VIII. Kemeterian Agama merasa masih tidak sebanding dengan Kementerian lain terkait dengan masalah pendidikan. Ada sebagian pendidikan yang diambil alih oleh pihak lain akan tetapi tidak diperhatikan terkait dengan anggaran. Ada suatu lembaga pendidikan yang memiliki guru dan tenaga kependidikan yang masih menerima insentif sebesar Rp. 200.000,- perbulan itupun tidak mesti setiap bulan mereka menerima, padahal mereka mengabdi dan mendedikasikan seluruh tenaganya untuk kemajuan pendidikan di pelosok negeri. Kenapa pemerintah tidak mengalihkan anggaran yang ada di sekolah yang tidak memiliki siswa kepada lembaga pendidikan yang membutuhkan.  Langkah-langkah yang kita ambil dalam Rakernas ini adalah memprioritaskan anggaran di bidang pendidikan, KIP dan PIP harus kita dapatkan dari pemerintah. Komisi VIII akan mendukung hasil Rakernas Kementerian Agama.

Sambutan dari bapak Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA


Kementerian Agama adalah Kementerian yang luar biasa. Kehadiran Kementerian Agama secara historis ada berkaitan dengan kemerdekaan RI dan dimulai dari Piagam Jakarta. Kemenag menjembatani dua kepentingan pada waktu itu dipimpin oleh HM Rosyidi. Kementerian Agama sudah mengalami beberapa perampingan.

Pertama adalah pisahnya Pengadilan Agama dari Kementerian Agama mengikuti Mahkamah agung. Adapun dampak dari pemisahan tersebut adalah tingginya angka perceraian yang di dominasi dari pasangan muda. Jangan menganggap enteng tentang peceraian ini. Kalau keluarga berantakan akan berkontribusi pada lemahnya keluarga, dan ketika keluarga berantakan maka akan melemahkan ketahanan negara. Berikutnya adalah Badan Litbang Kemenag yang masuk ke BRIN itu adalah kelemahan kita karena kita tidak  dapat mengambil kebijakan yang tepat tanpa melalui adanya penelitian. Badan Zakat dan Wakaf melalui BWI, dan Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Bicara tentang strategi harus ada visi dan misinya. Kita jadikan Kementerian Agama sebagai stabilisator Negara. Agama bisa sebagai nuklir yang mana bisa memberi manfaat yang besar, akan tetapi juga dapat menghancurkan yang lebih dahsyat. Target Kementerian Agama ke depan bukan untuk mencari penghargaan akan tetapi bagaimana umat itu menyatu dengan agamanya, supaya semua pemeluk agama dapat memahami dan menghayati serta mengamalkan sesuai dengan agama yang dipeluknya masing-masing. Kalau pemeluk agama memahami agamanya, maka tidak akan ada konflik, terorisme, dan kekerasan dalam beragama. Bagaimana mendekatkan antara agama dengan pemeluknya. Lingkungan kita seolah ditantang untuk beberapa tahun ke depan. Bicara agama adalah bicara kontektual. Nilai-nilai agama harus berani menunjukkan. Guru kadang mengajarkan kepada muridnya bahwa agama kita paling baik. Hal seperti ini yang nantinya akan menimbulkan masalah. Negara yang paling aman adalah Indonesia, inflasi di negara Indonesia adalah paling kecil dibandingkan dengan negara negara lain seperti Mesir, Turki, Spanyol dll. Sudah saatnya Indonesia GO Internasional. Kita jauh dari negara Israil sangatlah beruntung karena dampak dari inflasi sangatlah rendah dibandingkan dengan negara di sekitar Israil.

Kekuatan yang paling besar di Indonesia adalah umat Islam dan mayoritas dari kalangan Sunni. Umat Islam di Indonesia sangatlan paternalistik. Kita jangan kalah untuk membuat produk-produk yang unggulan seperti Tim Ekonominya pak Prabowo. Kementerian Agama harus memiliki visi yang tajam, Tim releginya Kementerian Agama harus solid. Kita harus bisa mengeleminir perbedaan yang ada, kita mulai lembaran baru Kementerian Agama yang solid. Kita wujudnya go clean dengan mulai melakukan pembersihan di Kementerian, praktek-praktek yang pernah dilakukan dimasa lampau jangan sampai terulang. Jangan memberikan kepada Mentri apa yang bukan haknya, sedikit tetapi berkah dan halal dari pada banyak tapi dikejar kejar. Demikian sekilas yang disampaikan oleh bapak Menteri Agama pada acara kick off meeting Rakernas meskipun singkat tapi bermakna cukup mendalam. Semoga Kementerian Agama ke depan semakin solid dan benar benar GO Internasional.

 


 

 

Kamis, 13 Juni 2024

SANG PROMOVENDUS

Sidang Terbuka diraihnya gelar Doktor di Pasca Sarjana UIN SATU Tulungagung, tanggal 11 Juni 2024 terlihat begitu semarak dan meriah, papan ucapan selamat berjejer di sepanjang jalan menuju gedung Pasca Sarjana UIN SATU Tulungagung, hadir para tim hore dari Kemenag Tulungagung yang ikut menyimak jalannnya sidang terbuka tersebut. Sidang di mulai pukul 10.00 wib yang dipimpin oleh Rektor UIN SATU Tulungagung Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I. Sang Promovendus berdiri di tempat podium yang sudah disediakan oleh panitia sidang. Menyanyikan lagu Indonesia Raya di ikuti semua yang hadir di tempat sidang aula lantai 5 gedung pasca sarjana UIN SATU Tulungagung. Pembawa acara mempersilahkan kepada pimpinan sidang terbuka untuk memimpin jalannnya sidang sampai selesai.


          Selama jalannya sidang ujian terbuka terkesan seperti pembinaan di kantor, karena sang promovendus (bapak Masngut) saat ini menjabat sebagai Plh. Kepala Kemenag Tulungagung. Pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada penguji untuk bertanya seputar desertasi yang ditulis oleh promovendus, dimulai dari penguji utama (Prof. Dr. Yatim Riyanto, M.Pd.) dari UNESA beliau adalah guru besar manajemen pendidikan yang telah banyak menyumbangkan pemikirannya untuk kemajuan UIN SATU Tulungagung. Beliau mempertanyakan seputar output dan outcome serta indikator dari desertasi yang ditulis oleh promovendus. Prof. Yatim memberikan apresiasi yang bagus kepada promovendus, bahwa selama beliau menguji baru kali ini seorang promovendus memberikan paparan secara langsung tanpa melalui media seperti paparan pada slide atau power point di layar monitor. Sang promovendus juga sangat menguasai materi serta permasalahan yang diangkat dalam desertasinya.

            Berikutnya pak Rektor juga mempertanyatan masalah Gen Z yang menjadi obyek dari penelitian sang promovendus, Gen Z sebagai kepala dari desertasi malah tidak dimunculkan sebagai congornya, sambil tertawa pak Rektor memberikan ilustrasi dari keseluruhan hasil penelitian  secara utuh itu pasti ada kepala, leher, badan dan buntut (ekor). Dalam hal ini ekor lebih dimunculkan dari pada congor. Dengan jawaban yang santai promovendus dapat menjawab semua pertanyaaan yang juga mengundang banyak gelak tawa oleh para hadirin semua. Salah satu dari profesor juga mempertanyakan terkait dengan kebijakan dan kebijaksanaan, yang pada intinya bahwa sang promovendus punya peran penting untuk memberikan kebijakan kepada seluruh pegawai untuk segera mendaftar dan kuliah di UIN Satu Tulungagung, bagi yang sudah lulus S1 bisa mendaftar S2 dan bagi yang sudah S2 bisa mendaftar S3. Selanjutnya pertanyaan demi pertanyaan dilanjut oleh tim penguji yang lain, dan sidang dinyatakan selesai.  Pimpinan sidang mengumumkan bahwa sidang di skors sementara untuk menentukan hasil nilai dari seluruh tim penguji.

Hasil akhir dari kesepakatan tim penguji menetapkan bahwa promovendus saudara Masngut M.Pd.I berhak menyandang gelar Doktor dan lulus dengan nilai memuaskan Cloumlaude. Suara  tepuk tangan bergemuruh di ruang sidang, evoria para anak buah terlihat jelas di sana. Ucapan selamat dan pemberian kalung bunga, buket bunga dan foto bersama menjadi momen yang indah atas keberhasilan bapaknya telah meraih gelar Doktor. Meski tidak dihadiri oleh anak anak kandungnya karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, namun kami para anak buahmu selalu mendukung bapak untuk kesuksesan pencapaian yang telah diraih dan semoga dapat bermanfaat untuk institusi khususnya Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan umumnya Masyarakat luas. Selamat bapak Dr. Mangut, M.Pd.I.

 




 

Tulungagung, 11 Juni 2024

@Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasPenulis


Selasa, 02 April 2024

BALASAN ALLAH ITU NYATA

Pagi itu kebetulan saya lewat Jl. Panglima Sudirman, di trotoar jalan raya depan SMPN 2 Tulungagung ada nenek tua yang jualan keripik dan rengginang, dibungkus di plastik kecil kecil, terbersit dipikiran ingin membeli sepulang dari ATM. Ternyata ketika kembali, laju kendaraan sudah lewat sampai lampu merah, baru teringat nenek tua itu, akhirnya saya putar balik sepeda motor untuk membeli rengginang tadi. Melihat dari tampilan fisik memang kurang menarik untuk sebuah penawaran produk yang dapat menarik minat konsumen untuk membeli, namun saya menilainya dari sisi lain yakni semangat nenek itu untuk tetap mendapatkan penghasilan yang halal, tanpa harus meminta-minta pada orang lain, itu yang perlu dihargai.

Semangat kerja nenek tadi perlu dijadikan contoh yang baik bagi kita, yang masih diberikan kesehatan dan kebugaran untuk dapat melakukan aktifitas normal, fisik dan tenaga masih kuat. Namun terkadang kurang merasa bersyukur atas apa yang sudah kita dapatkan dan miliki. Senyampang kita lihat di beberapa tempat, biasanya yang banyak di perempatan lampu merah, orang minta-minta, padahal terlihat masih muda dan kuat, bisa melakukan pekerjaan lain yang dapat menghasilkan uang tanpa mengganggu pengguna jalan. Mereka melilih cara yang mudah untuk menghasilkan uang dengan cara meminta. Sepertinya agak susah juga menghapus orang orang jalanan itu, karena sudah dijadikan mata pencaharian oleh mareka. Dalam menghasilkan uang, adakalanya orang memilih hal yang mudah, tidak mengeluarkan biaya tapi mendapatkan hasil, beda dengan sang nenek tua itu, meski sudah tua masih mampu untuk berkarya.

Sepanjang jalan pulang, saya terus memikirkan perihal tentang nenek itu, salut banget dengan semangat kerjanya, walaupun sang nenek tidak beranjak dari tempatnya, hanya duduk saja ditempat. Akhirnya saya tersadar belum belanja kebutuhan untuk masak nanti sore buat berbuka puasa di warung langganan. Motor saya arahkan ke warung untuk berbelanja, ada beberapa barang yang saya pilih, sayur kluwih, kacang  panjang, ikan, bumbu dll. Setelah selesai dihitung sama penjual, saya bayar semua belanjaan. Ketika mau pulang ibu warung memberikan minyak goreng 2 botol, kaget juga, kok saya diberi minyak bu, iya buat goreng goreng krupuk menjelang lebaran kata ibu warung.

Di jalan saya berfikir lagi apa mungkin ini balasan Allah ketika saya membeli rengginang ke nenak tadi, yang langsung diganti minyak goreng, sungguh balasan itu tidak sebanding dengan nilai yang saya keluarkan, dan nikmat mana lagi yang harus didustakan. Secuil perbuatan baik, balasannya langsung dan nyata, dibayar kontan bahkan berlipat lipat. Dari peristiwa tersebut, bisa diambil hikmah dan pelajaran, bahwa hendaklah kita banyak melakukan kebaikan walaupun kecil, sekalipun juga tidak tampak secara kasat mata, karena balasan Allah itu nyata adanya, kalaupun tidak dibalas saat itu juga, mungkin dilain waktu akan dapat kita terima buah dari apa yang pernah kita tanam, meskipun dengan cara yang lain. Teruslah berbuat baik dan perbanyak bersyukur atas nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita semua.

Tulungagung, 2 April 2024

@intokowati

#SahabatPenaKita_Tulungagung

#Komunitas Literasi

Jumat, 10 November 2023

LOMBA KEBERSIHAN KUA DAN MADRASAH

 

Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-78 berbagai jenis kegiatan dan lomba-lomba di adakan oleh seluruh lembaga di lingkungan Kementerian Agama dari muli dari Pusat sampai ke daerah. Kegiatan yang diadakan cukup beragam bentuknya, antara lain; kegiatan yang sifatnya edukasi, kegiatan amal dan sosial, kegiatan olah raga, kesenian, kompetisi, pembinaan dan lomba kebersihan lingkungan, dll.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung juga melaksanakan serangkaian kegiatan terkait peringatan HAB Kemenag ke-78. Lomba yang penulis rasakan memakan waktu yang cukup panjang dan menguras energi adalah lomba Tata Kelola dan Kebersihan KUA dan Madrasah. Ada dua tahap penilaian yang pertama kali kunjungan adalah kondisi awal pada saat lembaga itu di kunjungi, yang sifatnya pembinaan untuk perbaikan lembaga tersebut. Perbaikan bidang administrasi dan tata kelola, perbaikan pelayanan yaitu pelayanan public yang lebih diutamakan, kebersihan, kerapian dan keindahan kantor.

Penilaian dilakukan oleh Tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor yang beranggotakan para pejabat dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Penilaian dilakukan sebanyak dua kali penilaian, penilaian tahap awal sudah dilakukan bulan September 2023 dengan terjadwal dan masing-masing lembaga diberikan surat pemberitahuan berikut instrument penilaian. Selanjutnya pada penilaian tahap ke dua, lembaga tidak diberikan jawal kunjungan secara terinci, karena sewaktu waktu tim dapat terjun langsung untuk menilai kondisi dilapangan pasca penilaian tahap pertama.

Mulai hari ini tanggal 9 November adalah kunjungan penilaian pada tahap ke dua, berharap untuk semua lembaga akan tampak adanya perubahan, atas saran dan masukan dari rekomendasi tim pada kunjungan sebelumnya, apakah sudah ada tindak lanjut dan mengalami peningkatan atau bahkan malah terjadi penurunan. Harapan dari Tim Penilai bukan hanya sebatas lomba, namun akan menjadi pembiasaan dilingkungan kerja lembaga yang berada di wilayah kerja binaan Kemenag Tulungagung, untuk lebih tertib administrasi, baik dalam melayani  masyarakat, lingkungan KUA dan madrasah bersih, rapi dan indah sehingga para penghuninya merasa aman dan nyaman tinggal dilingkungan tersebut.

Budaya bersih harus selalu dibiasakan dilingkungan kita, bersih dalam pelayanan termasuk bagian dari pembangunan zona integritas, bersih lingkungan tempat kerja akan meningkatkan performa lembaga. Menjaga lingkungan kantor tetap asri adalah tanggung jawab bersama bukan hanya semata-mata dibebankan pada tenaga kebersihan saja, namun seluruh pegawai yang berada di lembaga tersebut harus selalu menjaga agar suasana tetap bersih, indah, terawat dan sejuk dipandang. Bersih lingkungan kita bersih pula penghuninya.

 

Tulungagung, 9 November 2023

 

@intokowati

#Kemenag_Tulungagung

Kamis, 02 November 2023

GESER JADI MANTUL

 

Geser Jadi Mantul (Gerakan Serentak Jaring Diabetes Masyarakat Tulungagung). Tepatnya di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Rabu, tanggal 01 Nopember 2023 dimulai pukul 08.00 wib, para pegawai sudah mulai mengantri untuk melakukan screening kesehatan. Kegiatan rutin yang dilakukan Puskesmas Kedungwaru bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dalam rangka mendeteksi dini gangguan penyakit tertentu, agar bisa dilakukan tindakan preventif mana kala ditemukan ada gejala yang sekiranya butuh untuk ditindaklanjuti.

Pemeriksaan dimulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tensi/tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah. Dari hasil pemeriksaan tersebut dapat diambil kesimpulan apakah seseorang secara keseluruhan normal atau ada gangguan tertentu, misalkan tekanan darahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kemudian dari pemeriksaan berat badan dan tinggi badan apakah orang tersebut antara tinggi badan dan berat badan sudah seimbang/proporsional, atau cenderung obesitas atau bahkan kurang. Dari hasil pemeriksaan darah mana kala hasilnya gula darah dalam tubuh cukup tinggi maka perlu diwaspadai dan perlu mengatur pola makannya.

Hasil dari sreening kesehatan belum menentukan apakah pegawai tersebut mempunyai gangguan atau penyakit tertentu, hanya sebagai bahan rujukan agar para pegawai lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan diri dari segala kemungkinan penyakit tertentu yang tidak diharapkan datangnya. Harapan hidup pegawai semakin tinggi dan kualitas kesehatan baik jasmani maupun rohani semakin meningkat. Untuk meningkatkan etos kerja dan meningkatkan pelayanan yang prima maka dibutuhkan pegawai yang sehat pula, baik sehat secara jasmani maupun kesehatan mentalnya.

Hasil sidang tim kesehatan pada pemeriksaan kesehatan kali ini memutuskan bahwa peserta paling sehat adalah ASN dari Kemenag Tulungagung dan ucapan terima kasih disampaikan dari tim kesehatan atas partisipasi dalam screening kesehatan hari ini. Semoga ASN dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung senantiasa diberikan kesehatan lahir batin dan keberkahan dalam bertugas. Pada intinya jika para pegawai sehat maka pekerjaan dapat tuntas, dan semua pelayanan dapat berjalan lancar.

Para pegawai yang sudah melakukan screening kebanyakan langsung menuju kantin kantor untuk mengisi perut karena dari semalam sudah melakukan puasa sehingga lapar pun melanda. Begitulah sepintas yang penulis amati dari kegiatan screening kesehatan hari ini. Semoga kita semuanya dijauhkan dari penyakit dan balak dan senantiasa diberikan limpahan rahmat serta karunia-Nya.

 

Tulungagung, 01 November 2023

@intokowati

#SahabatPenaKita

Rabu, 18 Oktober 2023

SEMANGAT KOPDAR SAHABAT PENA KITA (SPK)

 

        Setelah sekian lama dinanti akhirnya terlaksana juga kopdar Sahabat Pena Kita Tulungagung, yang awalnya merupakan sebuah Komunitas Literasi dan bermertamorfosis menjadi sebuah group yang keberadaannya sudah diakui di dunia penulisan tingkat nasional. Tepatnya hari Minggu, tanggal 15 Oktober 2023 merupakan momentum bersejarah adanya kopdar perdana SPK Tulungagung. Banyak kendala yang dihadapi para pengurus dalam mewujudkan kopdar tersebut, selain beberapa waktu yang lalu adanya pandemi Covid-19  menjadi penghalang terwujudnya kopdar anggota SPK Tulungagung, juga kesibukan dari para anggotanya juga para pengurus SPK Tulungagung.

Intinya kopdar menurut Prof. Naim ya makan-makan, ada benarnya juga apapun dan dimanapun ada pertemuan sepengetahuan saya pasti ada makan-makannya. Namun sejatinya banyak pengetahuan dan juga pemikiran baru yang muncul dengan adanya kopdar SPK ini, jadi bukan hanya sekedar ketemu dan makan saja. Selain membahas tentang program masa depan SPK Tulungagung juga menunjuk secara aklamasi ketua baru yaitu; sdr. Roni Ramlan, M.Ag sebagai Ketua SPK Tulungagung, menggantikan sdr. Thoriqul Aziz, M.Ag. Reorganisasi adalah hal yang wajar dalam dinamika kepengurusan sebuah komunitas. Dengan terpilihnya ketua baru harapannya SPK Tulungagung akan lebih maju dan berkembang.

Program yang segera dapat direalisasikan adalah melakukan MOU dengan lembaga-lembaga Pendidikan untuk membumikan SPK Tulungagung menjadi lebih eksis dan dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Para pengurus maupun anggota bisa menjadi nara sumber atau mentor untuk lembaga tersebut, membimbing dan juga menerbitkan karya-karya dari mereka baik berupa, cerpen, puisi, artikel, buku-buku, dan karya tulis lain seputar dunia literasi. SPK Tulungagung berupaya untuk dapat menerbitkan sendiri dan memiliki percetakan yang dapat membantu para penulis untuk dapat menyalurkan hasil karyanya. Mencoba melakukan pemasaran hasil karya dari para anggota dan para penulis secara komersial meskipun sebenarnya itu bukan menjadi tujuan pokok. Tujuan terpenting adalah bangaimana ide, gagasan pengalaman dan karya kita dapat dibaca oleh orang lain, syukur-syukur bisa jadi referensi dan sumber inspirasi untuk khalayak umum.

Dalam kopdar ini, sifatnya tidak seremonial melainkan dilakukan dengan santai dan banyak diselingi dengan canda tawa, meski begitu banyak hal yang disepakati dan akan segera diwujudkan dalam waktu dekat seperti halnya pendataan kembali anggota SPK Tulungagung, melakukan MOU dengan lembaga lain, dan penerbitan buku solo karya dari para anggota, kalaupun ada yang karya bersama maksimal 3 orang. Anggota aktif dalam sebulan wajib setor minimal satu tulisan untuk sunanahnya tak terbatas sesuai dengan kemauan penulis. Melakukan rekruitmen anggota baru dengan syarat mau setor tulisan dan aktif menulis. Ngomong omong penulis sendiri sebenarnya juga sebagai anggota lama, juga jarang menulis karena banyaknya kesibukan. Kopdar SPK ini membangkitkan kembali jiwa literasi saya yang sudah lama mati suri, bangkit kembali dan semoga bisa istiqomah terus menghasilkan karya tulisan yang lebih banyak dan beragam.

Kopdar perdana ini cukup unik menurut saya, karena begitu acara sudah selesai, ternyata berlanjut lagi, dan seterusnya, sampai dirasa cukup, akhirnya di tutup dengan foto bersama dan pamitan pulang, tapi setelah pada pamit pulang masih duduk kembali dan melanjutkan obrolan sampai suara Adhan Dzuhur berkumandang, setelah itu masih juga dilanjut lagi, sepertinya asyik sekali dan agak berat untuk menyelesaikan acara kopdar SPK Tulungagung ini. Rencana kopdar berikutnya 3 bulan kedepan (bulan Januari 2024) semoga acara selanjutnya beberapa program sudah mulai berjalan, dan anggota semakin semangat menulis.

Terima kasih kepada Prof. Ngainun Naim yang sudah memberikan fasilitas tempat untuk dijadikan  basecamp Sahabat Pena Kita Cabang Tulungagung, juga saran, motivasi dan bimbingan agar para anggota lebih produktif dalam menulis dan menghasilkan karya tulisan dalam rangka merawat dan melestarikan literasi di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.

Salam Literasi…

 

 

Tulungagung, 15 Oktober 2023

@Intokowati

#SahabatPenaKita

#Komunitas Literasi

Selasa, 01 November 2022

KEMAH MODERASI BERAGAMA KEMENAG KAB. TULUNGAGUNG DI UIN SATU TULUNGAGUNG

 


Bertempat di lapangan timur UIN Satu, kegiatan Kemah Moderasi Beragama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung diselenggarakan. Dalam kemah tersebut diikuti oleh seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dari berbagai unsur pemeluk agama, yaitu; Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha sekitar seribuan peserta. Acara tersebut berlangsung selama dua hari mulai hari Sabtu, tanggal 29 Oktober sampai dengan hari Minggu, tanggal 30 Oktober 2022. Kegiatan pembukaan kemah moderasi bertempat di aula gedung Arif Mustaqim lantai 6 yang dibuka secara langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur sekaligus pembinaan ASN dan launching aplikasi SIMPEL Kemenag Tulungagung dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat secara online melalui program digitalisasi layanan.

Sambutan selamat datang, selaku tuan rumah disampaikan oleh bapak Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag. selaku Rektor UIN SATU Tulungagung kepada bapak Kakanwil dan seluruh peserta Kemah Moderasi. Belian sangat senang dan berterima kasih dapat berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dalam mengawal dan mensukseskan kegiatan Moderasi Beragama yang sudah dicanangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam menjaga keutuhan menjaga persatuan NKRI, agar jangan sampai terpecah belah karena perbedaan agama, suku, ras, keyakinan dan kepercayaan. Sambutan berikutnya dari bapak Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, dalam kata sambutannya beliau menyampaikan apresiasi yang luar biasa dan bangga kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, yang dalam hal ini sebagai penyelenggara pertama kegiatan Kemah Moderasi untuk tingkat Kabupaten/Kota di Wilayah Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. 

Rangkaian Acara Kemah Moderasi di isi materi tentang moderasi beragama oleh Kabag TU  Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, bapak Dr. Nawawi, M.Fil.I. dengan mengambil judul Penguatan Moderasi Beragama. Kemudian dilanjutkan materi kedua dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, bapak Dr. Muhajir, S.Pd, M.Ag., dengan judul Moderasi Beragama di Era Disrupsi dan materi terakhir disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, bapak Drs. Masngut, M.Pd.I. dengan mengambil judul Rencana Tindak Lanjut Program Moderasi Beragama di Lingkungan Kerja. Pada intinya materi tentang moderasi beragama bukan hanya sekedar materi belaka namun perlu adanya tindak lanjut dan bukti nyata bahwa program ini harus dijalankan demi merawat keutuhan, persatuan dan kerukunan antar umat beragama, dengan menghargai perbedaan yang ada agar jangan sampai terjadi disintegrasi bangsa.

Kegiatan kemah pada malam harinya, dilanjutkan dengan acara doá bersama dari semua pemeluk agama yang dipandu oleh Prof. Dr.Akhyak, M.Ag selaku Direktur Pascasarjana UIN SATU. Setelah selesai doá dilanjutkan dengan acara api unggun dan pentas seni dari masing masing kelompok peserta kemah. Pagi harinya seluruh peserta mengikuti senam masal dan outbond dengan berbagai permainan yang lucu dan seru tentunya. Tujuan permainan adalah disesuaikan dengan tema moderasi yaitu menjalin kekompakan dan kerjasama tim. Selesai outbond dilanjutkan dengan upacara penutupan, yang dalam hal ini secara langsung ditutup oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Dalam kata sambutannya beliau merasa sangat terharu dengan kegiatan kemah moderasi ini, karena acara di luar espektasi beliau yang ternyata sangat luar biasa, penutupan diakhiri dengan doá yang dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Tulungagung bapak Moh. Wafi, M.Ag dengan penuh haru dan tetesan air mata, sungguh kegiatan ini sangat membekas di hati seluruh peserta. Sayonara….


 

Tulungagung, 30 Oktober 2022

#Intokowati_Sahabat Pena Kita

Selasa, 07 Juni 2022

PENGUATAN MODERASI BERAGAMA SEBAGAI PROGRAM PRIORITAS KEMENTERIAN AGAMA

 


Hadir dalam pembinaan moderasi beragama di Aula Gedung PLHUT Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung pagi ini, Senin, 6 Juni 2022 Tenaga Ahli Menteri Agama bapak Hasanudin Ali yang menyampaikan beberapa hal terkait dengan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia. Penguatan moderasi beragama menjadi program prioritas Kementerian Agama karena program tersebut masuk dalam RPJMN dan yang ditunjuk sebagai leading sector adalah Kementerian Agama. Tujuan moderasi beragama adalah untuk menghadirkan kehidupan beragama yang harmonis dan damai.

Kesalahan program moderasi beragama adalah dianggap sebagai progam dari luar dan kesalahan kedua dianggap sebagai moderasi agama. Agama tidak perlu di moderasi karena agama itu sendiri telah mengajarkan prinsip moderasi, keadilan dan keseimbangan. Moderasi beragama yang menjadi subyek adalah cara pandang kita dalam memahami perilaku beragama yang moderat. Kaitannya dengan ASN Kementerian Agama bahwasannya Kementerian Agama menjadi contoh dalam hal moderasi beragama. Adapun ciri atau indikator sesorang yang sudah memiliki pengetahuan moderasi beragama antara lain:

  1. Mereka memiliki kominten kebangsaan yang tinggi, nasionalis, patriotis, membela UUD, Pancasila dan mencintai NKRI.
  2. Toleransi yaitu menghargai dan menerima perbedaan tidak memandang suku, ras, agama dll.
  3. Seorang yang moderat itu memilih jalan menghindari kekerasan, dalam hal ini bisa kekerasan dalam bentuk verbal, kekerasan fisik ataupun menanggapi berita hoax.
  4. Menerima dan menghargai budaya lokal yang tidak bertentangan dengan agama.

program moderasi beragama adalah program jangka panjang, yang nantinya akan kita wariskan kepada anak cucu kita untuk tetap menjaga kerukunan.

Point berikutnya yaitu program ketiga adalah program Revitalisasi KUA

KUA menjadi ujung tombak Kemenag yang bersentuhan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat. Ada 3 hal dalam revitalisasi yaitu;

  1. Kemenag berkeinginan membenahi fasilitas, front office
  2. Memperbaiki dari sisi program dan layanan
  3. Memperbaiki tata Kelola dan budaya kerja agar pelayanan di KUA bisa gercap

Posisi KUA sangatlah strategis, sampai saat ini Kementerian Agama masih menggodok terkait dengan tata Kelola yang ada di KUA, termasuk usulan perbaikan honorarium bagi penyuluh agama non PNS yang sampai saat ini masih dalam pembahasan ditingkat pusat.

Program selanjutnya adalah Program Kemandirian Pesantren fungsinya antara lain:

  1. Pendidikan
  2. Dakwah
  3. Pemberdayaan

Sumberdaya ekonomi pesantren itu dari mana saja, biasanya dari Kyainya, SPP, swadaya masyarakat, bantuan pemerintah, pengusaha dan bantuan sosial. Bantuan sosial tersebut yang rawan dimasuki oleh kepentingan kepentingan tertentu sehingga pesantren menjadi tidak berdaya. Menelaah dari permasalahan tersebut maka pemerintah meluncurkan program pemberdayaan pesantren yang mencakup 3 hal:

  1. Bantuan inkubasi modal usaha
  2. Pelatihan manajemen bisnis
  3. Dan pendampingan

Agar tujuan kemandirian pesantren dapat terwujud maka pesantren harus mempunyai badan usaha milik pesantren, bisa dalam bentuk PT,CV, atau Koperasi akan tetapi pengasuh pesantren tidak boleh menjadi direktur yang menjalankan badan usaha yang dimiliki oleh pesantren tersebut. Harapannya pada tahun 2024 ada beberapa pesantren yang sudah bisa mandiri, khusunya Jawa Timur mendapatkan kuota 80 pesantren yang menjadi pilot projek, dan diharapkan nantinya seluruh pesantren akan dapat mandiri tanpa banyak bergantung dari bererapa sumber yang awalnya menjadi penghidupan pesantren.


Sebelum menutup kegiatan pembinaan Bapak Hasanudin Ali berpesan kepada para ASN Kemenag, karena saat ini sedang musim haji hendaknya kita dapat menyampaikan informasi dengan baik dan menolak berita hoax yang beredar di masyarakat, demekian pungkasnya mengakhiri acara.

 

Tulungagung, 6 Juni 2022

@intokowatiSahabatPenaKita

Kamis, 12 Agustus 2021

The Spirit Of The Writers

 


Sudah cukup lama tidak menulis bukan hanya malas mendera namun karena fisik kurang mendukung sehingga apa yang sekiranya pingin dicatat ataupun ditulis terasa hanya sebatas dalam pikiran dan angan-angan belaka. Malam sabtu tanggal 6 agustus ada pesan masuk dari mbak Anis Zuna yang menanyakan apakah ibu sudah daftar Webinar Literasi Nasional, dan saya balas belum daftar mbak, karena belum mengetahui tentang kabar tersebut. Memang seharian belum sempat buka WA group Sahabat Pena Kita tentunya ada beberapa informasi yang belum terbaca. Dengan mengikuti arahan dari Anis memalui chat akhirnya bisa mendaftar kegiatan Webinar tersebut yang diselenggarakan pada tanggal 7 Agustus 2021 pukul 08.00 wib dengan melalui zoom meeting yang linknya sudah dikirim sebelumnya. Seperti mendapat suntikan spirit sebelum jam 08.00 langsung buka link dan join via zoom yang ternyata sudah banyak anggota yang hadir pada pertemuan tersebut. Acara dimulai dengan diawali sambutan dari ketua umum Sahabat Pena Kita dilanjutkan sambutan ketua IGI (Ikatan Guru Indonesia), dilanjutkan sambutan dari Pembina Sahabat Pena Kita yaitu bapak Prof. Dr. Imam Suprayogo.

Ada beberapa hal yang bisa ditangkap dari apa yang disampaikan oleh beliau bapak Pembina bahwasanya agar tulisan kita itu enak, maka jangan menulis dengan pikiran tapi menulislah dengan yang punya pikiran dan yang punya pikiran itu adalah ruh yang ada di hati maka menulislah dengan memakai hati atau perasaan, bukannya mengabaikan pikiran dalam menulis tapi menulis dengan rasa jauh lebih enak ketika orang membacanya. Jadikanlah menulis sebagai hobby karena kita akan lebih merasa senang ketika menulis bukan malah sebaliknya menjadi beban. Dan jangan menulis hanya semata-mata untuk mendapatkan keuntungan secara materi saja, karena sejatinya katika kita menulis maka umur kita akan menjadi panjang, meski kita sudah mati namun tulisan kita akan selalu hidup dan dikenang orang. Sebagai Pembina Sahabat Pena Kita ketika beliau sering memberikan komentar maupun kritikan pada tulisan anggota namun jangan dianggap memusuhi karena namanya sahabat itu harus saling mengisi dan melengkapi bukan malah dibully ketika memberikan masukan atau kritikan terhadap suatu tulisan. Beliau mengapresiasi dua buah buku yang terbit dengan judul “Intuisi Mata Elang” dan Kitab Kehidupan” dengan harapan kita hendaknya bisa mengambil pelajaran dalam kehidupan.

Dalam bahasan Webinar kopdar ke 7 Sahabat Pena Kita menghadirkan dua orang narasumber yang cukup aktif dalam dunia penulisan yaitu; Prof. Dr, Rd, Mulyadhi Kartanegara dan Heri Hendrayana Harris atau biasa dipanggil dengan Gol A Gong sang Duta Baca Indonesia 2021-2026. Moderator memberikan kesempatan kepada nara sumber pertama yaitu Bapak Mulyadhi Kartanegara untuk menyampaikan beberapa pengalaman sebagai writer tentunya sangat menarik dan menjadi pelajaran sekaligus spirit bagi para penulis pemula yang masih labil dalam dunia tulis menulis. Menurut bapak Mulyadhi motivasi beliau dalam menulis diantaranya adalah untuk mengabadikan hidup, beliau mencontohkan seorang Plato meskipun oarangnya sudah meninggal berabad abad yang lalu, namun tulisannya tetap hidup. Kemudian motivasi menulis berikutnya adalah menyampaikan kebenaran, dalam hal ini kalau perlu juga dengan mengkritik. Menulis itu mengalir tidak ada tekanan karena menulis itu membahagiakan selain itu juga mengabadikan hidup dan menjadikan lentera hidup kita. Menulis itu dengan apa yang kita mengerti jangan menulis dengan apa yang tidak kita mengerti.

Lebih lanjut Prof. Mulyadhi menyampaikan bahwa menulis itu jangan menjadikan beban dan jangan pula mengharapkan sesuatu, ketika menulis ingin menjadi kaya maka ketika tidak bisa kaya dengan menulis maka dia akan berhenti menulis. Begitupula dengan menulis untuk menjadi terkenal maka ketika kita tidak terkenal maka kita akan berhenti menulis. Menurut beliau, menulis itu hanya transenden maksudnya bebas dalam menyampaikan ide dan gagasan secara alamiah dan mampu melampaui batas. Jangan lagi ada beban mental ketika menulis, karena ketika dengan beban mental maka akan terasa sulit untuk menulis, dan ketika menulis harus mampu mengukir kata dan harus juga menguasai grammar, kepekaan grammar sangat dibutuhkan dalam menulis agar tulisannya mudah di pahami orang. Dan jangan menunggu terkenal untuk menulis karena sesungguhnya manusia itu diberikan Allah beberapa potensi yang dapat dikembangkan.

Saat pemateri kedua sayapun tidak dapat mengikuti karena listrik padam dan hp secara kebetulan baterainya drop, sehingga malamnya baru dapat mengikuti lewat youtube yang linknya sudah dibagikan melaui group WhatsApp. Pemateri kedua yaitu dari bapak Gol A Gong sang Duta Baca Indonesia menggantikan Najwa Shihab, ada yang menarik dari beliau meskipun dengan keterbatasan secara fisik namun beliau mampu mengukir prestasi lewat tulisan dan karya-karyanya. Sebagai penggiat literasi Gol A Gong menyuarakan gerakan Indonesia menulis dengan Gempa Literasi. Dalam menulis gunakan metode jusrnalistik 5 W + 1 H ( What, Who, Where, When, Way) + (How) yaitu apa, siapa, dimana, kapan dan mengapa ditambah dengan bagaimana. Penulisan melalui riset akan menghasilkan sesuatu yang faktual selanjutnya membuat outline sekiranya rencana apa yang akan kita tuangkan dalam tulisan. Bapak Gol A Gong dan istri mendirikan Rumah Dunia dengan uang pribadi berupa sebagian dari honor dan penghasilan mereka digunakan untuk membangun dan membiayai Rumah Dunia. Di dalam rumah dunia dihuni oleh beberapa mahasiswa yang tidak punya tempat tinggal hanya numpang di mushola untuk dididik dan diarahkan menjadi seorang penulis.

Gol A Gong menyampaikan kepada anak asuhnya bahwa jangan membuat proposal tapi buatlah Money Follow Program karena dengan kita membuat program akan mendatangkan uang. Dalam rumah dunia ada beberapa program yang dijalankan antara lain berupa bisnis travel agen, Penyusunan naskah film pendek, Sinema TV atau video, orasi literasi, bazar buku, sembako buku, diskusi, pelatihan menulis dll. Dari travel yang beliau kelola mengajak jalan-jalan ke luar negeri seperti ke Singapura, Thailand, Philipphines, Kamboja dan India. Namun jalan-jalan yang dilakukan ya memang benar-benar jalan bukan naik kendaraan dan para traveler tidak diperbolehkan membawa hp karena memang dimaksudkan untuk lebih mengenal lebih dekat suasana di lokasi tersebut, yang nantinya akan dibuat bahan untuk menulis pengalaman selama dia mengikuti perjalan. Sepertinya sangat menyenangkan bisa traveling sambil menghasilkan karya tulis. Dan ada kata-kata yang paling berkesan dari beliau yaitu; “carilah pasangan seorang penulis” dan juga bukan seberapa banyak buku yang anda baca tapi seberapa banyak apa yang kita tulis.

Demikian kegiatan Webinar Literasi Nasional kali ini, apa yang bisa penulis tangkap dan pahami dari beberapa penyampaian para tokoh dan penggiat literasi sekiranya dapat menambah spirit literasi kita agar gempa literasi akan benar-benar terjadi di negeri ini. Semoga bisa istiqomah dalam menulis, dan janganlah menulis dijadikan sebagai beban namun jadikanlah menulis sebagai hobby karena dengan kesenangan menulis maka akan menjadi terbiasa. Salam Literasi

 

Tulungagung, 10 Agustus 2021/ 01 Muharram 1443 H

@Intokowati

#SahabatPenaKita