Rabu, 17 Februari 2021

BANYAKNYA GROUP SOSMED BISA BIKIN PUYENG

Pada era sekarang setiap orang dituntut untuk bisa melek teknologi, perkembangan teknologi digital sangat membantu mempermudah cara berkomunikasi dan berinteraksi melalui dunia maya. Intensitas berselancar di dunia maya bisa dilihat dari hal yang paling sederhana seperti melihat pesan WhatsAap, Facebook, Telegram, Line, Instragram maupun yang lain. Sepertinya justru orang sekarang lebih disibukkan melihat handphone dari pada kontak langsung. Bisa dibilang bahwa dunia serasa dalam genggaman, karena informasi apapun bisa kita dapatkan melalui internet.

Untuk kalangan dunia bisnis perkembangan teknologi digitalisasi dapat membantu dan mendukung berkembangnya produktifitas dan perkembangan pasar. Dalam dunia pendidikan kemajuan teknologi multimedia dapat membantu para siswa dan juga pendidik dalam mengakses pembelajaran, sangat cocok dimusim pandemi seperti sekarang ini. Tak kalah dengan dunia bisnis maupun dunia pendidikan, dunia kerjapun juga setiap hari disuguhi dengan berbagai informasi melalui media, yang familier dengan kehidupan kita sehari-hari dan banyak orang menggunakannya adalah aplikasi WhatsApp.

Aplikasi WhatsApp mempunyai fitur yang cukup beragam sehingga banyak orang menggunakan aplikasi ini. Group-group dan komunitas banyak dibuat untuk mempermudah hubungan komunikasi dalam menyampaikan pesan baik pesan teks, audio dan juga video. Cara berinteraksi dan berkomunikasi melalui group lebih efektif dan efisien dibanding dengan personal, karena ketika mengirimkan pesan penting untuk beberapa orang cukup dengan memposting di group sudah dapat tersampaikan semuanya.

Namun terkadang saya merasakan puyeng dengan adanya banyak group, apalagi group yang dipunyai sangatlah beragam, mulai dari group keluarga, group pekerjaan, group alumni, group komunitas dan masih banyak lagi group-group yang menyita ruang baik mengenai kapasitas memori internal ataupun external di handphone, juga kadang tidak sempat membaca keseluruhan dari pada semua isi kiriman chat maupun yang lain yang dikirim lewat group tersebut. Tentunya kita tidak terus menerus untuk membaca pesan-pesan yang ada di handphone kita, namun ternyata pesan yang terlewatkan kadang sangatlah penting sehingga kita ketinggalan informasi. Kalau ini seorang pembisnis pasti banyak peluang usaha yang seharusnya dapat menghasilkan pundi-pundi uang berlalu begitu saja.

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang gemar untuk terus sering melihat pesan yang masuk, karena dunia nyata lebih membutuhkan banyak sentuhan dibandingkan dunia maya. Kapan saya akan bisa menyelesaikan tugas apabila terus bersosmed ria. Tapi kenyataannya kadang membuat kepala jadi berputar kalau banyak chat yang masuk baik dari WAGroup maupun Chat Jalur pribadi, apalagi ketika banyak pesan chat yang harus dibalas karena pertanyaan dari masing-masing pengirim pesan sangatlah beragam jadi menjawabpun tidak bisa sama antara chat satu dengan chat yang lain. Kalau kondisi yang sudah seperti ini rasanya mau menangis saja, pekerjaan satu belum selesai sudah ditagih yang lain, selain chat, telponpun selalu berdering, rasanya dunia seperti jungkir balik kalau sudah seperti ini. Tapi ya mau bagaimana lagi dunia kita sekarang adalah dunia sosmed, kalau tidak mengikuti perkembangan pastinya akan ketinggalan.

Sejujurnya ini merupakan curhatan saja namun begitu saya pingin menulisnya biar sedikit agak mengurangi beban yang seharian tadi diberondong dengan berbagai pesan dan panggilan melalui handphone yang rasanya pingin tak buang tapi kalau mau beli lagi juga belum punya uang untuk menggantikan handphone yang lama. Ya semoga saja segera mendapatkan rejeki nomplok untuk beli hp baru yang dapat memuat banyak data dan aplikasi vitur tambahan biar semakin puyeng dan berputar-putar.

Salam Literasi

Tulungagung, 16 Februari 2021

#Intokowati

#SahabatPenaKita

 

Kamis, 11 Februari 2021

MEMBUDAYAKAN LITERASI DI MADRASAH

Pada April 2019 Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur meluncurkan program Gerakan Ayo Membangun Madrasah atau disingkat dengan GERAMM. Di dalam GERAMM memuat 7 gerakan, yaitu; Gerakan Literasi Madrasah (GELEM), Gerakan Madrasah Sehat (GEMES), Gerakan Madrasah Inovatif (GEMI), Gerakan Furudhul Ainiyah (GEFA), Gerakan Peningkatan Kompetensi Guru (KATA SIGURU), Gerakan Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah (KATA SIKAMAD), Gerakan Peningkatan Kompetensi Pengawas (KATA SIAWAS).  Sebagai tindak lanjut program GERAMM harus ada konsep yang dapat mendukung terealisasinya seluruh kegiatan yang sudah dicanangkan tersebut. Dengan adanya program GERAMM diharapkan nantinya mampu membangun dan mengembangkan budaya literasi pada madrasah diseluruh wilayah Jawa Timur.

Membudayakan literasi di madrasah sebanarnya tidaklah sulit namun begitu tidak juga mudah karena membiasakan para pendidik dan peserta didik untuk senantiasa gemar membaca dan menulis tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Dalam mewujudkan budaya literasi membutuhkan adanya sebuah komitmen antara pimpinan lembaga dan semua yang terlibat dalam satuan pendidikan. Gerakan membangun budaya literasi selain komitmen dari semua komponen yang ada di lembaga pendidikan itu, juga dibarengi fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan optimal. Tersedianya ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku-buku pelajaran serta buku-buku penunjang dalam berbagai ilmu pengetahuan akan dapat menambah khasanah kekayaan wawasan mereka.

Gerakan Literasi Madrasah (GELEM) yang diluncurkan oleh Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui Madrasah Membaca (MACA) dan Madrasah Menulis (MANIS). Gerakan Literasi Madrasah adalah usaha komprehensif untuk menjadikan madrasah sebagai masyarakat pembelajar yang dilakukan semua pihak mulai dari pemerintah, guru, peserta didik maupun wali murid. Didalam Madrasah Membaca dan Madrasah Menulis memuat tiga kegiatan, yaitu; kegiatan pembiasaan dalam Gerakan Literasi Madrasah, Kegiatan Pengembangan dalam Gerakan Literasi Madrasah dan Kegiatan pembelajaran dalam Gerakan Literasi Madrasah. Model-model Madrasah Menulis (MANIS) meliputi tiga hal antara lain; Guru Menulis (GELIS), Siswa Menulis (SULIS), Kepala Madrasah Menulis (KAMIS) dan Pengawas Menulis (PANELIS).

Gerakan Literasi Madrasah akan berhasil manakala ada pihak yang berperan dan bertanggungjawab dalam membangun budaya literasi di madrasah. Pihak yang berperan dan sebagai Tim Penggerak Literasi (TIGER) adalah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi sebagai pemilik program, kemudian Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Satuan Pendidikan di wilayah Jawa Timur. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur juga harus melakukan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan atas program GELEM yang sudah diluncurkan tersebut. Beberapa komponen yang terdapat dalam monev memuat tentang Kreteria Ketercapaian Gerakan Litersi Madrasah, Penganugrahan Madrasah Literasi dan monev Gerakan Literasi Madrasah dimasing-masing Satuan Pendidikan.

Gerakan Literasi Madrasah Program Pembiasaan pertama adalah 15 menit membaca, yang meliputi; 5 menit baca ayat/surat Alquran, satu hari satu hadits, lingkar pagi, jurnal pagi, bacaan berkarakter dan membaca non pelajaran. Pembiasaan kedua adalah menata lingkungan kaya teks yang meliputi Mengubah kelas menjadi lingkungan kaya teks, pengadaan buku-buku non pelajaran, perpustakaan yang nyaman, sudut baca/gerobak baca, gubuk literasi, majalah dinding, poster-poster kampanye menulis, papan kosakata dan penyediaan koleksi teks cetak, digital, visual yang mudah diakses oleh warga madrasah.

Gerakan Literasi Madrasah Pengembangan, dalam hal ini ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan antara lain; Menulis komentar pada jurnal harian baca, mengungkapkan kembali apa yang telah dibaca atau pengalaman dalam bentuk lisan maupun tulisan, pengembangan kosakata dengan satu hari 4 kata 4 bahasa, frayer model, penghargaan terhadap literasi, pengembangan literasi digital dan teknologi menggunakan internet, melibatkan peserta didik dalam pengelolaan perpustakaan (Pustakawan hebat), mengumpulkan karya-karya guru dan peserta didik berupa majalah, buku, dll.

Gerakan Literasi Madrasah Kegiatan Pembelajaran meliputi; Integrasi literasi dalam perencanaan pembelajaran, Integrasi dalam proses pembelajaran dan integrasi dalam penilaian pembelajaran.

Tujuan kegiatan Madrasah Menulis adalah untuk membudayakan menulis bagi guru, pegawai, dan peserta didik untuk menghasilkan produk tulisan sesuai dengan jenjang dan kemampuannya. Kegiatan Madrasah Menulis (MANIS) meliputi: Guru menulis (Gelis), Peserta didik/siswa menulis (Sulis), Kepala Madrasah Menulis (Kamis) dan Panelis (Pengawas Madrasah Menulis). Didalam Guru menulis akan mampu menghasilkan karya tulis diantaranya Menulis Buku Berjenjang, Menulis Esai Praktik Pembelajaran yang Baik (Best Practices Pembelajaran), Laporan Ilmiah Praktik Terbaik Pembelajaran (Best Practice Laporan Ilmiah ),Laporan Hasil Penelitian, Menulis Buku Populer, Artikel Ilmiah (Jurnal), Artikel Ilmiah Populer (Opini/Esai), Modul/Diktat dan karya terjemahan.

Peserta Didik/Siswa Menulis (SULIS) dapat melalui pendampingan peserta didik untuk menghasilkan karya literasi bisa berupa antara lain: Cerita pendek, Puisi, Novel, Komik, Cerita Bergambar, Reportase, Poster, Video Motion, Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan Resensi.

Kamad Menulis (KAMIS) dan Pengawas Madrasah Menulis (PANELIS) adalah program pembudayaan menulis bagi kepala & pengawas madrasah. Karya tulisnya dapat berupa: Laporan Hasil Penelitian Tindakan Madrasah (PTM) atau Tindakan Kepengawasan (PTKp), Buku Populer, Artikel Ilmiah (Jurnal), Artikel Ilmiah Populer (Opini/Esai), Karya Terjemahan, dll.

Sekilas mengenai isi panduan Gerakan Literasi Madrasah yang diterbitkan oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dengan harapan bahwa nantinya lingkungan madrasah sudah terbiasa dengan budaya membaca dan menulis, sehingga karya-karya besar akan bermunculan dan berguna bagi masyarakat. Budaya Literasi menjadi sarana untuk mencerdasakan kehidupan anak-anak bangsa untuk kemajuan bangsa Indonesia. Dengan menulis ide dan gagasan akal bermunculan di setiap madrasah jika itu jumlahnya banyak maka akan mampu meramaikan dunia dengan berbagai karya dan inovasi yang tidak kalah dengan bangsa lain. Kemajuan dalam bidang pendidkan dapat meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Persaingan global pada generasi milenial dan era industri 4,0 menuntut kita semua harus mampu berdaya saing mengikuti perkembangan jaman, saat ini sudah menuju revolusi industri 4.1 akan lebih berat lagi tantangan untuk menghadapi persaingan global tersebut, maka seluruh komponen dan Stakeholder harus bahu membahu untuk menyiapkan generasi yang tangguh, mempunyai wawasan dan cara pikir yang luas, jiwa kebangsaan yang tinggi dan mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai moral dan keagamaan sehuingga generasi pewaris estafet kepemimpinan dimasa mendatang bukan saja pandai dalam ilmu pengetahuan semata namun taat menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan. Mampu menyelaraskan ilmu, iman dan akhlaq. Selebihnya manuasia hanya berusaha Tuhanlah yang menentukan.

Salam Literasi.

Tulungagung, 11 Februari 2021

@Intokowati

#SahabatPenaKita

Rabu, 03 Februari 2021

DAUN KETAPANG UNTUK IKAN CUPANG

Siang itu terlihat seseorang turun dari sepeda motor dan memarkir motornya ditepi jalan, kemudian berjongkok memungut daun-daun kering yang jatuh di pinggir jalanan depan kantor kami, tak lama orang itu membuka box sepeda motor untuk mengambil plastik kemudian memasukkan daun-daun tersebut kedalam plastik dan memasukkannya ke dalam box sepeda motor, tak lama kemudian mereka jalan dan berhenti kembali untuk memungut daun yang berada di bawah pohon sebelah timurnya. Rasa penasaran saya tiba-tiba muncul dan menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam hati dan sempat juga saya tanyakan ke teman disebelah saya duduk. Menurutmu kenapa orang tersebut mengambil daun-daun kering dijalanan? Dan jawabnya saya sendiri juga tidak tau bu, akhirnya diam-diam saya mengikuti untuk melihat apakah orang tersebut akan turun dan mengambil sampah-sampah dipinggiran jalan untuk mensukseskan program kebersihan lingkungan atau ada kepentingan lain. Bagitu orang tersebut pergi saya langsung lari keluar menuju jalan untuk melihat apakah orang itu akan turun dan mengambil daun kering atau sampah dijalanan, tetapi ternyata mereka tidak berhenti sama sekali menolehpun tidak apalagi turun.

Pohon Ketapang di depan kantor


Sambil berdiri mematung melihat orang tersebut sudah berjalan jauh dengan mengendarai sepeda motornya lenyap dari pandangan, sayapun masuk ke dalam ruangan sambal berfikir apa yang sebenarnya dilakukan orang tadi. Apakah yang dipungutnya itu adalah daun ketapang kering yang berjatuhan dipinggir jalan, kalau iya buat apa mengambil daun kering itu. Akhirnya  mencoba penulusuran lewat google dengan mencari kata kunci manfaat daun ketapang, ternyata daun ketapang bermanfaat untuk menurunkan PH air agar ikan cupang terhindar dari jamur yang dapat menyebabkan sirip maupun ekor rusak dan patah, serta dapat mengkilapkan warna dari ikan cupang itu sendiri. Berarti benar bahwa orang itu memang mengambil daun ketapang bukan mengambil sampah yang berserakan dipinggir jalan. Karena ambil daunnya cukup lumayan banyak bisa jadi orang tersebut bukan hanya memelihara ikan sebagai hobby atau kesenangan semata, melainkan membudidayakan dan mengembangbiakkan ikan untuk kepentingan bisnis. Saat sekarang memang bisnis yang lagi ngetren dan menghasilkan banyak uang adalah bisnis tanaman bunga dan ikan hias. 

Daun ketapang ketika dicelupkan ke akuarium air akan berubah warna menjadi kecoklatan dan lama-lama menjadi keruh namun tidak perlu khawatir akibat perubahan warna tersebut dapat mengurangi tingkatan stres pada ikan cupang. Selain itu sebagai tempat pengembangbiakan ikan dalam bertelur biar terkesan seperti pada habitat aslinya di perairan liar, ini menurut beberapa tulisan yang di posting dibeberapa media. Lebih lanjut setelah daun mengalami pembusukan maka akan berguna juga sebagai nutrisi atau makanan bagi si cupang akibat dari penguraian daun membusuk yang diselimuti oleh biofilm sebagai sumber makanan bagi ikan. Daun ketapang kering dapat menghasilkan zat organik yang berguna menetralkan PH air secara alami, tidak dengan zat kimia yang dapat membahayakan bagi kesehatan ikan cupang peliharaan. 

Ternyata daun ketapang yang selama ini diketahui sebagai tanaman peneduh di halaman atau dipinggir jalan dapat pula bermanfaat untuk yang lain, salah satunya untuk budidaya ikan cupang. Apapun yang ada disekitar kita ternyata Tuhan menciptakannya dengan disertai dengan banyak manfaat yang kesemuanya ditujukan untuk kepentingan manusia semata. Namun terkadang manusia itu sendiri kurang dapat menyadari dan memanfaatkan apa yang sudah disediakan oleh Allah sang pencipta alam semesta akibat dari kurangnya pengetahuan atau malasnya manuasia untuk mempelajari dan mengambil hikmah dari semua hasil penciptaan dari Tuhan. Manusia justru kadang cenderung merusak dan tidak menghargai alam semesta yang sebanarnya sengaja diciptakan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Sebagai mahluk hidup ciptaan Tuhan selayaknya kita harus banyak bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang sudah diberikan. Menjaga, merawat dan memanfaatkan lingkungan alam sekitar menjadi tanggung jawab manusia agar keseimbangan alam semesta senantia dapat terwujud.

Selasa, 12 Januari 2021

PERINGATAN HARI AMAL BAKTI KEMENTERIAN AGAMA KE-75

Setiap tanggal 3 Januari seperti biasanya Kementerian Agama memperingati hari ulang tahunnya yang dinamakan dengan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama. Usianya sama dengan Kemerdekaan Republik Indonesia yakni 75 tahun. Kalau dilihat dari usia manusia sepertinya sudah cukup umur bahkan bisa dibilang sudah tua, untuk itu Kementerian Agama selalu berbenah diri untuk menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. Isu yang berkembang di masyarakat dijawab dengan program-program kementerian yang dapat menyentuh langsung dan menjawab isu-isu tersebut. Kinerja yang dihasilkan juga harus jelas sehingga anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah outputnya jelas dan nyata, bukan fiktif.

Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati perayaan Hari Amal Bakti Kementerian Agama biasanya dilaksanakan dengan beragam acara dan kegiatan perlombaan. Mulai lomba yang sifatnya ringan, seperti permainan, olah raga, jalan sehat sampai lomba yang bersifat ilmiah. Namun khusus tahun 2021 terasa berbeda tidak ada perlombaan yang bisa dilakukan secara bersama dengan mengerahkan banyak orang, akan tetapi semua dari jenis perlombaan dilakukan secara daring. Panitia melakukan seleksi melalui kiriman yang disampaikan lewat chanel youtube yang sudah diunggah oleh masing-masing lembaga yang mengikuti ajang perlombaan tersebut. Khusus untuk Kemenag Tulungagung tidak terlalu banyak cabang yang dilombakan lewat daring hanya ada beberapa jenis perlombaan antara lain; lomba senam kreasi, dan lomba kreasi anak. Adapun peserta yang mengikuti ajang lomba tersebut adalah dari unsur lembaga pendidikan dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung mulai dari MAN, MTs.N, MIN dan RA se- Kabupaten Tulungagung.

Merasa menjadi bagian dari Kementerian Agama ungkapan rasa syukur sepertinya tidak akan pernah ada putusnya. Pengabdian yang tulus dari seluruh karyawan karyawati menjadi kebanggaan tersendiri, logo ikhlas beramal menjadi lambang dan cerminan bahwasannya seluruh insan yang bernaung dibawah Kementerian Agama hendaknya merasa jiwanya benar-benar ikhlas dalam bekerja dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Institusi yang mewadahi dari seluruh umat beagama dan beberapa keyakinan yang ada di masyarakat dan di belahan dunia ini, belum ada negara yang memiliki lembaga setingkat kementerian yang menangani semua agama, hanya ada satu yaitu di Republik Indonsesia. Beragaman perbedaan terus mewarnai dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan ber negara. Perbedaan adalah sebagai rahmatan lil alamin karena dengan menghargai perbedaan berarti kita semua sudah menjaga dan merawat toleransi dan kerukunan umat beragana. FKUB sebagai wadah yang mengurusi tentang kerukunan umat beragama di Indonesia. 

Di masyarakat arti kerukunan sangatlah penting dan menjadi isu yang krusial dan sangat sensitive karena ada kaitannya dengan keyakinan dan paham keagamaan. Timbulnya perpecahan karena antara umat dan para pemuka agama belum bersinergi dalam mewujudkan perdamaian. Masyarakat mejadi sangat rentan jika sudah menyangkut masalah agama. Kerukunan intern umat beragama dan extern umat beragama adalah hal penting yang harus disadari dan dilaksankan oleh seluruh umat beragama, karena perpecahan sering pula timbul dari dalam agama itu sendiri. Keyakinan dan kepercayaan dalam menjalankan ibadah menjadi pemicu awal perpecahan jika hal tersebut dalam skala besar sudah dapat dipastikan bahwa stabilitas keamanan negara sangat terganggu dengan munculnya beberapa aksi baik mendukung ataupun melawan. Kementerian Agama harus berada di garda paling depan dalam mewujudkan ketentraman dan kedamaian di bumi pertiwi. Dengan adanya latar belakang seperti terbesut diatas maka tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke- 75 mengambil tema “Indonesia Rukun” Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju.Tanpa adanya kerukunan akan sangat sulit mencapai cita-cita besar bangsa agar dapat sejajar dengan bangsa lain.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung juga melaksanakan upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke- 75 dengan sederhana tidak seperti biasanya upacara dilaksanakan dilapangan terbuka seperti lapangan BETA. Pelaksanaan upacara kali ini dipusatkan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dengan inspektur upacara Plt. Kepala Kantor dan di ikuti oleh para pejabat dan beberapa pegawai dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, adapun peserta yang lain mengikuti secara daring di lembaga masing-masing yang dilanjutkan dengan istighosah atau do’a bersama agar Indonesia tetap rukun dijauhkan dari perpecahan dan marabahaya serta masyarakat diberikan kesehatan dan keselamatan lahir batin. Semua rangkaian kegiatan upacara dan istighosah berjalan lancar dan hikmat tidak ada kendala apapun baik secara teknis maupun secara langsung. Selaku panitia kami semua mengucapkan terima kasih banyak kepada tim IT yang dinilai sukses dalam mengemban tugas atas terselenggaranya dua kegiatan penting tersebut. Semoga Kementerian Agama kedepannya lebih sukses dalam mengemban amanah.








Tulungagung, 05 Januari 2021

Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi


Sabtu, 02 Januari 2021

Kado Terindah di Hari Ibu

Seorang Ibu biasanya digambarkan sebagai seorang tokoh yang sangat luar biasa dalam dunia dongeng, begitupun dalam dunia nyata ibu adalah sosok wanita tangguh yang mampu menjadi apa saja demi kebahagiaan dan kesuksesan anak-anaknya. Kedengarannya begitu berlebihan tapi memang begitulah adanya, kebenerannya bisa dibuktikan sendiri jika kita pernah menjadi seorang anak, kalaupun ada ibu yang kurang begitu peduli dengan keadaan dan keberadaan anak-anaknya itu mungkin hanya sebagian kecil saja, sekalipun begitu pastilah ada perasaan tertentu yang sudah menjadi qodrat dan naluri dari seorang ibu. Ketulusan cinta, kasih sayang, perhatian dan pengertian bagi anak-anaknya menjadi sebuah kekuatan yang besar dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia. Do’a dan restu dari ibu selalu diminta dan dinanti agar dalam menjalani pekerjaan atau perjalanan hidup menjadi sebuah perisai  perlindungan yang sangat besar nilainya.

Dalam hal menceritakan sosok seorang ibu, penulis sendiri pernah menjadi seorang anak sebelum akhirnya juga menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya. Ibu adalah guru pertama ketika seorang anak terlahir di dunia, pelajaran awal disampaikan tentang bagaimana sang anak bisa minum air susu ibunya dan seterusnya mengajari makan, minum dan sebagainya sampai mereka dewasa. Kedekatan antara ibu dan anak adalah sangat diperlukan dalam sebuah hubungan agar senantiasa terjalin kasih sayang dan keterikatan batin yang mendalam, sehingga antara ibu dan anak ada perasaan tertentu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Memang benar kata papatah bahwa kasih ibu sepanjang jalan adapun kasih anak sepanjang penggalah. Kadang bagi ibu yang sibuk dengan banyak pekerjaan tidak menampakkan kasih sayang yang begitu nyata kepada buah hatinya, namun sebenarnya mereka sangat menyayangi dan mengasihinya, hanya saja tidak selalu diungkapkan lewat kata-kata.

Tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai hari ibu dan biasanya diperingati dengan upacara atau dengan sekedar ungkapan kata-kata yang tersebar dimana-mana, beberapa akun sosial media dipenuhi dengan ucapan selamat hari ibu dan banyak ungkapan serta kata-kata mutiara yang diposting melalui akun sosial media seperti Whatshap, Facebook, Instragram, Line, dan akun sosmed lainnya. Ungkapan tersebut merupakan sebuah gambaran yang muncul dari perasaan  bahwa memang seorang ibu adalah pahlawan bagi keluarga dan jasanya tidak dapat dijelaskan secara keseluruhan. Pengabdian seorang ibu sangatlah besar tidak terlalu banyak mengharapkan pengembalian atas apa yang sudah beliau berikan. Ibu adalah adalah pahlawan bagi keluarganya, perjuangannya memang tidak harus dikenal khalayak namun ketulusannya patut dihargai seperti layaknya pahlawan yang gagah berani bertempur di medan laga. 


Pada waktu peringatan hari ibu tanggal 22 Desember yang lalu Dharma Wanita Persatuan di kantor kami menyelenggarakan upacara peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan melalui daring dengan kantor wilayah. Peserta yang hadir secara offline sangat dibatasi hanya pengurus saja yang mengikuti pelaksanaan upacara secara daring tersebut. Kejutan dari bapak kepala kantor untuk ibu dengan memberi kado manis berupa coklat silverqueen, meskipun sederhana tapi banyak makna yang terkandung didalamya. Sepertinya bukan hanya kepala kantor saja yang memberi coklat manis sebagai hadiah special dihari ibu itu, akupun juga mendapatkan hadiah yang sama seperti beliau, hanya saja yang memberi bukan bapak kepala kantor melainkan temen-temen di kantor yang sudah seperti anak kami sendiri karena kedekatan antara kami seperti layaknya, teman, saudara, bahkan seperti ibu bagi mereka selama berada di tempat tugas.

Ternyata tidak hanya hadiah coklat saja yang saya terima, karena sepulang dari kantor anak-anak dirumah sudah menyambut dengan riang dan penuh suka cita. Mereka juga memberikan kado bunga, entah mengapa mereka memberi kado bunga hidup dan belum ada pot bunganya, mungkin supaya ibunya mau menanam dan merawatnya sebagaimana merawat mereka mulai dari bayi hingga mereka dewasa. Kedengarannya agak sedikit alay, namun sama halnya dengan hadiah coklat tadi, mereka semua memberikannya dengan penuh ketulusan dan rasa cinta. Perlu disadari bersama bahwa ungkapan kasih sayang tidak harus disampaikan lewat kata-kata saja tapi melalui tindakan nyata, meskipun hadiah itu terlihat sederhana tapi sangat besar nilainya sebagai kado terindah di hari Ibu. Semoga dapat istiqomah menjadi seorang ibu yang selalu bisa menjadi sumber inspirasi dan nafas hidup bagi kesuksesan anak-anaknya.




Tulungagung,   Desember 2020

Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi





Rabu, 16 Desember 2020

DILEMA PEMBERANGKATAN JEMAAH HAJI INDONESIA

 

Data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung untuk estimasi pemberangkatan jemaah haji tahun 2020 sebanyak 996 orang calaon jamaah haji, yang terdiri dari 443 orang calon jamaah haji laki-laki dan 553 orang calon jemaah haji perempuan. Akibat pandemi Corona Virus Disease 19 (covid -19) akhirnya pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji asal Indonesia. Pembatalan pemberangkatan jemaah haji tertuang melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/ 2020 M.

Ada beberapa pertimbangan mendasar terkait dengan adanya pembatalan pemberangkatan tersebut bahwa menunaikan Ibadah Haji wajib bagi umat Islam yang mampu secara ekonomi dan fisik yaitu kesehatan, keselamatan dan keamanan semenjak kepergian sampai dengan kepulangan ke tanah air. Dengan adanya pandemi Covid-19 maka kesehatan, keselamatan dan keamanan para calon jamaah haji menjadi prioritas yang terpenting. Dalam ajaran agama  Islam menjaga jiwa merupakan salah satu dari lima maqasidh syari’ah selain menjaga agama, akal, keturunan, dan harta yang harus dijadikan sebagai dasar pertimbangan utama dalam penetapan hukum atau kebijakan pemerintah agar terwujud kemaslahatan bagi umat atau masyarakat.

Pemerintah Arab Saudi juga membatasi jumlah jemaah yang menunaikan ibadah haji dari luar negeri, keputusan yang diambil pemerintah Arab Saudi memang sudah sangat dekat dengan prosesi ibadah haji itu sendiri. Kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah Arab Saudi rentang waktunya cukup panjang, sampai dinayatakan untuk membuka kembali akses fasilitas umum dan tempat ibadah bagi warganya untuk melakukan aktifitas diluar dengan dibukanya kembali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk melaksanakan sholat berjamaah bagi umum. Waktu yang cukup singkat tidaklah mungkin pemerintah RI sanggup untuk melaksanakan persiapan dari keseluruhan proses penyelenggaraan ibadah haji mulai dari persiapan pemberangkatan sampai ke tanah suci dan setelah kepulangan kembali jemaah ketanah air. Dari sebagian jamaah juga terdapat jamaah katagori resiko tinggi (risti) dan jumlahnya lumayan banyak sehingga untuk proses karantina saja memakan waktu yang cukup lama mulai karantina sejak keberangkatan sampai dengan kepulangan.

Langkah yang diambil pemerintah sudah cukup tepat dengan mempertimbangkan beberapa aspek tersebut diatas tadi, bahwa sesungguhnya menjaga keselamatan jiwa jauh lebih penting dari pada hukum aslinya. Masyarakat tentunya juga sudah dapat memaklumi kondisi yang demikian ini, dan harapan dari para jemaah haji yang sudah melakukan pelunasan pembayaran untuk dapat dipanggil kembali berangkat pada tahun depan. Namun perlu dipahami bersama bahwa sampai di penghujung tahun 2020 ini wabah virus Covid-19 belum juga mengalami penurunan bahkan mengalami lonjakan yang cukup drastis sehingga pemerintah RI melalui Kementerian Agama belum berani mengeluarkan statemen dan kebijakan resmi terkait dengan keberangkatan jemaah haji secara pasti. Selama masyarakat belum menerima vaksin Covid-19 maka akan sangat rentan terkonfirmasi menurut berita yang kita dengar. Maka untuk menerapkan kebijakan tertentu dibutuhkan pengkajian dan analisis yang mendalam, tidak dengan serta merta karena menyangkut keselamatan jiwa.

Namun begitu disisi lain pelaksanaan ibadah umrah sudah diperbolehkan mengacu pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 719 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Ibadah Umrah Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Pemerintah sudah mempertimbangkan melalui kebijakan pemerintah Arab Saudi yang telah membuka kesempatan umat Islam untuk menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah secara bertahap sesuai dengan maklumat yang dikeluarkan oleh Deputi Kementerian Bidang Urusan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi.

Dengan berdasarkan pada kebijakan tersebut maka pemerintah RI menerapkan penyelenggaraan perjalan ibadah umrah dengan standar protokol kesehatan yang sangat ketat dan ada beberapa persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh setiap calon jemaah umrah, diantaranya; Usia sesuai ketentuan dari pemerintah Arab Saudi (18-50 tahun), tidak memiliki penyakit penyerta/komorbid (wajib memenuhi ketentuan Kemenkes RI), menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak lain atas risiko yang timbul akibat Covid-19, bukti bebas Covid-19 (dibuktikan dengan asli hasil dari PCR/SWAB tes yang dikeluarkan rumah sakit/ laboratorium yang sudah terverifikasi Kemenkes dan berlaku 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan/sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi).

Penyelenggaraan transportasi perjalanan umroh mematuhi standar antara lain; Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) bertanggung jawab menyediakan sarana transportasi sejak lokasi karantina, bandara, keberangkatan, pesawat terbang pergi pulang, dan transportasi di Arab Saudi. Transportasi udara dari Indonesia ke Arab Saudi dan dari Arab Saudi ke Indonesia dilaksanakan dengan penerbangan langsung, transportasi Saudi dan dari Arab Saudi ke Indonesia wajib dilakukan dengan standar protokol kesehatan Covid-19. Permberangkatan dan pemulangan jemaah hanya dilakukan melalui bandara internasional yang telah ditetapkan oleh Kemenkumham sebagai bandara internasional pada pandemi Covid-19, yaitu; Bandara Soekarno-Hatta Banten, Juanda Jawa Timur, Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan, dan Kualanamu Sumatera Utara.

Adapun kuota pemberangkatan jemaah umrah adalah jemaah yang tertunda keberangkatannya tahun 1441 H dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, penentuan jemaah yang akan diberangkatkan mengacu pada kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi. Dalam hal protokol kesehatan bahwa seluruh layanan kepada jemaah wajib mengikuti standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi juga pemerintah Republik Indonesia. Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan protokol kesehatan mulai dari tanah air, selama perjalanan sampai dengan kepulangan jemaah umrah. Sedangkan biaya perjalanan ibadah umrah mengikuti biaya referensi yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama, biaya tersebut dapat ditambah dengan biaya lainnya yaitu biaya pelayanan kesehatan pada masa karantina dan biaya pemeriksaan kesehatan jemaah akibat pandemi Covid-19.

Delema masyarakat untuk melaksanakan ibadah dalam masa pandemi Covid-19 sangatlah wajar, dimana satu sisi orang mempunyai keinginan untuk tetap menjalankan syariat namun disisi yang yang nyawa menjadi taruhan karena kita tidak mampu mendeteksi dari mana penyakit itu datang bersarang ketubuh kita, maka sangatlah penting menjaga keamanan dan kesehatan diri dari penyebaran wabah tersebut. Pemerintah juga sudah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi warganya agar sebisa mungkin dapat terhindar dari serangan virus yang mematikan itu. Selebihnya hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang bisa menghentikannya, manusia hanya sebatas berusaha, kalaupun diberikan panjang umur maka hendaklah kita merasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan terutama nikmat kesehatan yang saat ini memang benar-benar mahal harganya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan kepada hambanya yang sabar dan tawakal menghadapi ujian akibat pandemi Covid-19.

Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi

Jumat, 04 Desember 2020

FGD BEDAH DRAF RENSTRA KANWIL KEMENAG JATIM TAHUN 2020-2024

 

Bertempat di Hotel Harris Malang sejak hari senin tanggal, 23 november sampai dengan hari kamis tanggal, 26 novermber 2020 kami dari Kelompok Kerja Perencana Provinsi Jawa Timur mengikuti kegiatan Forum Group Diskusi bedah draf Rencana Stategis (Renstra) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur tahun 2020-2024. Kegiatan tersebut diikuti oleh para Perencana Kementerian Agama dari masing-masing Kabupaten/Kota dan Perguruan Tinggi  Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Jawa Timur. Nara sumber pendamping adalah Tim dari Universitas Brawijaya Malang. Trending topik yang paling hangat untuk dibahas adalah tentang Moderasi Beragama sebagai program nasional yang kemudian dijabarkan oleh Kementerian Agama RI yang termuat dalam Rencana Strategik dalam kurun waktu lima tahunan.

“Sasaran Strategis Kementerian/Lembaga (Outcome/Impact) merupakan kondisi yang akan dicapai secara nyata oleh Kementerian/Lembaga yang mencerminkan pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya hasil (outcome) dari satu atau beberapa program”. Sasaran Strategis Kementerian/Lembaga yang ditetapkan harus merupakan ukuran pencapaian dari Tujuan Kementerian/Lembaga. Sasaran strategis mencerminkan berfungsinya outcomes dari semua program dalam Kementerian/Lembaga. Sasaran Strategis K/L yang dirumuskan sama dengan sasaran pembangunan yang ada dalam RPJMN maupun RPJPN 2005-2025 sesuai dengan tugas fungsi K/L dan/atau setingkat lebih rendah dari sasaran pembangunan RPJMN. Memiliki sebab akibat (causality) secara logis dengan sasaran pembangunan dalam RPJMN maupun RPJPN.

Visi Misi Presiden 2020-2024 disusun berdasarkan arahan RPJPN 2020-2025. RPJMN 2020-2024 dilaksanakan pada periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan visi “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”. Visi tersebut diwujudkan melalui 9 Misi yang dikenal sebagai Nawacita kedua. Adapun 9 misi tersebut adalah:

  1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia
  2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing
  3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan
  4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan
  5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa
  6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya
  7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga
  8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya
  9. Sinergi Pemerintah Daerah dalam kerangka negara kesatuan.

Renstra Kementerian/Lembaga (K/L) itu merupakan operasional dari RPJM. Renstra Kanwil mengacu dan mempedomani Renstra Kementerian Agama pusat, adapun Rentra Kementerian Agama pusat adalah penjabaran dari RPJMN. Dari dokumen ini perlu adanya koordinasi dan singkronisasi dari Kementerian Agama pusat dengan Kantor Wilayah dan Kementerian Agama di Kabupaten/Kota. Dirjen harus satu kesatuan holistic, sehingga hubungan antar dirjen itu ada kesinambungan bukan secara parsial. Keterkaitan antar belanja bisa terbangun dan terintegrasi dalam satu arsitektur. Kanwil mengambil kerangka regulasi dan kelembagaan dari Renstra Kemenag Pusat Renstra Kanwil tidak memerlukan visi dan misi akan tetapi lebih memabahas kepada target dan pendanaan (RKAKL), Kabupaten/Kota lebih ke kegiatan, out put dan komponen. Impactnya lebih mengarah kepada Situasi dan kondisi yang bersifat kualitatif

Muatan dalam Renstra Kanwil bersumber dari Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1052 Tahun 2019. Renstra Kanwil Kementerian Agama Provinsi menjelaskan kondisi umum, potensi dan permasalahan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Renstra Kanwil Kementerian Agama Provinsi menjelaskan Tujuan Unit Eselon I di wilayahnya. Renstra Kanwil Kementerian Agama Provinsi menjelaskan Sasaran Kegiatan Unit Eselon I di wilayahnya. Menjelaskan hasil dan satuan hasil yang akan dicapai dari setiap indikator kinerja sasaran program dan indikator kinerja sasaran kegiatan. Target kinerja merupakan bagian dari target satuan kerja diatasnya. Menjelaskan kebutuhan pendanaan secara keseluruhan untuk mencapai target kinerja satuan kerja. Jadi mestinya Renstra Kanwil tidak memerlukan Visi dan Misi karena Renstra Kanwil mengambil kerangka regulasi dan kelembagaan dari Renstra Kemenag Pusat dan lebih memabahas kepada target dan pendanaan (RKAKL).

Selain itu, dijabarkan juga baik yang bersumber dari Rupiah Murni, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Badan Layanan Umum (BLU), Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Hibah Dalam Negeri (HDN), Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) serta sumber/skema lainnya seperti Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Corporate Social Responsibility (CSR). Menjelaskan simpulan secara singkat mengenai dokumen Renstra Satuan Kerja yang telah disusun dan arahan dari Pimpinan/Kepala Satuan Kerja dalam pelaksanaan perencanaan strategis, sehingga hasil pencapaiannya dapat diukur dan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan laporan kinerja tahunan Satuan Kerja.

Untuk menghasilkan keluaran yang bagus dan berkualitas dan dapat menyentuh kepentingan masyarakat secara umum dan menjawab isu yang berkembang dimasyarakat tentunya membutuhkan struktur dan pola perencanaan yang baik pula. Memerlukan adanya manajemen kinerja dari fungsional dengan kinerja Money follow program ; uang itu harus memberikan dampak, harus memnghasilkan perubahan sosial. Pengukuran kinerja Kanwil itu mengikuti kinerja eselon Dirjen atau mengikuti Renstra pusat. Kinerja di Kanwil adalah penggabungan atau akumulasi yang disebut dengan Managemen Kinerja. Dalam kegiatan sekretariat lebih mengarah pada layanan kesekretariatan. Program kegiatan mempunyai sasaran dan boleh memiliki satu atau lebih dari sasaran kegiatan. Jangan sampai ada kegiatan yang tidak mendukung sasaran induknya (sasaran Menteri). Didalam sasaran kegiatan perlu adanya sebab dan akibat. Kegiatan yang tidak menjadi sebab kegiatan yang lain harus dipengkas atau dilakukan penghematan. Kerangka kerja logis itu kegiatan yang mempunyai kerangka yang mempunyai implikasi kepada capaian program. Ada sasaran kegiatan dan ada output atau keluaran. Output itu menjelaskan bahwa sasaran kegiatan sudah dapat dilaksanakan.

Didalam Renstra Kanwil penuh dengan indicator dan semuanya dapat di ukur. Indikator strategis itu adalah Alat ukur yang mengindikasikan keberhasilan pencapain sasaran strategis K/L. Indikator Kinerja Program adalah ukuran kwantitatif  dan/atau kualitatif yang menggambarkan keberhasilan. Renstra ditingkat Kanwil harus mengedepankan isu dan yang akan menjawab isu tersebut adalah kegiatan. Adapun kegiatan di eselon tiga adalah kinerja kegiatan yang didalamnya memuat KRO ( Klasifikasi Rincian Output) dan RO ( Rincian Output). Isu itu berubah dari tahun ketahun sehingga tidak akan sampai mengulang lagi kegiatan yang sama pada tahun berikutnya. Perlunya pemetaan isu dan indikator Kinerja, targetnya apa dan merinci kegiatan menjadi rincian output sampai pada komponennya. Isu strategis seringkali berangkat dari data yang tidak jelas. Ketika data tidak dimiliki dari mana akan menghasilkan sasaran yang tepat. Organisasi pemerintah semestinya harus dapat lebih efektif dan efesien dalam penggunaan anggaran.

Merubah mainset itu penting, yakni Peningkatan kualitas pelayanan biasanya auditor dalam mengaudit lebih melihat pada serapan anggarannya, belum sampai mengarah lebih jauh kepada hasil yang didapat, apakah kegiatan dan anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran, atau hanya sebatas pada realisasi program dan kegiatannya saja, tanpa melihat esensi yang ada dalam rangka menjawab isu yang berkembang dan terjadi di masyarakat tersebut. Sebagai seorang Perencana mempunyai tugas dan kewajiban untuk memonitoring dan mengevaluasi hasil dan dana yang dibelanjakan apakah sudah tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan dari setiap program yang sudah direncanakan. Hasil dari monev anggaran dibuat rekomendasi untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan pada masa yang akan datang.

 

Tulungagung, 4 Desember 2020

Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi