Selasa, 12 Januari 2021

PERINGATAN HARI AMAL BAKTI KEMENTERIAN AGAMA KE-75

Setiap tanggal 3 Januari seperti biasanya Kementerian Agama memperingati hari ulang tahunnya yang dinamakan dengan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama. Usianya sama dengan Kemerdekaan Republik Indonesia yakni 75 tahun. Kalau dilihat dari usia manusia sepertinya sudah cukup umur bahkan bisa dibilang sudah tua, untuk itu Kementerian Agama selalu berbenah diri untuk menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. Isu yang berkembang di masyarakat dijawab dengan program-program kementerian yang dapat menyentuh langsung dan menjawab isu-isu tersebut. Kinerja yang dihasilkan juga harus jelas sehingga anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah outputnya jelas dan nyata, bukan fiktif.

Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati perayaan Hari Amal Bakti Kementerian Agama biasanya dilaksanakan dengan beragam acara dan kegiatan perlombaan. Mulai lomba yang sifatnya ringan, seperti permainan, olah raga, jalan sehat sampai lomba yang bersifat ilmiah. Namun khusus tahun 2021 terasa berbeda tidak ada perlombaan yang bisa dilakukan secara bersama dengan mengerahkan banyak orang, akan tetapi semua dari jenis perlombaan dilakukan secara daring. Panitia melakukan seleksi melalui kiriman yang disampaikan lewat chanel youtube yang sudah diunggah oleh masing-masing lembaga yang mengikuti ajang perlombaan tersebut. Khusus untuk Kemenag Tulungagung tidak terlalu banyak cabang yang dilombakan lewat daring hanya ada beberapa jenis perlombaan antara lain; lomba senam kreasi, dan lomba kreasi anak. Adapun peserta yang mengikuti ajang lomba tersebut adalah dari unsur lembaga pendidikan dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung mulai dari MAN, MTs.N, MIN dan RA se- Kabupaten Tulungagung.

Merasa menjadi bagian dari Kementerian Agama ungkapan rasa syukur sepertinya tidak akan pernah ada putusnya. Pengabdian yang tulus dari seluruh karyawan karyawati menjadi kebanggaan tersendiri, logo ikhlas beramal menjadi lambang dan cerminan bahwasannya seluruh insan yang bernaung dibawah Kementerian Agama hendaknya merasa jiwanya benar-benar ikhlas dalam bekerja dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Institusi yang mewadahi dari seluruh umat beagama dan beberapa keyakinan yang ada di masyarakat dan di belahan dunia ini, belum ada negara yang memiliki lembaga setingkat kementerian yang menangani semua agama, hanya ada satu yaitu di Republik Indonsesia. Beragaman perbedaan terus mewarnai dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan ber negara. Perbedaan adalah sebagai rahmatan lil alamin karena dengan menghargai perbedaan berarti kita semua sudah menjaga dan merawat toleransi dan kerukunan umat beragana. FKUB sebagai wadah yang mengurusi tentang kerukunan umat beragama di Indonesia. 

Di masyarakat arti kerukunan sangatlah penting dan menjadi isu yang krusial dan sangat sensitive karena ada kaitannya dengan keyakinan dan paham keagamaan. Timbulnya perpecahan karena antara umat dan para pemuka agama belum bersinergi dalam mewujudkan perdamaian. Masyarakat mejadi sangat rentan jika sudah menyangkut masalah agama. Kerukunan intern umat beragama dan extern umat beragama adalah hal penting yang harus disadari dan dilaksankan oleh seluruh umat beragama, karena perpecahan sering pula timbul dari dalam agama itu sendiri. Keyakinan dan kepercayaan dalam menjalankan ibadah menjadi pemicu awal perpecahan jika hal tersebut dalam skala besar sudah dapat dipastikan bahwa stabilitas keamanan negara sangat terganggu dengan munculnya beberapa aksi baik mendukung ataupun melawan. Kementerian Agama harus berada di garda paling depan dalam mewujudkan ketentraman dan kedamaian di bumi pertiwi. Dengan adanya latar belakang seperti terbesut diatas maka tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke- 75 mengambil tema “Indonesia Rukun” Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju.Tanpa adanya kerukunan akan sangat sulit mencapai cita-cita besar bangsa agar dapat sejajar dengan bangsa lain.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung juga melaksanakan upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke- 75 dengan sederhana tidak seperti biasanya upacara dilaksanakan dilapangan terbuka seperti lapangan BETA. Pelaksanaan upacara kali ini dipusatkan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dengan inspektur upacara Plt. Kepala Kantor dan di ikuti oleh para pejabat dan beberapa pegawai dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, adapun peserta yang lain mengikuti secara daring di lembaga masing-masing yang dilanjutkan dengan istighosah atau do’a bersama agar Indonesia tetap rukun dijauhkan dari perpecahan dan marabahaya serta masyarakat diberikan kesehatan dan keselamatan lahir batin. Semua rangkaian kegiatan upacara dan istighosah berjalan lancar dan hikmat tidak ada kendala apapun baik secara teknis maupun secara langsung. Selaku panitia kami semua mengucapkan terima kasih banyak kepada tim IT yang dinilai sukses dalam mengemban tugas atas terselenggaranya dua kegiatan penting tersebut. Semoga Kementerian Agama kedepannya lebih sukses dalam mengemban amanah.








Tulungagung, 05 Januari 2021

Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi


Sabtu, 02 Januari 2021

Kado Terindah di Hari Ibu

Seorang Ibu biasanya digambarkan sebagai seorang tokoh yang sangat luar biasa dalam dunia dongeng, begitupun dalam dunia nyata ibu adalah sosok wanita tangguh yang mampu menjadi apa saja demi kebahagiaan dan kesuksesan anak-anaknya. Kedengarannya begitu berlebihan tapi memang begitulah adanya, kebenerannya bisa dibuktikan sendiri jika kita pernah menjadi seorang anak, kalaupun ada ibu yang kurang begitu peduli dengan keadaan dan keberadaan anak-anaknya itu mungkin hanya sebagian kecil saja, sekalipun begitu pastilah ada perasaan tertentu yang sudah menjadi qodrat dan naluri dari seorang ibu. Ketulusan cinta, kasih sayang, perhatian dan pengertian bagi anak-anaknya menjadi sebuah kekuatan yang besar dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia. Do’a dan restu dari ibu selalu diminta dan dinanti agar dalam menjalani pekerjaan atau perjalanan hidup menjadi sebuah perisai  perlindungan yang sangat besar nilainya.

Dalam hal menceritakan sosok seorang ibu, penulis sendiri pernah menjadi seorang anak sebelum akhirnya juga menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya. Ibu adalah guru pertama ketika seorang anak terlahir di dunia, pelajaran awal disampaikan tentang bagaimana sang anak bisa minum air susu ibunya dan seterusnya mengajari makan, minum dan sebagainya sampai mereka dewasa. Kedekatan antara ibu dan anak adalah sangat diperlukan dalam sebuah hubungan agar senantiasa terjalin kasih sayang dan keterikatan batin yang mendalam, sehingga antara ibu dan anak ada perasaan tertentu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Memang benar kata papatah bahwa kasih ibu sepanjang jalan adapun kasih anak sepanjang penggalah. Kadang bagi ibu yang sibuk dengan banyak pekerjaan tidak menampakkan kasih sayang yang begitu nyata kepada buah hatinya, namun sebenarnya mereka sangat menyayangi dan mengasihinya, hanya saja tidak selalu diungkapkan lewat kata-kata.

Tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai hari ibu dan biasanya diperingati dengan upacara atau dengan sekedar ungkapan kata-kata yang tersebar dimana-mana, beberapa akun sosial media dipenuhi dengan ucapan selamat hari ibu dan banyak ungkapan serta kata-kata mutiara yang diposting melalui akun sosial media seperti Whatshap, Facebook, Instragram, Line, dan akun sosmed lainnya. Ungkapan tersebut merupakan sebuah gambaran yang muncul dari perasaan  bahwa memang seorang ibu adalah pahlawan bagi keluarga dan jasanya tidak dapat dijelaskan secara keseluruhan. Pengabdian seorang ibu sangatlah besar tidak terlalu banyak mengharapkan pengembalian atas apa yang sudah beliau berikan. Ibu adalah adalah pahlawan bagi keluarganya, perjuangannya memang tidak harus dikenal khalayak namun ketulusannya patut dihargai seperti layaknya pahlawan yang gagah berani bertempur di medan laga. 


Pada waktu peringatan hari ibu tanggal 22 Desember yang lalu Dharma Wanita Persatuan di kantor kami menyelenggarakan upacara peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan melalui daring dengan kantor wilayah. Peserta yang hadir secara offline sangat dibatasi hanya pengurus saja yang mengikuti pelaksanaan upacara secara daring tersebut. Kejutan dari bapak kepala kantor untuk ibu dengan memberi kado manis berupa coklat silverqueen, meskipun sederhana tapi banyak makna yang terkandung didalamya. Sepertinya bukan hanya kepala kantor saja yang memberi coklat manis sebagai hadiah special dihari ibu itu, akupun juga mendapatkan hadiah yang sama seperti beliau, hanya saja yang memberi bukan bapak kepala kantor melainkan temen-temen di kantor yang sudah seperti anak kami sendiri karena kedekatan antara kami seperti layaknya, teman, saudara, bahkan seperti ibu bagi mereka selama berada di tempat tugas.

Ternyata tidak hanya hadiah coklat saja yang saya terima, karena sepulang dari kantor anak-anak dirumah sudah menyambut dengan riang dan penuh suka cita. Mereka juga memberikan kado bunga, entah mengapa mereka memberi kado bunga hidup dan belum ada pot bunganya, mungkin supaya ibunya mau menanam dan merawatnya sebagaimana merawat mereka mulai dari bayi hingga mereka dewasa. Kedengarannya agak sedikit alay, namun sama halnya dengan hadiah coklat tadi, mereka semua memberikannya dengan penuh ketulusan dan rasa cinta. Perlu disadari bersama bahwa ungkapan kasih sayang tidak harus disampaikan lewat kata-kata saja tapi melalui tindakan nyata, meskipun hadiah itu terlihat sederhana tapi sangat besar nilainya sebagai kado terindah di hari Ibu. Semoga dapat istiqomah menjadi seorang ibu yang selalu bisa menjadi sumber inspirasi dan nafas hidup bagi kesuksesan anak-anaknya.




Tulungagung,   Desember 2020

Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi





Rabu, 16 Desember 2020

DILEMA PEMBERANGKATAN JEMAAH HAJI INDONESIA

 

Data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung untuk estimasi pemberangkatan jemaah haji tahun 2020 sebanyak 996 orang calaon jamaah haji, yang terdiri dari 443 orang calon jamaah haji laki-laki dan 553 orang calon jemaah haji perempuan. Akibat pandemi Corona Virus Disease 19 (covid -19) akhirnya pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji asal Indonesia. Pembatalan pemberangkatan jemaah haji tertuang melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/ 2020 M.

Ada beberapa pertimbangan mendasar terkait dengan adanya pembatalan pemberangkatan tersebut bahwa menunaikan Ibadah Haji wajib bagi umat Islam yang mampu secara ekonomi dan fisik yaitu kesehatan, keselamatan dan keamanan semenjak kepergian sampai dengan kepulangan ke tanah air. Dengan adanya pandemi Covid-19 maka kesehatan, keselamatan dan keamanan para calon jamaah haji menjadi prioritas yang terpenting. Dalam ajaran agama  Islam menjaga jiwa merupakan salah satu dari lima maqasidh syari’ah selain menjaga agama, akal, keturunan, dan harta yang harus dijadikan sebagai dasar pertimbangan utama dalam penetapan hukum atau kebijakan pemerintah agar terwujud kemaslahatan bagi umat atau masyarakat.

Pemerintah Arab Saudi juga membatasi jumlah jemaah yang menunaikan ibadah haji dari luar negeri, keputusan yang diambil pemerintah Arab Saudi memang sudah sangat dekat dengan prosesi ibadah haji itu sendiri. Kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah Arab Saudi rentang waktunya cukup panjang, sampai dinayatakan untuk membuka kembali akses fasilitas umum dan tempat ibadah bagi warganya untuk melakukan aktifitas diluar dengan dibukanya kembali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk melaksanakan sholat berjamaah bagi umum. Waktu yang cukup singkat tidaklah mungkin pemerintah RI sanggup untuk melaksanakan persiapan dari keseluruhan proses penyelenggaraan ibadah haji mulai dari persiapan pemberangkatan sampai ke tanah suci dan setelah kepulangan kembali jemaah ketanah air. Dari sebagian jamaah juga terdapat jamaah katagori resiko tinggi (risti) dan jumlahnya lumayan banyak sehingga untuk proses karantina saja memakan waktu yang cukup lama mulai karantina sejak keberangkatan sampai dengan kepulangan.

Langkah yang diambil pemerintah sudah cukup tepat dengan mempertimbangkan beberapa aspek tersebut diatas tadi, bahwa sesungguhnya menjaga keselamatan jiwa jauh lebih penting dari pada hukum aslinya. Masyarakat tentunya juga sudah dapat memaklumi kondisi yang demikian ini, dan harapan dari para jemaah haji yang sudah melakukan pelunasan pembayaran untuk dapat dipanggil kembali berangkat pada tahun depan. Namun perlu dipahami bersama bahwa sampai di penghujung tahun 2020 ini wabah virus Covid-19 belum juga mengalami penurunan bahkan mengalami lonjakan yang cukup drastis sehingga pemerintah RI melalui Kementerian Agama belum berani mengeluarkan statemen dan kebijakan resmi terkait dengan keberangkatan jemaah haji secara pasti. Selama masyarakat belum menerima vaksin Covid-19 maka akan sangat rentan terkonfirmasi menurut berita yang kita dengar. Maka untuk menerapkan kebijakan tertentu dibutuhkan pengkajian dan analisis yang mendalam, tidak dengan serta merta karena menyangkut keselamatan jiwa.

Namun begitu disisi lain pelaksanaan ibadah umrah sudah diperbolehkan mengacu pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 719 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Ibadah Umrah Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Pemerintah sudah mempertimbangkan melalui kebijakan pemerintah Arab Saudi yang telah membuka kesempatan umat Islam untuk menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah secara bertahap sesuai dengan maklumat yang dikeluarkan oleh Deputi Kementerian Bidang Urusan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi.

Dengan berdasarkan pada kebijakan tersebut maka pemerintah RI menerapkan penyelenggaraan perjalan ibadah umrah dengan standar protokol kesehatan yang sangat ketat dan ada beberapa persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh setiap calon jemaah umrah, diantaranya; Usia sesuai ketentuan dari pemerintah Arab Saudi (18-50 tahun), tidak memiliki penyakit penyerta/komorbid (wajib memenuhi ketentuan Kemenkes RI), menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak lain atas risiko yang timbul akibat Covid-19, bukti bebas Covid-19 (dibuktikan dengan asli hasil dari PCR/SWAB tes yang dikeluarkan rumah sakit/ laboratorium yang sudah terverifikasi Kemenkes dan berlaku 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan/sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi).

Penyelenggaraan transportasi perjalanan umroh mematuhi standar antara lain; Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) bertanggung jawab menyediakan sarana transportasi sejak lokasi karantina, bandara, keberangkatan, pesawat terbang pergi pulang, dan transportasi di Arab Saudi. Transportasi udara dari Indonesia ke Arab Saudi dan dari Arab Saudi ke Indonesia dilaksanakan dengan penerbangan langsung, transportasi Saudi dan dari Arab Saudi ke Indonesia wajib dilakukan dengan standar protokol kesehatan Covid-19. Permberangkatan dan pemulangan jemaah hanya dilakukan melalui bandara internasional yang telah ditetapkan oleh Kemenkumham sebagai bandara internasional pada pandemi Covid-19, yaitu; Bandara Soekarno-Hatta Banten, Juanda Jawa Timur, Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan, dan Kualanamu Sumatera Utara.

Adapun kuota pemberangkatan jemaah umrah adalah jemaah yang tertunda keberangkatannya tahun 1441 H dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, penentuan jemaah yang akan diberangkatkan mengacu pada kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi. Dalam hal protokol kesehatan bahwa seluruh layanan kepada jemaah wajib mengikuti standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi juga pemerintah Republik Indonesia. Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan protokol kesehatan mulai dari tanah air, selama perjalanan sampai dengan kepulangan jemaah umrah. Sedangkan biaya perjalanan ibadah umrah mengikuti biaya referensi yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama, biaya tersebut dapat ditambah dengan biaya lainnya yaitu biaya pelayanan kesehatan pada masa karantina dan biaya pemeriksaan kesehatan jemaah akibat pandemi Covid-19.

Delema masyarakat untuk melaksanakan ibadah dalam masa pandemi Covid-19 sangatlah wajar, dimana satu sisi orang mempunyai keinginan untuk tetap menjalankan syariat namun disisi yang yang nyawa menjadi taruhan karena kita tidak mampu mendeteksi dari mana penyakit itu datang bersarang ketubuh kita, maka sangatlah penting menjaga keamanan dan kesehatan diri dari penyebaran wabah tersebut. Pemerintah juga sudah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi warganya agar sebisa mungkin dapat terhindar dari serangan virus yang mematikan itu. Selebihnya hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang bisa menghentikannya, manusia hanya sebatas berusaha, kalaupun diberikan panjang umur maka hendaklah kita merasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan terutama nikmat kesehatan yang saat ini memang benar-benar mahal harganya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan kepada hambanya yang sabar dan tawakal menghadapi ujian akibat pandemi Covid-19.

Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi

Jumat, 04 Desember 2020

FGD BEDAH DRAF RENSTRA KANWIL KEMENAG JATIM TAHUN 2020-2024

 

Bertempat di Hotel Harris Malang sejak hari senin tanggal, 23 november sampai dengan hari kamis tanggal, 26 novermber 2020 kami dari Kelompok Kerja Perencana Provinsi Jawa Timur mengikuti kegiatan Forum Group Diskusi bedah draf Rencana Stategis (Renstra) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur tahun 2020-2024. Kegiatan tersebut diikuti oleh para Perencana Kementerian Agama dari masing-masing Kabupaten/Kota dan Perguruan Tinggi  Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Jawa Timur. Nara sumber pendamping adalah Tim dari Universitas Brawijaya Malang. Trending topik yang paling hangat untuk dibahas adalah tentang Moderasi Beragama sebagai program nasional yang kemudian dijabarkan oleh Kementerian Agama RI yang termuat dalam Rencana Strategik dalam kurun waktu lima tahunan.

“Sasaran Strategis Kementerian/Lembaga (Outcome/Impact) merupakan kondisi yang akan dicapai secara nyata oleh Kementerian/Lembaga yang mencerminkan pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya hasil (outcome) dari satu atau beberapa program”. Sasaran Strategis Kementerian/Lembaga yang ditetapkan harus merupakan ukuran pencapaian dari Tujuan Kementerian/Lembaga. Sasaran strategis mencerminkan berfungsinya outcomes dari semua program dalam Kementerian/Lembaga. Sasaran Strategis K/L yang dirumuskan sama dengan sasaran pembangunan yang ada dalam RPJMN maupun RPJPN 2005-2025 sesuai dengan tugas fungsi K/L dan/atau setingkat lebih rendah dari sasaran pembangunan RPJMN. Memiliki sebab akibat (causality) secara logis dengan sasaran pembangunan dalam RPJMN maupun RPJPN.

Visi Misi Presiden 2020-2024 disusun berdasarkan arahan RPJPN 2020-2025. RPJMN 2020-2024 dilaksanakan pada periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan visi “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”. Visi tersebut diwujudkan melalui 9 Misi yang dikenal sebagai Nawacita kedua. Adapun 9 misi tersebut adalah:

  1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia
  2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing
  3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan
  4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan
  5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa
  6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya
  7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga
  8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya
  9. Sinergi Pemerintah Daerah dalam kerangka negara kesatuan.

Renstra Kementerian/Lembaga (K/L) itu merupakan operasional dari RPJM. Renstra Kanwil mengacu dan mempedomani Renstra Kementerian Agama pusat, adapun Rentra Kementerian Agama pusat adalah penjabaran dari RPJMN. Dari dokumen ini perlu adanya koordinasi dan singkronisasi dari Kementerian Agama pusat dengan Kantor Wilayah dan Kementerian Agama di Kabupaten/Kota. Dirjen harus satu kesatuan holistic, sehingga hubungan antar dirjen itu ada kesinambungan bukan secara parsial. Keterkaitan antar belanja bisa terbangun dan terintegrasi dalam satu arsitektur. Kanwil mengambil kerangka regulasi dan kelembagaan dari Renstra Kemenag Pusat Renstra Kanwil tidak memerlukan visi dan misi akan tetapi lebih memabahas kepada target dan pendanaan (RKAKL), Kabupaten/Kota lebih ke kegiatan, out put dan komponen. Impactnya lebih mengarah kepada Situasi dan kondisi yang bersifat kualitatif

Muatan dalam Renstra Kanwil bersumber dari Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1052 Tahun 2019. Renstra Kanwil Kementerian Agama Provinsi menjelaskan kondisi umum, potensi dan permasalahan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Renstra Kanwil Kementerian Agama Provinsi menjelaskan Tujuan Unit Eselon I di wilayahnya. Renstra Kanwil Kementerian Agama Provinsi menjelaskan Sasaran Kegiatan Unit Eselon I di wilayahnya. Menjelaskan hasil dan satuan hasil yang akan dicapai dari setiap indikator kinerja sasaran program dan indikator kinerja sasaran kegiatan. Target kinerja merupakan bagian dari target satuan kerja diatasnya. Menjelaskan kebutuhan pendanaan secara keseluruhan untuk mencapai target kinerja satuan kerja. Jadi mestinya Renstra Kanwil tidak memerlukan Visi dan Misi karena Renstra Kanwil mengambil kerangka regulasi dan kelembagaan dari Renstra Kemenag Pusat dan lebih memabahas kepada target dan pendanaan (RKAKL).

Selain itu, dijabarkan juga baik yang bersumber dari Rupiah Murni, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Badan Layanan Umum (BLU), Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Hibah Dalam Negeri (HDN), Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) serta sumber/skema lainnya seperti Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Corporate Social Responsibility (CSR). Menjelaskan simpulan secara singkat mengenai dokumen Renstra Satuan Kerja yang telah disusun dan arahan dari Pimpinan/Kepala Satuan Kerja dalam pelaksanaan perencanaan strategis, sehingga hasil pencapaiannya dapat diukur dan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan laporan kinerja tahunan Satuan Kerja.

Untuk menghasilkan keluaran yang bagus dan berkualitas dan dapat menyentuh kepentingan masyarakat secara umum dan menjawab isu yang berkembang dimasyarakat tentunya membutuhkan struktur dan pola perencanaan yang baik pula. Memerlukan adanya manajemen kinerja dari fungsional dengan kinerja Money follow program ; uang itu harus memberikan dampak, harus memnghasilkan perubahan sosial. Pengukuran kinerja Kanwil itu mengikuti kinerja eselon Dirjen atau mengikuti Renstra pusat. Kinerja di Kanwil adalah penggabungan atau akumulasi yang disebut dengan Managemen Kinerja. Dalam kegiatan sekretariat lebih mengarah pada layanan kesekretariatan. Program kegiatan mempunyai sasaran dan boleh memiliki satu atau lebih dari sasaran kegiatan. Jangan sampai ada kegiatan yang tidak mendukung sasaran induknya (sasaran Menteri). Didalam sasaran kegiatan perlu adanya sebab dan akibat. Kegiatan yang tidak menjadi sebab kegiatan yang lain harus dipengkas atau dilakukan penghematan. Kerangka kerja logis itu kegiatan yang mempunyai kerangka yang mempunyai implikasi kepada capaian program. Ada sasaran kegiatan dan ada output atau keluaran. Output itu menjelaskan bahwa sasaran kegiatan sudah dapat dilaksanakan.

Didalam Renstra Kanwil penuh dengan indicator dan semuanya dapat di ukur. Indikator strategis itu adalah Alat ukur yang mengindikasikan keberhasilan pencapain sasaran strategis K/L. Indikator Kinerja Program adalah ukuran kwantitatif  dan/atau kualitatif yang menggambarkan keberhasilan. Renstra ditingkat Kanwil harus mengedepankan isu dan yang akan menjawab isu tersebut adalah kegiatan. Adapun kegiatan di eselon tiga adalah kinerja kegiatan yang didalamnya memuat KRO ( Klasifikasi Rincian Output) dan RO ( Rincian Output). Isu itu berubah dari tahun ketahun sehingga tidak akan sampai mengulang lagi kegiatan yang sama pada tahun berikutnya. Perlunya pemetaan isu dan indikator Kinerja, targetnya apa dan merinci kegiatan menjadi rincian output sampai pada komponennya. Isu strategis seringkali berangkat dari data yang tidak jelas. Ketika data tidak dimiliki dari mana akan menghasilkan sasaran yang tepat. Organisasi pemerintah semestinya harus dapat lebih efektif dan efesien dalam penggunaan anggaran.

Merubah mainset itu penting, yakni Peningkatan kualitas pelayanan biasanya auditor dalam mengaudit lebih melihat pada serapan anggarannya, belum sampai mengarah lebih jauh kepada hasil yang didapat, apakah kegiatan dan anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran, atau hanya sebatas pada realisasi program dan kegiatannya saja, tanpa melihat esensi yang ada dalam rangka menjawab isu yang berkembang dan terjadi di masyarakat tersebut. Sebagai seorang Perencana mempunyai tugas dan kewajiban untuk memonitoring dan mengevaluasi hasil dan dana yang dibelanjakan apakah sudah tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan dari setiap program yang sudah direncanakan. Hasil dari monev anggaran dibuat rekomendasi untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan pada masa yang akan datang.

 

Tulungagung, 4 Desember 2020

Intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi

Jumat, 20 November 2020

MADRASAH HEBAT MADRASAH MENDUNIA

Madrasah Hebat Madrasah Mendunia begitulah antara lain sebuah pesan yang disampaikan bapak Direktur KSKK ( Kurikulum, Sarana dan Prasarana, Kelembagaan dan Kesiswaan) Dr. H. A. Umar, MA. Pada hari Jum’at, tanggal 13 November 2020 kami menerima kunjungan khusus dari Direktorat KSKK untuk madrasah penerima dana SBSN tahun 2020. Dari sejak siang kami sudah  menunggu lumayan lama kehadiran beliau untuk melihat secara langsung progress dari pekerjaan pembangunan laboratorium terpadu dan perpustakaan MAN 2 Tulungagung. Akhirnya sore hari itu beliau baru tiba di MAN 2 Tulungagung dengan didampingi oleh Kabag Perencanaan Dirjen Pendidikan Islam dan telah disambut oleh Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Tidak ada sambutan secara khusus, kami berkumpul di ruangan laboratorium Biologi bukan untuk melakukan praktek pembelajaran, namun akan menerima pengarahan dari bapak Direktur KSKK. Pembawa acara memulai jalannya acara akan tetapi rupanya microphone tidak dapat berfungsi dengan baik, ternyata microphone low bat, jadi mc harus mengganti dengan baterai baru, sedangkan kualitas audio sound systemnya sendiri juga kurang bagus sehingga menambah performa semakin kurang begitu wow. Senja mulai datang pertanda malam segera tiba, sambutan dari kepala MAN 2 Tulungagung mengawali jalannya acara, ucapan selamat datang sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan yang ada mengawali kata sambutan dan seterusnya menyampaikan tentang sekilas kondisi dan aktifitas seluruh kegiatan pembelajaran yang ada di MAN 2 Tulungagung dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Kepala MAN 2 Tulungagung memohon untuk dapat menerima bantuan rehabilitasi ruang kelas karena secara master plane ruang kelas yang tepat berada di depan gedung baru sudah tidak layak dan representative lagi, dan sebaiknya dilakukan proses penghapusan gedung agar suasana terkesan lebih tertata secara letak tata ruang.

Selesai memberikan sambutan dan kata pembuka, ibu kepala MAN 2 Tulungagung mempersilahkan bapak Direktur KSKK untuk memberikan kata sambutan sekaligus pengarahan untuk perbaikan madrasah ke depan. Semua yang ada di dalam ruangan laboratorium tersebut memperhatikan dan menyimak dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan bapak direktur. Ada beberapa pesan yang dapat kami tangkap pertama kepada lembaga hendaknya dapat menjadi madrasah yang berkelas dunia di segala bidang, mampu berdaya saing dalam menghadapi perkembangan global. Pesan kepada Penyedia hendaknya dapat bekerja dengan amanah dan penuh dengan rasa tanggung jawab atas proyek yang dikerjakan dan hasil dari keuntungan dapat memberikan kontribusi berupa amal jariyah mungkin berupa laptop atau perlatan penunjang lain agar rezekinya tambah barokah. Begitu pula kepada konsultan pegawas agar tidak melakukan kompromi dengan penyedia untuk mengurangi spesifikasi teknis yang sudah dimuat dalam dokumen dan walau mendapatkan hasil yang sedikit karena nilainya kecil tetap perlu jariyah karena untuk beramal tidak melihat besar dan kecilnya nilai namun niat dan keikhlasan dari hati yang diperlukan supaya hasil dari pekerjaan yang diterima bisa bermanfaat  dan barokah bagi keluarganya.

Untuk mewujudkan madrasah berkelas dunia ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, selain sarana dan prasarana penunjang kegiatan juga komitmen dari seluruh komponen yang ada mulai dari pimpinan lembaga dalam hal ini kepala madrasah, kepala Tata Usaha, para Waka, guru, staf, seluruh pegawai dan siswa dilingkup MAN 2 Tulungagung. Semuanya saling terintegrasi dan berhubungan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing, Kepala sebagai pemimpin dan pengendali roda madrasah, Kepala TU sebagai pembantu tugas pimpinan dalam bidang administrasi dan tata kelola, para Waka membantu tugas kepala untuk ikut serta mensukseskan program dan kegiatan yang sudah direncanakan oleh Madrasah, guru bertugas sebagai pembimbing bagi para siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dan siswa sabagai obyek yang di bombing serta dibina agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan bidang kemampuan masing-masing dengan memperhatikan bakat minat dari para siswa kalau perlu dengan melalukan assesmen kepada seluruh siswa agar keinginannya dapat tersalurkan sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Tidak boleh memaksakan sesuatu kepada siswa kalau perlu justru menggali satu persatu dari seluruh siswa potensi apa saja yang mereka miliki.

Seperti halnya Rasulullah SAW. dalam perang Badar dapat sukses dan berhasil memenangkan peperangan karena seluruh komponen ikut andil menyumbangkan apa yang mereka miliki, baik berupa harta benda, pemikiran, ide, strategi bertempur termasuk juga bahan pendukung logistik dalam pertempuran. Orang kaya yang berkecukupan menyumbangkan senjata, orang kecil menyediakan konsumsi dan seterusnya semua ikut andil dan terlibat dalam pertempuran sampai berhasil dan mendapatkan kemenangan. Seperti halnya madrasah dalam hal berjihad agar sukses dan berhasil seluruh komponen harus terlibat didalamnya sesuai dengan bidang tugas dan kemampuan masing-masing, termasuk masyarakat dan seluruh pemangku kebijakan semua ikut dilibatkan, yang kecil menyumbang sesuai dengan kemampuannya yang besar dapat menjadi penggerak jalannya laju pertempuran dalam hal ini dalam menghadapi persaingan global. Demikian antara lain pengarahan dari bapak Direktur KSKK intinya bahwa seluruh civitas sekolah terlibat tanpa kecuali saling mendukung dan bahu membahu demi terwujudnya “Madrasah Hebat Madrasah Mendunia”.

 

Tulungagung, 17 November 2020

Intokowati

#SahabatPenaKita

Sabtu, 07 November 2020

PERENCANAAN YANG BAIK MENENTUKAN HASIL YANG MAKSIMAL

Dalam mencapai sebuah tujuan yang diharapkan tidak pernah terlepas dari adanya perencanaan yang matang. Perencanaan adalah kunci awal dari seluruh proses pelaksanaan, setiap tahapan harus dilalui mulai dari pengumpulan data awal yang berupa data primer dan data sekunder. Mengidentifikasi permasalahan yang ada dilapangan untuk dijadikan dasar penyusunan, mengakomodir dari seluruh keinginan dan kepentingan untuk dicarikan solusi supaya terjalin benang merah antara aspirasi yang muncul dari bawah dengan kepentingan yang ada atas. Menentukan sasaran yang tepat agar hasil yang diharapkan dapat tercapai sesuai dengan target yang telah ditentukan. Arah kebijakan sebaiknya selaras dengan konsep dasar dari perencanaan, dapat menyesuaikan dengan keadaan namun tidak keluar dari rel.

Menurut Wikipedia ensiklopedia bebas bahwa Perencanaan adalah suatu proses. Proses perencanaan merupakan rangkaian urutan rasional didalam penyusunan rencana. Proses mempunyai sifat-sifat sebagai berikut; dapat disesuaikan dengan tujuan, dapat disesuaikan dengan keterbatasan yang ada, dapat dikembangkan sesuai dengan teknik dan kebutuhan tertentu. Proses perencanaan pada awalnya merupakan proses yang konvensional yang disebut juga Classical Planning Process atau Geddesian Planning Process. Proses yang konvensional merupakan proses yang terbuka yang menghasilkan produk terbuka (tanpa feedback). Dalam perencanaan input merupakan data-data atau informasi, output merupakan produk perencanaan atau rencana, sedangkan proses atau analisis merupakan keterkaitan data atau informasi untuk menghasilkan produk rencana.

Pengolahan data awal membutuhkan kecermatan sehingga dalam analisis membutuhkan pengetahuan dan ketajaman analisis yang harus dimiliki oleh seorang planner, menggali data dari berbagai sumber dan menganalisis setiap data yang ada untuk dijadikan sebagai bahan kajian. Sumber data yang jelas dan tingkat validitas yang tinggi akan berpengaruh pada kesuksesan perencanaan. Data adalah bagian yang paling penting dalam kaitannya dengan proses perencanaan. Data yang tidak jelas dan acak akan dapat menyesatkan dan dapat mengakibatkan penyalahgunaan. Data yang berkaitan dengan penganggaran atau keuangan sangat riskan jika tingkat validitasnya rendah, selain dapat menimbulkan pemborosan atau juga kekurangan pagu anggaran dapat pula berakibat terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan anggaran, tidak tepat sasaran serta tidak sesuai harapan sebagaimana tujuan yang akan dicapai.

Dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah akan terwujud manakala terjalin sinergitas yang diawali dengan konsep dasar perencanaan yang matang, menyeluruh, terarah dan terpadu memperhatikan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan keadaan dan perkembangan di wilayah Indonesia. Pemerintah dituntut lebih siap dan mandiri dalam menyusun strategi pembangunan dalam rangka menghadapi era globalisasi dan persaingan bebas dunia yang semakin kompetitif. Perencanaan pembangunan yang baik akan mampu menjamin terlaksananya pembangunan yang menyeluruh, terarah dan terpadu, menyesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai agar apa yang hendak dilaksanakan benar-benar dapat terwujud dengan baik.

Untuk meraih kesuksesan dalam perencanaan tentunya harus mempunyai target terlebih dahulu dan yakin bahwa suatu saat nanti rencana itu pasti akan terwujud. Merencenakan sesuatu ibaratnya seperti bermimpi namun disertai dengan perjuangan dengan beberapa tahapan yang meski dilalui. Langkah pertama memanfaatkan waktu dengan menyusun jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan, langkah kedua mencari pengalaman dari seorang mentor/pakar yang sudah pernah sukses dalam pelaksanaan kegiatan yang sudah direncanakan sekaligus mencari referensi yang cukup dan sesuai dengan bidang yang akan dicapai, langkah berikutnya adalah membuat tujuan yang realistis baik dalam perencanaan jangka pendek ataupun jangka menengah dan juga perencanaan jangka panjang, selanjutnya membuat sebuah tim yang solid yang saling mendukung antara satu bagian dengan bagian yang lainnya, yang terkhir masih tetap konsisten dengan tujuan awal tidak mudah tergiur dan merubah pikiran untuk mengalihkan kepada hal lain sehingga target dan tujuan yang dari semula sudah direncakan dapat berjalan dan berhasil sebagaimana yang diharapkan.

Setelah selesai proses perencanaan tahapan demi tahapan dilalui, diperlukan adanya monitoring dan evaluasi dari seluruh hasil yang telah dicapai, evaluasi secara menyeluruh apakah dari program-program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditentukan, atau terdapat kendala bahkan kegagalan. Perlu dilakukan analisis terhadap masalah yang dihadapi dan kendala dilapangan, mungkin bukan salah dalam perencanaannya tapi terkendala masalah teknis yang perlu segera dapat diselesaikan. Jangan pernah mengulang kesalahan yang sama karena itu sama saja dengan tidak belajar dari kegagalan yang pertama, kesalahan bisa terjadi dari beberapa factor; adanya human error, kegagalan sistem, juga kebijakan yang tidak tepat sasaran. Semuanya perlu dievaluasi sebagai bahan untuk perencanaan tahap berikutnya. Namun sebaik apapun rencana manusia akan ada campur tangan Tuhan didalamnya jadi tetaplah tawakal dan selalu berdo’a agar apa yang sudah kita rencanakan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Wallahu a’lam bi showab ..

 

Tulungagung, 7 November 2020

Intokowati

Sahabat Pena Kita

Senin, 19 Oktober 2020

OBSESI MENULIS BUKU OUTOBIOGRAFI


Sejak bergabung dengan group Komunitas Literasi Tulungagung pada tanggal 28 Mei 2018 keinginan untuk menulis mulai tumbuh, diawali dengan pertemuan anggota di gedung Pasca Sarjana IAIN Tulungagung menjelang buka puasa Ramadhan. Dr. Ngainun Naim sebagai sang penggiat literasi menyampaikan beberapa hal dan pengalaman dalam menulis, beliau sebagai mentor kami mengajak agar para mahasiswa punya keinginan dan mampu membuat tulisan dalam bentuk apapun, bisa artikel, puisi, esay, jurnal maupun tulisan yang lain. Ada beberapa hal yang biasa dialami para pemula ketika menulis; pertama bingung menentukan topik bahasan apa yang hendak ditulis, kedua ketika dalam proses menulis tiba-tiba kehabisan ide akhirnya berhenti tidak melanjutkan kembali tulisannya, ketiga semangat menulis tidak stabil kadang sangat semangat dan produktif menulis, tapi kadang timbul rasa malas sehingga berhenti menulis. Kondisi seperti ini biasa dialami oleh seorang penulis, apalagi masih pada tarap belajar, sangat manusiawi sekali.

Untuk menjaga agar tetap istiqomah menulis bapak Dr. Ngainun Naim selalu mengingatkan tanpa henti, tanpa mengenal lelah dan putus asa kepada seluruh anggota group yang tergabung dalam Komunitas Literasi tersebut agar setor tulisan, namun belum semua anggota bisa setor tulisan akhirnya dibuatkan komitmen kepada seluruh anggota agar dapat setor tulisan wajib seminggu sekali. Awalnya memang terasa berat tapi karena adanya tuntutan akhirnya menjadi terbiasa dan ini yang mampu meningkatkan semangat para anggota untuk rajin menulis walaupun hanya seminggu sekali. Kemudian setelah berdiri group Sahabat Pena Kita Tulungagung gelora menulis mulai muncul dan semangat para anggota dalam menulis mulai tumbuh, setiap hari beberapa tulisan mulai menghiasi beranda group WA SPK Tulungagung, sepertinya ada perubahan besar dalam dunia karya tulis. Ide membuat buku Antologi terus bergulir semuanya masih dalam proses finishing, sebentar lagi akan ada beberapa buku yang terbit. Itu semua menjadi spirit bagi seluruh anggota untuk terus berkarya dan menghasilkan tulisan-tulisan yang bagus dan bermutu.

Berawal dari penulisan buku antologi tersebut ada beberapa keinginan yang muncul dibenak ini sekiranya dapat menulis sebuah buku karya sendiri alangkah senang dan bahagianya hati. Sampai saat ini masih merupakan sebuah mimpi atau sekedar obsesi, pun begitu tidak menutup kemungkinan bahwa suatu hari nanti pastilah bisa menulis sebuah buku hasil dari karya dan tulisan pena sendiri. Kalau benar impian tersebut menjadi nyata mungkin dapat menjadi suatu suntikan dan vitamin tersendiri dalam dunia tulis menulis. Menulis bukan menjadi sebuah obsesi atau sekedar mimpi lagi, melainkan sudah menjadi budaya atau tradisi. Membiasakan menulis harus dibarengi dengan komitmen yang tinggi supaya tetap istiqomah.

Sebenarnya keinginan memiliki sebuah buku dari hasil karya sendiri tidak harus yang berbobot dan benilai tinggi, sekedar hanya menulis pengalaman pribadi atau berupa autobiografi diri sendiri. Kelihatannya sangat mudah karena yang ditulis adalah peristiwa atau kisah yang pernah kita alami, namun sepertinya tidak semudah apa yang kita banyangkan. Menulis membutuhkan pemikiran dan rangkaian kata-kata yang indah serta dapat dimengerti oleh si pembaca. Menarik minat orang untuk membaca dibutuhkan trik dan tehnik tersendiri. Judul, gaya bahasa, intonasi, isi yang terkandung di dalam buku sangat berpengaruh pada orang lain untuk memahaminya. Biarkan ide dan gagasan menulis mengalir begitu saja, tanpa adanya tekanan atau perasaan tertentu sehingga mempengaruhi bobot dan makna tulisan itu sendiri. Menulis dengan perasaan dan emosi akan mampu menciptakan karakter tersendiri dalam tulisan kita, corak dan warna yang khas nantinya dapat dirasakan oleh pembaca.

Pengalaman pribadi ketika menulis kadang timbul rasa jenuh dan malas untuk melanjutkan kembali, kalau kondisinya sudah seperti ini maka motivasi untuk menulis bukan hanya dari orang lain melainkan dari dalam diri sendiri. Menumbuhkan kembali motivasi dalam diri sendiri rasanya cukup sulit kalau tidak dibarengi dengan kekuatan dan keyakinan bahwa menulis itu mudah, dan banyak manfaat yang akan bisa kita ambil dari proses menulis. Seorang penulis tentunya sering membaca, karena dengan membaca banyak ide atau gagasan dan pengetahuan yang didapat sehingga mampu menambah referensi tulisan. Cara pandang dan pemikiran orang lain dapat menjadi inspirasi bagi diri kita, setidaknya ada informasi, pengetahuan, pengalaman, tranformasi pemikiran ataupun ilmu yang akan kita terima. Tetapi kadang kala terlalu banyak membaca juga malah menjadi semakin bingung, pendapat mana yang sekiranya cocok dengan karakter kita. Masing-masing tulisan satu dengan yang lainnya pastilah tidak sama, ada perbedaan yang dapat dilihat ketika kita membacanya, entah pada kekuataan kata-katanya, hubungan narasinya, gaya bahasanya yang menjadi karakteristik dan ciri khas dari tulisan itu sendiri.

Obsesi menulis sebuah buku tentang autobiografi diri sendiri kadang sering muncul di pikiran ini sekiranya kapan dapat memulainya, mungkin butuh waktu dalam menyusun bait kata mencoba mengkaitkan peristiwa satu dengan yang lainnya, menceritakan masa lalu mulai kecil hingga dewasa bahkan sampai menjadi tua. Rasanya seperti memutar waktu untuk kembali mengingat apa yang pernah dialami puluhan tahun silam, beberapa kisah dan peristiwa akan tertumpahkan lewat goresan pena. Meskipun tidak terlalu mengingat masa kecil dengan jelas namun masih ada beberapa peristiwa yang tetap tergiang dan membekas dihati. Kalaupun sudah menjadi sebuah buku mungkin tidak terlalu penting bagi orang lain, akan tetapi sangat penting bagi saya agar kelak anak cucu dan generasi penerus keturunan saya dapat membaca buku itu sebagai warisan budaya agar tetap dapat mengingat perjalan dan perjuangan hidup neneknya dimasa lampau.

Rangkaian peristiwa pahit dan manis akan menghiasi lembar demi lembar buku yang akan saya tulis lewat goseran pena sendiri tidak lewat penuturan dan ditulis oleh penulis lain. Gaya bahasa dalam tulisan nantinya mengikuti ritme dan alur pikiran sendiri tidak ada unsur menambah atau mengurangi inti cerita, tidak ada gaya bahasa hiperbola maupun personifikasi karena semua cerita nyata ada. Memakai bahasa lugas dan sederhana lebih tepat karena yang ditulis adalah kisah tentang diri sendiri jadi tidak mungkin orang lain memberikan kritikan, saran, ataupun masukan seperti halnya tulisan jurnal maupun karya ilmiah lainnya. Tulisan kita bagian dari cerminan diri kita pula, baik secara langsung maupun tidak langsung bahwa perasaan, emosi, improfisasi semua itu dapat mempengaruhi makna dan inti dari setiap karya. Tulisan itu bagaikan karya seni, alurnya mengikuti irama hati, apa yang tertuang pada goresan pena kita itulah gambaran dari ide, gagasan, pikiran, perasaan yang muncul dari dalam diri.

Menulis autobiografi diri sendiri tidak membutuhkan referensi, tidak ada tekanan, tidak perlu menjadi plagiator narasi, karena kisah hidup seseorang tidaklah sama, kalaupun ada persamaan hanya sedikit saja tidak mungkin keseluruhan dari isi persis sama. Rasanya akan sangat bebas dan leluasa dalam menorehkan kata demi kata, apa yang ada dalam pikiran langsung tertuang disana. Pengalaman masa kecil begitu menyenangkan bermain dengan teman-teman sebaya menjadi pembelajaran dan bernilai sosial yang tinggi, permainan tempo dulu sudah sangat berbeda jauh dengan permainan anak-anak dimasa kini, bahasa gaulnya (Kids Jaman Now). Permainan pada masa kecil saya sangatlah sederhana namun banyak menguras fisik, seperti permainan gobak sodor, congklak, lompat tali, engklek, gasing, kejar kejaran, sembunyi sembunyian dan beberapa jenis permainan yang lain yang banyak membutuhkan Gerakan tubuh kita.

Anak-anak jaman dulu fisiknya jauh lebih kuat dibandingkan anak jaman sekarang, pembetukan karakter dan ketahanan fisiknya masih alami, kesenangan dan keceriaan dalam bermain sangatlah tergambar jelas melalui canda tawanya yang lepas, jiwa sosialpun secara tidak langsung juga terbentuk dengan sendirinya. Makanan mereka juga seadanya, belum ada jajanan beraneka ragam seperti sekarang, mangga mentah punya tetangga kadang juga rame-rame memakannya, tidak ada raut muka merasakan masamnya buah mangga muda, kedondong atau buah-buahan sejenisnya. Untuk mendapatkannya saja kadang menunggu kalau ada yang jatuh akibat angin besar yang bertiup, mereka rebutan untuk menikmatinya. Sungguh masa kecil yang sangat mengesankan berbeda jauh dengan masa kecil anak sekarang, mereka main game lewat hp, lebih bersikap individu dan menyendiri di kamar, main robot-robotan, boneka, dan sejenis mainan yang tidak banyak membutuhkan aktifitas dalam bergerak, mereka cenderung menjadi malas, pingin semuanya instan dan serba tergesa-gesa.

Cerita masa lalu memang sangatlah indah untuk dikenang, teman-teman sepantaran dengan saya juga sudah pada tua dan sudah banyak yang mempunyai cucu. Generasi anak dan generasi berikutnya sudah lain pula pengalamannya, mungkin orang tua banyak menceritakan kisah hidupnya dengan anak-anak dan cucu-cucunya lewat penuturan cerita. Biar terlihat sedikit berbeda dengan yang lainnya, saya akan mencoba menceritakan kisah hidup lewat tulisan agar kelak mereka dapat membacanya. Menanamkan budaya menulis untuk generasi kita supaya ketajaman berpikirnya lambat laun dapat terasah dengan banyak membaca dan menulis. Dalam kisah juga akan saya sisipkan beberapa motivasi dalam kehidupan, motivasi belajar, motivasi untuk sukses, dan tak lupa motivasi untuk membaca dan menulis. Menumbuhkan semangat untuk berkarya bagi generasi penerus. Mereka semua dapat mencontoh prilaku yang baik dari neneknya melalui membaca buku autobiografi yang dimilikinya, anggap saja sebagai hadiah terindah bahkan ketika sang nenek sudah tutup usia akan menjadi warisan bersejarah yang tak ternilai harganya.

Rencana penulisan buku autobiografi ditulis ketika ada waktu luang dan senggang sehingga insprirasi menulis dapat muncul mengalir begitu saja, Jika kondisi lagi bad mood maka alur pikiran menjadi amburadul sehingga tulisan akan menjadi kurang bagus ketika orang lain membacanya. Meski masih dalam tataran obsesi namun insyaallah akan segera dapat terealisasi tergantung bagaimana kesungguhan dan komitmen dalam menulis masih tetap tinggi, yang terpenting adalah meluruskan niat sehingga apapun itu, jika diawali dengan niat yang baik maka akan menjadi baik pula hasilnya. Mencoba menulis buku outobiografi seperti menulis buku diary, pokoknya asal menulis saja peristiwa apa yang pernah dialami, mengenai panjang dan pendeknya tergantung dari pengembangan cerita.

Akan sangat bangga dan bahagia jika suatu saat nanti buku autobiografi yang saya tulis itu akan benar-benar terbit, sehingga dapat memotivasi diri untuk membuat karya-karya yang berikutnya. Obsesi dan impian menulis bukan hanya dalam angan-angan belaka akan tetapi benar dan nyata adanya. Sungguh amat senang dan gembira membayangkan nantinya dapat menulis buku hasil dari karya sendiri, yang paling pokok dan terpenting adalah terus giat berlatih menulis karena dengan banyak latihan maka akan menjadi terbiasa. Kalau sudah terbiasa menulis dan menjadi tradisi maka akan sangat sulit untuk meninggalkannya, serasa ada beban berat ketika kita tidak ada waktu dan kesempatan untuk menulis. Semoga apa yang menjadi impian dan obsesi dalam menulis buku karya sendiri akan terlaksana dan benar-benar terwujud nyata.

Salam Literasi

Tulungagung, 19 Oktober 2020

Intokowati


-------------------------------------------------------------------------------

Menulis Buku

Undangan Menulis Antologi Buku


Masing-masing kita pasti memiliki tujuan dan alasan mengapa memutuskan diri untuk bergabung dengan WhatsApp grup Sahabat Pena Kita (SPK) Tulungagung. Di antara sekian alasan dan tujuan itu salah satunya ialah bercita-cita mampu menulis buku dan memiliki karya. Dalam rangka memotivasi diri dan mengabadikan semua alasan dan tujuan itu, kami mengundang Bapak Ibu sekalian untuk berkontribusi menulis yang akan kita terbitkan menjadi buku antologi. Buku ini diharapkan bisa terbit di penghujung tahun ini. Adapun ketentuannya adalah :

  1.  Topik: "Menulis Buku".
  2. Tulisan bebas. Boleh tentang cita-cita menulis buku, mimpi menulis buku, bayangan menulis, strategi menulis, atau apapun tentang menulis buku.
  3. Panjang tulisan maksimal 5 halaman huruf  Times New Roman spasi 1,5.
  4. Struktur tulisan: judul, nama penulis, isi tulisan, biodata singkat.
  5. File dikirim dengan format: Nama Penulis_Judul tulisan, Contoh: Muhammad Fahmi_Menulis Buku Adalah Mimpiku.
  6. Tulisan dikirimkan ke WA (atas nama Zidna): 085606662005
  7. Batas akhir penerimaan tulisan: 15 Oktober 2020.
  8. Kontribusi 100 Ribu, mendapatkan 1 eksemplar buku ber-ISBN. Jika ingin pesan lebih 1, per buku menambah 50 ribu.

Nb: Kontribusi 100 Ribu diambil dari iuran bulanan selama 4 bulan. Bagi yang belum genap 4 bulan, silakan membayar iuran ke bendahara. 

BRI 6590 0103 7225 537

an. Fahmi Muhammad


Ttd 

PH SPK Tulungagung