Jumat, 14 November 2025

WUJUD CINTA MELALUI DONOR DARAH

Dalam mendukung Asta Protas Kemenag Berdampak pada point pertama yaitu, *Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan* Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung bekerjasama dengan PMI Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Donor Darah Massal yang diselenggarakan pada tanggal 12 November 2025 di Aula Kantor Kemenag Tulungagung, di ikuti oleh 71 orang perdaftar, masuk dalam daftar google form yang di share oleh panitia seksi Bakti Sosial Hari Amal Bhakti Kementerian Agama yang ke-80 dan pendaftar secara langsung di lokasi pelaksanaan kegiatan.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti donor pagi ini, sebelum pukul 08.00 wib mereka sudah mengisi daftar hadir dan mengikuti seremonial pembukaan acara. Hadir dalam acara pembukaan Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Dr. Masngut M.Pd.I) bertindak atas nama Kepala Kantor yang berkenan untuk membuka acara secara resmi, di dampingi oleh Ketua Panitia HAB Kemenag ke-80 (Suryani, M.Ag) dan Koordinator Seksi Bakti Sosial Dra. Lutfi Sua’idah.

Kegiatan donor darah ini sebagai bentuk perwujudan dari ASN Kemenag Tulungagung dan seluruh peserta dalam mengungkapkan rasa syukur dan  cinta kasih serta kepedulian kepada sesama, guna mendukung Program Prioritas Menteri Agama yakni Cinta Kemanusiaan. Rasa cinta terhadap saudara kita yang membutuhkan darah untuk menyambung nyawa sangatlah berarti, sebagaimana slogan PMI bahwa setetes darah yang kita sumbangkan akan menyelematkan ribuan nyawa.

 Selaras dengan tema HUT PMI ke-80 pada tanggal 17 September 2025 adalah "Tebarkan Kebaikan, Bantu Sesama Melalui Palang Merah Indonesia". Memiliki kesamaan Hari Ulang Tahun antara Kementerian Agama dan Palang Merah Indonesia yang dalam hal ini juga berulang tahun ke-80 maka kegiatan donor darah saat ini bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar melakukan tindakan kebaikan, sekecil apa pun kontribusinya, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kemanusiaan dan memperkuat solidaritas untuk masa depan kemanusiaan yang lebih baik.

Donor darah selain untuk kemanusiaan juga dapat bermanfaat bagi tubuh kita antara lain:

  1. Sebagai deteksi dini kesehatan, donor darah dapat memantau kondisi kesehatan secara berkala
  2. Merangsang regenerasi sel darah, tubuh akan merangsang produksi sel darah baru setelah sebagaian darah diambil yang akan membantu peremajaan sel darah
  3. Mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker karena membantu menjaga kadar zat besi dalam tubuh tetap normal
  4. Meningkatkan kesehatan mental, karena melalui donor darah dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan memberikan rasa bahagia karena telah membantu sesama.

Mari kita manfaatkan sebagian rezeki yang tidak ternilai berupa kesehatan dengan penuh rasa syukur dan kita manfaatkan usia kita untuk sesuatu yang bermanfaat khususnya bagi diri sendiri dan umumnya bagi sesama manusia.   

 

Tulungagung, 12 November 2025

@intokowati

#SahabatPenaKita

#KomunitasLiterasi

Kamis, 24 Juli 2025

KISAH PERJALANAN KE PULAU LOMBOK

 


Liburan kali ini mencoba menggunakan moda transportasi Laut, mengenang 26 tahun yang silam terakhir naik KM Dobonsolo milik PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) dari Pelabuhan Tenau, Kupang NTT ke Tanjung Perak Surabaya. Perjalanan naik kapal laut durasi waktunya memang  lebih lama dibading dengan naik pesawat terbang, bagi mereka yang berlibur menikmati keindahan alam tidak masalah, namun bagi yang punya kepentingan harus segera sampai tujuan, naik pesawat adalah pilihan yang tepat. Tujuan berlibur kami adalah pulau Lombok yang mana banyak destinasi wisata laut yang bagus dan masih terjaga keasriannya.

Kapal yang kami tumpangi adalah KM. Kirana 7 milik PT. Dharma Lautan Utama, berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat. Saya mengajak anak yang kebetulan baru merasakan naik kapal laut, setelah 26 tahun yang lalu pernah naik kapal Dobonsolo, waktu itu dia masih bayi, jadi belum tau bagaimana rasanya naik kapal yang mengapung di lautan berhari hari, akan tetapi sekarang baru merasakan sendiri bahwa naik kapal itu bisa banyak pengalamannya, antara lain dapat melihat Sunset dan Sunrise di anjungan kapal yang dikelilingi oleh lautan luas bak lukisan alam yang indah. Saat kami berlabuh cuaca cukup cerah sehingga pengambilan gambar maupun vidio sangatlah jelas.


Ketika pengambilan vidio dan gambar sunrise kami sudah memasuki selat lombok, arus air laut di selat cukup lumayan bergelombang, mengakibatkan kepala menjadi pusing dan mabuk laut. Kami kembali ke tempat duduk, anak saya mengeluh pusing sekali buk, akhirnya saya minta obat di bagian informasi, dikasih Antimo, langsung saya suruh segera di minum, tidak berselang lama dia buru buru lari ke kamar mandi, ternyata muntah muntah, berarti ini beneran mabuk laut, padahal perjalanan masih kurang beberapa jam lagi. Perjalanan dari Surabaya tanggal 26 Juni sampai ke Lombok tanggal 27 Juni, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 22 jam, kapal mulai labuh pukul 12.00 wib siang dan sampai tujuan pukul 10.00 wita besuknya.

Setelah sampai di Pelabuhan Gili mas begitu turun, guncangan di kapal seperti belum hilang rasanya, padahal sudah di daratan. Setidaknya anak saya sudah merasakan perjalanan naik kapal laut yang waktunya lumayan lama, karena biasanya cuma naik kapal Ferry penyeberangan Ketapang sampai Gilimanuk dan sebaliknya, penyeberangan yang agak jauh lagi dari Padang bai ke Lembar sekitar 5 jam perjalanan. Kami melanjutkan perjalanan dari Lembar ke Kota Mataram kurang lebih setengah jam sudah sampai pusat kota Mataram. Sampailah di penginapan langsung istirahat. Sorenya kami dijemput keponakan untuk menikmati Sut Set di bukit Malimbu daerah Senggigi, bagus banget viewnya, betapa agung ciptaan Tuhan semesta alam.

Paginya kami melanjutkan traveling ke beberapa tempat wisata, antara lain Ke desa Sukarara, desa Sade, Pantai Kuta Mandalika, Pantai tanjung Aan, dilanjutkan gala dinner di Lombok Exotic. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, padahal rencana awal pingin ke desa Sembalun menginap di sana baru lanjut naik ke puncak Rinjani, apalah daya hari Senin anak saya sudah masuk kerja karena ijinnya cuma 1 hari. Hari minggu pagi sudah meninggalkan penginapan menuju bandara Praya untuk kembali ke Surabaya dengan naik pesawat, sampai di Juanda sudah di jemput anak pertama saya dan langsung menuju ke stasiun Pasar Turi mengantar anak saya pulang ke Semarang. Agak lama juga menunggu keberangkatan Kereta Api yang ke Semarang jadwal keberangkatan keretanya jam 15 lebih. Setelah boarding tiket kami pulang ke Tulungagung lewat tol Dupak lanjut Tol Waru dan sampai Tulungagung selepas Maghrib. Demikian sekilas perjalanan cuti liburan Tahun Baru Islam, lain waktu dilanjut petualangan baru yang lebih berkesan.



Salam Literasi…

 

Tulungagung, 22 Juli 2025

#@intokowati

#SahabatPenaKita

#Komunitas Literasi

Kamis, 13 Maret 2025

BUKA PUASA DI MASJID AL MUSLIMUN

 

Berbuka puasa bersama di masjid menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama Muslim. Kita bisa bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Dengan berbuka puasa bersama di masjid akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, menghidupkan suasana masjid, menumbuhkan kepedulian sosial dan mendapatkan berkah waktu berbuka.

Masjid Besar Al Muslimun lokasinya sangat strategis karena letak masjid ada di sebelah barat perempatan jalan yang lalu lintasnya cukup ramai dan padat dengan kendaraan setiap harinya. Dengan lokasi yang sangat strategis ini, maka banyak pengguna jalan yang mampir untuk melaksanakan sholat dan sekedar beristirahat sepulang kerja atau dalam perjalanan. Pada bulan Ramadhan setiap harinya takmir masjid menyediakan menu untuk berbuka puasa di masjid.

Pada Ramadhan kali ini takmir mencoba menyajikan menu buka puasa dengan piringan bukan lagi nasi kotak, dengan harapan akan dapat menjangkau semua jamaah untuk dapat menikmati menu buka yang sudah disajikan. Menu yang disajikan setiap hari selalu berganti ganti mulai dari rawon, sop ayam, soto, lodho, sayur bobor, sayur lodeh, dsb, dengan harapan agar para jamaah tidak bosan menikmati hidangan buka puasa, dan menjadi tambah semangat pergi ke masjid untuk beribadah.

Sebelum kegiatan berbuka puasa ada kegiatan kajian kitab dari Kyai setempat yang termasuk takmir masjid juga, Pak Yai Dahlan namanya, kajian kitab dimulai dari pukul 17.00 wib sampai menjelang berbuka, setelah itu di pandu oleh ketua takmir untuk berdo’a bersama dengan membaca istighfar dan syahadat diharapkan segala hajat-hajat para jamaah dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam sebuah riwayat hadits bahwa Rasulullah bersabda: "Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang sedang dalam perjalanan." (HR. Tirmidzi). Hadits ini menunjukkan bahwa doa orang yang berpuasa, khususnya menjelang waktu berbuka, memiliki keutamaan yang besar dan sangat dianjurkan.


Saat Adzan maghrib berkumandang para jamaah terlebih dahulu berbuka dengan air putih dan 3 butir kurma yang sudah di bagikan oleh remaja masjid setempat, untuk menggugurkan puasanya. Kegiatan dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah di dalam masjid, setelah selesai sholat berjamaah bisa menikmati makan bersama di serambi masjid, tidak diijinkan makan di dalam masjid, supaya tidak mengotori tempat sholat. Panitia sudah menyiapkan tempat piring kotor, setelah selesai makan piring kotor bisa ditaruh di tempat yang sudah disediakan.

Takmir sudah berupaya untuk perbaikan pelayanan kepada jamaah namun masih banyak kekurangan. Karena jumlah jamaah di Masjid Al Muslimun pada saat berbuka puasa tidak dapat di prediksi jumlahnya, maka ketika jamaah penuh terkadang porsi makan orang yang datang belakangan menjadi berkurang, supaya cukup ibu ibu membagi nasi dengan porsi yang sedikit agar bisa kebagian semua. Persediaan porsi makan yang disajikan antara 250 sampai 300 porsi tapi kalau jamaah sedikit sisanya juga banyak. Hal seperti ini menjadi seni tersendiri bagi kami para ibu ibu penyaji makanan. Dalam hati kecil terkadang merasa tidak enak dengan jamaah yang datang belakangan dan menerima porsi menu yang kurang.


Begitulah gambaran berbuka puasa di Masjid Besar Al Muslimun, apapun kekuranggannya semoga bisa menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan untuk perbaikan kegiatan selanjutnya. Hal yang terpenting dari adanya kegiatan ini adalah dapat menggambil hikmah dari ibadah puasa di bulan Ramadhan. Semoga apa yang dilakukan dicatat menjadi amal yang khasanah dan menjadi penyemangat kita agar hidup ini lebih bermakna dan bisa membawa manfaat bagi sesama.